Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dari Gerobak ke Rumah Makan, Kisah Perjuangan Suratno Menjemput Kesuksesan

Posted on Oktober 9, 2026 by shafrifa aulia

Moza Abhista Daniswara

sudutnalar.com, 08 Oktober 2026

Suratno berada di rumah makan miliknya yang dirintis dari berjualan menggunakan gerobak. (Dok. Suratno)

JAKARTA, SUDUTNALAR – Dulu, gerobak jualan menjadi awal perjalanan Suratno dalam membangun usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia berjualan dari satu tempat ke tempat lain tanpa memiliki tempat makan yang tetap. Kini, usaha tersebut telah berkembang menjadi rumah makan bernama Nasi Liwet Dapur Asri yang memiliki 12 karyawan dan mulai dikenal oleh sejumlah food vlogger serta YouTuber.

Di rumah makan itu, pelanggan dapat menemukan berbagai menu seperti Soto Betawi, Soto Sokaraja, dan nasi lengko. Pilihan lauknya pun lebih dari 20 jenis. Di balik usaha yang kini berkembang tersebut, tersimpan perjalanan panjang seorang mantan guru honorer yang pernah meninggalkan pekerjaannya karena penghasilan yang tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Suratno berasal dari Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Sejak sekolah dasar, ia sudah memiliki keinginan untuk menjadi guru. Menurutnya, guru merupakan pekerjaan yang mulia, dihormati, dan memiliki banyak pengetahuan. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK Kesenian Indonesia, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka pada program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Setelah lulus, Suratno kembali ke SDN 4 Cibangkong, sekolah dasar tempatnya dahulu belajar. Ia mengabdi di sana hingga menjadi guru honorer. Selama sekitar 17 tahun, dunia pendidikan menjadi bagian dari kehidupannya. Namun, kebutuhan keluarga terus bertambah dan penghasilan sebagai guru honorer tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak.

Suratno akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai guru honorer dan pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik. Di sana, ia bekerja serabutan dan pernah menjadi petugas keamanan. Setelah memiliki modal, ia memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri di Jakarta Selatan, wilayah yang sebelumnya sudah ia kenal.

Usaha tersebut dimulai dengan gerobak. Suratno harus berpindah-pindah mencari tempat berjualan dan menghadapi berbagai kesulitan.

β€œSaat itu tidak punya tempat, pindah-pindah terus. Sering juga kejar-kejaran dengan Satpol PP,” ujar Suratno ketika menceritakan masa awal menjalankan usahanya.

Tidak adanya tempat makan membuat pelanggan hanya dapat membawa makanan yang dibeli pulang atau ke kantor. Meski begitu, Suratno terus menjalankan usahanya. Ia mulai memahami bahwa usaha tidak hanya membutuhkan makanan yang enak, tetapi juga strategi penjualan serta keterbukaan terhadap kritik dan masukan pelanggan.

Setelah melewati berbagai kesulitan, Suratno berani mengambil risiko dengan menyewa kios. Pelanggan akhirnya dapat menikmati makanan langsung di tempat. Dari usaha sederhana tersebut, Nasi Liwet Dapur Asri kemudian berkembang dengan berbagai pilihan makanan, seperti Soto Betawi, Soto Sokaraja, dan nasi lengko. Pilihan lauknya juga mencapai lebih dari 20 jenis.

Perkembangan usaha membuat rumah makan tersebut semakin dikenal. Sejumlah food vlogger dan YouTuber datang untuk mencicipi makanan sekaligus membuat konten mengenai Nasi Liwet Dapur Asri. Usaha yang dahulu dimulai hanya dari gerobak itu perlahan menjangkau lebih banyak pelanggan.

Suratno dengan beberapa karyawannya. (Dok. Suratno)

Ketika mengingat kembali masa-masa sulit tersebut, Suratno bersyukur dengan kehidupannya sekarang.

β€œKalau mengingat masa lalu yang penuh dengan suka dan duka, saya tidak ingin mengulanginya lagi,” kata Suratno.

Meski kehidupannya kini lebih baik, perjalanan usahanya tetap memiliki masa naik dan turun. Suratno memilih untuk terus bertahan karena percaya bahwa roda hidup selalu berputar. Istri dan orang-orang terdekat juga menjadi bagian dari dukungan yang membuatnya mampu melewati berbagai keadaan. Dua belas karyawan yang kini bekerja bersamanya ikut menjadi bagian dari perjalanan usaha tersebut.

Hal yang paling ia syukuri bukan hanya kondisi ekonomi yang membaik, tetapi juga kesehatan, keluarga, teman-teman, dan para karyawan yang mendukungnya. Kini, Suratno berharap dirinya selalu berada dalam kondisi baik dan Nasi Liwet Dapur Asri dapat terus berkembang.

Perjalanan Suratno dari ruang kelas sebagai guru honorer hingga berjualan dengan gerobak membawanya pada kehidupan yang berbeda. Gerobak yang dahulu menjadi awal perjuangannya kini telah berubah menjadi rumah makan yang tidak hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga menjadi tempat 12 orang bekerja.

Dari tempat yang sederhana itu, Suratno terus melangkah. Perjalanannya menunjukkan bahwa keadaan yang serba terbatas tidak harus menjadi alasan untuk berhenti mencari jalan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme