Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dari Dapur Sederhana, Anna Bertahan untuk Keluarga

Posted on Oktober 9, 2026 by zulfa izaz
Anna, pemilik usaha Anna Snack (Sumber: Dok. Restina)

BANYUMAS, SudutNalar-Empat tungku kompor menyala bersamaan. Bahan makanan memenuhi dapur. Sebagian menu sudah selesai dibuat, sementara sebagian lainnya masih dikerjakan. Tangan Anna terus bergerak menyiapkan pesanan yang harus selesai sebelum waktu pengantaran.

Malam semakin larut. Rasa kantuk mulai datang, tetapi pekerjaan belum selesai. Suasana dingin malam seperti tidak terasa karena Anna masih sibuk berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Bagi pemilik usaha catering rumahan di Banjarsari Kulon itu, bekerja hingga pagi bukan hal yang asing.

Perjalanan itu dimulai sekitar 2010. Saat itu, Anna masih menjalankan usaha dalam skala kecil. Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki cukup banyak waktu di rumah, ia merasa jenuh jika hanya berdiam diri. Ia kemudian memilih memanfaatkan waktunya dengan melakukan sesuatu yang disukai.

“Daripada nggak ngapa-ngapain, lebih baik waktunya dimanfaatkan. Selain itu, memasak juga hobi saya,” ujar Anna.

Pesanan pertamanya berasal dari Balai Desa Banjarsari Kulon untuk rangkaian acara pemilihan kepala desa. Menu yang dibuat masih sederhana, seperti seperti jajanan pasar, gorengan, dan puding. Setelah itu, pesanan mulai datang dari kantor kecamatan, sekolah, hingga beberapa balai desa lain di sekitarnya.

Saat pertama memulai usaha, Anna hanya memiliki modal sekitar Rp200 ribu. Uang tersebut berasal dari pemberian yang didapat anak-anaknya ketika berkunjung ke rumah saudara yang tinggal jauh. Modal itu digunakan untuk membeli kebutuhan awal usaha.

Keterbatasan modal membuat Anna harus berhati-hati memenuhi kebutuhan usaha. Kemasan snack box masih sulit ditemukan. Kendaraan pribadi pun belum dimiliki. Ketika harus membeli kebutuhan bahan baku, ia berjalan kaki dari toko menuju rumah.

Salah satu perjalanan itu dilakukan sambil membawa satu dus air minum gelas berisi 48 buah. Jarak toko ke rumah sekitar 15 menit berjalan kaki. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari kesehariannya ketika usaha masih dirintis.

Seiring bertambahnya pelanggan, jumlah pesanan ikut meningkat. Adalakanya Anna menerima pesanan sekitar 200 hingga 600 snack box. Dalam prosesnya, ia dibantu anak-anak. Sementara itu, suaminya bertugas mengantar pesanan. Namun, untuk pesanan dengan jumlah yang besar, Anna juga menggunakan pekerja tambahan.

Ketika mendapat pesanan yang harus diantar pada pagi hari, pekerjaan Anna dimulai sejak hari sebelumnya. Setelah pekerjaan rumah selesai, sekitar pukul 10.00 ia mulai menyiapkan bahan, kemasan, dan kebutuhan lainnya. Pekerjaan kemudian berlanjut dari sore menuju malam hingga waktu pengantaran tiba.

Aneka jajanan dalam snack box untuk pesanan pelanggan Anna Snack (Sumber: Dok Restina)

Mata mulai terasa berat ketika malam semakin larut. Namun, tangannya tetap bergerak menyelesaikan pesanan. Sesekali, lagu diputar untuk menemani pekerjaan.

Setelah menyelesaikan pesanan untuk satu hari, Anna terkadang hanya sempat beristirahat satu hingga dua jam sebelum kembali menyiapkan pesanan berikutnya. Kondisi tersebut dapat berlangsung ketika pesanan datang untuk beberapa hari berturut-turut.

Malam-malam panjang dan waktu istirahat yang terbatas tidak membuat Anna berpikir untuk berhenti. Usaha yang berawal dari hobi kini ikut menopang kebutuhan keluarga.

Suaminya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan pendapatan yang tidak menentu. Sebelum menjalankan usaha, uang untuk kebutuhan sehari-hari terbatas. Kini, hasil usaha membuat keadaan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Anna dapat membeli sepeda motor untuk menunjang usaha dan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.

Hasil usaha itu juga digunakan untuk biaya pendidikan anak-anaknya. Anak pertamanya sudah menikah, sedangkan anak keduanya masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Saya sangat senang dan bersyukur. Ternyata, lelahnya saya membuahkan hasil dengan melihat anak-anak bisa melanjutkan pendidikan sampai jenjang perkuliahan,” tutur Anna.

Bagi Anna, keberhasilan usaha tidak lepas dari menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan. Pesanan harus sesuai permintaan dan selesai tepat waktu. Kritik dan saran dari pelanggan juga menjadi bahan untuk memperbaiki menu dan mencoba hal baru. Ketika hasilnya belum sesuai, Anna mencoba membuatnya kembali sampai menemukan hasil yang lebih baik.

“Jangan takut untuk mencoba dan tekun terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan. Jangan merasa cepat putus asa apabila mengalami kegagalan,” ujarnya.

Kini, Anna berharap anak-anaknya suatu hari nanti dapat melanjutkan dan memperbesar usaha yang sudah dirintisnya.

Dapur sederhana yang dimilikinya menjadi saksi bagaimana sebuah usaha kecil dapat membantu mengubah kehidupan keluarga.

Bagi Anna, setiap malam yang dilewati dengan lelah adalah bagian dari perjalanan untuk melihat keluarganya hidup lebih baik.

Penulis: Restina Diniati Cantika

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme