Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dari Arahan Orang Tua hingga Mencintai Profesi, Perjalanan Hati Restriana Menjadi Guru SD

Posted on September 23, 2026September 23, 2026 by Zidan Diyaaul Haq
Proses Belajar Mengajar di dalam Kelas SD Negeri 01 Karangturi (Dok: Pribadi)

CILACAP, SudutNalar – Di sebuah sekolah dasar, rutinitas pagi tidak hanya diisi oleh suara bel dan langkah kaki siswa yang berlarian ke kelas. Di balik itu, ada seorang guru yang setiap hari memilih untuk “membakar” waktunya demi melihat anak-anak didiknya bahagia dan mau belajar. Ia adalah Restriana Afni Puspamaya, guru SD asal Kroya yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan sejak tahun 2017. 

Perjalanannya menjadi guru tidak dimulai dari cita-cita masa kecil. “Tidak, tetapi saya menjadi guru karena arahan dari orang tua,” ujar Restriana. Awalnya, profesi guru hanya sekadar saran dari keluarga. Namun, seiring berjalannya waktu, ia justru menemukan alasan sendiri untuk tetap bertahan, Restriana memiliki keinginan untuk memberikan manfaat bagi banyak orang. 

Bagi Restriana, setiap hari di kelas adalah momen berkesan. “Setiap hari berkesan, karena anak-anak selalu ada saja tingkahnya yang lucu, menggemaskan, dan kadang bikin emosi,” tuturnya sambil tertawa. Dari situlah ia belajar memahami karakter siswa, mulai dari yang pemalu hingga yang mudah marah. Untuk mengenal mereka lebih dekat, Restriana biasa menggunakan lembar refleksi minat dan aktivitas yang disukai, serta mengamati cara anak memecahkan masalah saat mengerjakan soal. 

Di mata Restriana, anak-anak SD zaman sekarang sangat membutuhkan bimbingan karakter. Peran guru, menurutnya, tidak hanya sekadar menyampaikan materi, tetapi juga membentuk kepribadian dan jiwa anak. Namun, jalan sebagai guru SD tidak selalu mudah. Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah beban administrasi. “Saya sering disibukkan dengan laporan dan dokumen, sehingga sampai lupa bahwa esensi mengajar adalah berinteraksi dan menumbuhkan jiwa anak,” ungkapnya.

 Perubahan kurikulum juga menjadi tantangan tersendiri, meskipun teknologi pembelajaran kini cukup membantu dalam proses belajar mengajar. Di tengah kesibukan itu, Restriana menyimpan harapan besar untuk sekolah dan siswanya. “Mudah-mudahan sekolah semakin banyak memiliki fasilitas yang mendukung pembelajaran. Semoga anak-anak happy setiap harinya sehingga dapat menerima ilmu dengan mudah.” harapnya. Kalimat yang sederhana, namun penuh makna. 

Bagi Restriana, pelajaran hidup paling berharga dari profesinya adalah belajar menjadi seorang pemimpin. Ia juga berpesan bagi siapa pun yang ingin mengikuti jejaknya menjadi guru SD “Butuh kesabaran dan kemauan untuk terus belajar.” Karena baginya, yang membuatnya tetap semangat hingga sekarang adalah bertemu dengan anak-anak yang selalu menghidupkan hari-harinya. 

Di akhir percakapan, Restriana menggambarkan profesi guru SD dalam satu kalimat “Guru seperti lilin, rela membakar dirinya demi menerangi orang lain.” Sebuah ungkapan yang bisa menjadi pengingat bagi banyak orang, bahwa di balik sederhananya peran seorang guru, ada cahaya yang terus menyala untuk masa depan anak-anak.

Penulis: Septia Berliana

Editor: Yuliyastin Gebi Saputri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme