Sudutnalar.com, 22 September 2026

PURWOKERTO, SudutNalar β Mengikuti program student exchange ke luar negeri bukan hanya tentang mendapatkan kesempatan untuk belajar di kampus lain. Bagi Ika Rahmah Dhani, mahasiswi Program Studi Manajemen Internasional UNSOED, kesempatan belajar di Universiti Utara Malaysia (UUM) menjadi pengalaman yang penuh tantangan sekaligus cerita baru. Ika mengikuti program tersebut selama satu semester, mulai September 2025 hingga Februari 2026.
Ika mengikuti student exchange yang merupakan salah satu program unggulan di Program Studi Manajemen Internasional. Selain mendapatkan sertifikat dan pengalaman belajar di luar negeri, program tersebut juga memberikan kesempatan pembebasan UKT selama satu semester. Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, Ika harus melewati beberapa tahap seleksi, salah satunya TOEFL.
Seleksi TOEFL menjadi tantangan tersendiri karena Ika mengaku kurang percaya diri dengan kemampuan bahasa Inggrisnya. Setelah lolos seleksi, tantangan berikutnya muncul saat mengurus keberangkatan. Pengurusan visa menjadi salah satu proses yang paling sulit karena harus dilakukan sendiri dan sempat mengalami masalah.
βYang paling sulit waktu mengurus visa. Untuk mengurus berkas-berkas itu semuanya sendiri. Dan saat itu visanya bermasalah,β ujar Ika.
Sesampainya di UUM, Ika kembali menghadapi tantangan berupa perbedaan sistem pembelajaran. Dalam satu semester, perkuliahan di UUM berlangsung hingga 28 kali pertemuan. Satu mata kuliah juga dapat berlangsung dua kali dalam seminggu. Menurut Ika, mahasiswa di sana juga memiliki fokus dan ambisi yang tinggi dalam belajar sehingga ia harus menyesuaikan diri dengan pola belajar baru.
Kehidupan sehari-hari di UUM juga memiliki perbedaan. Jika di Indonesia hari aktif biasanya Senin hingga Jumat, di UUM perkuliahan berlangsung Minggu hingga Kamis. Sementara Jumat dan Sabtu menjadi hari libur. Mahasiswa diwajibkan tinggal di Inasis atau Inapan Siswa dan tidak diperbolehkan membawa kendaraan pribadi di dalam kampus. Untuk berpindah dari asrama ke berbagai tempat, mahasiswa menggunakan bus kampus.
Perbedaan waktu beraktivitas, kondisi lingkungan yang panas, bahasa, dan budaya menjadi bagian dari proses adaptasi. Di sisi lain, Ika mendapat kesempatan bertemu mahasiswa dari berbagai negara, seperti Cina, India, dan Melayu.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Ika adalah mengikuti International Orientation Week (IOW), yaitu kegiatan orientasi bagi mahasiswa internasional. Ia juga mengikuti liburan bersama mahasiswa internasional ke Pulau Langkawi, Kedah, Malaysia.
Setelah kembali ke UNSOED, Ika merasa pengalaman di Malaysia membuatnya belajar untuk lebih mendiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Perjalanan Ika bukan hanya tentang belajar di negeri orang, tetapi juga tentang berani mengambil kesempatan dan bertumbuh melalui setiap tantangan. Pengalamannya menunjukkan bahwa keberanian untuk mencoba dapat membuka jalan menuju pengalaman yang lebih besar.
Penulis : Puspita Dewi
Editor : Prajnya Aulia Patria Legawa
