
PURWOKERTI, SudutNalar – Di tengah maraknya persaingan industri makanan ringan di wilayah Banyumas, usaha pastel kering bernama “Risqi Jaya” tetap berdiri kokoh. Digawangi oleh Kaswan, seorang pria asal Desa Kedungwringin, RT 1 RW 4, usaha yang telah dirintis sejak tahun 1997 ini tidak hanya menjadi tulang punggung utama keluarganya, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi lingkungan sekitar, khususnya kaum perempuan.
Perjalanan Kaswan mengelola Risqi Jaya bermula dari niat sederhana untuk meneruskan resep keluarga demi memenuhi kebutuhan hidup. Mengawali langkah bersama sang istri, usaha yang dijalankan dari nol ini secara bertahap terus berkembang. Peningkatan permintaan pasar mendorong Kaswan memperluas jangkauan distribusi hingga mencakup Purbalingga, Cilacap, Tegal, dan Pemalang.

Seiring perluasan wilayah pemasaran yang kini ditangani oleh jejaring sales, skala produksi usaha ini kian membesar. Kaswan kini mempekerjakan 17 karyawan yang seluruhnya merupakan ibu-ibu dan perempuan di lingkungan sekitarnya.
Sistem perekrutan yang dilakukan secara sederhana dari mulut ke mulut ini memberikan kesempatan bagi para perempuan desa untuk memperoleh penghasilan tambahan serta membantu perekonomian keluarga mereka. Kaswan mengaku pernah mencoba mempekerjakan tenaga kerja laki-laki. Namun, pengerjaan pastel yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi membuat para pekerja perempuan menjadi pilar utama produksi Risqi Jaya hingga saat ini.
Meski demikian, operasional usaha tidak lepas dari tantangan. Dinamika kedisiplinan pekerja, perubahan permintaan pasar saat musim kemarau, hingga puncak penyerapan pasar pada musim tanam padi menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan Kaswan. Di samping itu, tingkat persaingan bisnis pastel kering di wilayah Banyumas juga terbilang ketat.
Bagi Kaswan, kesuksesan usaha tidak semata-mata diukur dari pencapaian target bisnis yang muluk-muluk, melainkan dari keberlanjutan fungsi usaha itu sendiri. Menjaga konsistensi kualitas produk menjadi pencapaian yang paling disyukurinya. Kini, ia mulai mempersiapkan langkah regenerasi dengan melibatkan anak-anaknya dalam pengelolaan produksi dan operasional harian.
Menutup perbincangan, Kaswan membagikan prinsip utama yang dipegangnya dalam membangun usaha: mencintai pekerjaan, konsekuen, disiplin, tepat waktu pelayanan konsumen, serta berserah diri kepada Tuhan. Keteguhan prinsip tersebut menjadikan Risqi Jaya terus bertahan sebagai sumber penghidupan, baik bagi keluarga Kaswan maupun belasan perempuan yang menggantungkan harapannya pada lembaran pastel kering dari Kedungwringin.
Penulis: Cahya Anggraeni / Editor: Aurelia Az zahra Salsabillah
