Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Calung dan Thek-Thek, Warisan Budaya Purbalingga yang Terus Bergema

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by zulfa izaz
Pertunjukan Calung dan Thek Thek di Kawasan Alun-Alun Purbalingga (Foto: Dok. Devan Aryogi)

PURBALINGGA, Sudutnalar.com – Kesenian tradisional Calung dan Thek-Thek terus menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Kedua kesenian tersebut sama-sama memanfaatkan bambu sebagai unsur utama penghasil bunyi, tetapi memiliki bentuk alat musik dan karakter pertunjukan yang berbeda.

Calung merupakan perangkat musik khas Purbalingga yang terbuat dari bambu wulung dan memiliki bentuk menyerupai perangkat gamelan Jawa. Perangkat Calung terdiri atas gambang barung, gambang penerus, slentem atau dendhem, kenong, gong, dan kendang.

Dalam pertunjukannya, Calung dapat digunakan untuk mengiringi vokalis atau sinden dengan berbagai gending Banyumasan. Kesenian ini juga memiliki keterkaitan erat dengan kesenian Lengger yang berkembang di wilayah Purbalingga.

Penelitian mengenai Calung Banyumasan di Purbalingga mencatat bahwa pertunjukan Calung tidak hanya menghadirkan musik dan vokal, tetapi juga dapat memadukan unsur tari, lawak, hingga dialog. Kesenian tersebut memiliki fungsi sebagai tradisi, hiburan, sekaligus media ekspresi masyarakat.

Sementara itu, Thek-Thek atau kenthongan berkembang dari penggunaan kentongan yang pada masa lalu dimanfaatkan masyarakat sebagai alat komunikasi, termasuk untuk kegiatan ronda. Dalam perkembangannya, kentongan dikreasikan menjadi seni musik dengan ritme yang lebih beragam.

Pertunjukan Thek-Thek dapat memadukan kentongan dengan berbagai instrumen perkusi, serta dilengkapi tarian dan vokal. Perkembangannya di Purbalingga juga melahirkan kelompok-kelompok kesenian dengan jumlah pemain yang cukup besar.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga mencatat bahwa kesenian kenthongan atau Thek-Thek memiliki nilai kebersamaan dan gotong royong karena dimainkan secara berkelompok.

Eksistensi Calung dan Thek-Thek juga terlihat dalam berbagai kegiatan di luar Purbalingga. Pada 2018, Calung Banyumasan dan Rampak Kenthong Purbamas menjadi dua kelompok yang mewakili Purbalingga dalam pertunjukan seni di Istana Kepresidenan Jakarta. Keduanya tampil dalam rangkaian peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upaya memperkenalkan kedua kesenian tradisional tersebut kepada masyarakat juga dilakukan melalui kegiatan pariwisata. Pemerintah Kabupaten Purbalingga pernah menyelenggarakan pertunjukan Lengger Calung dan Thek-Thek di kawasan wisata Goa Lawa sebagai bagian dari upaya menarik wisatawan sekaligus melestarikan seni tradisi.

Keberadaan Calung dan Thek-Thek menunjukkan bahwa kesenian tradisional dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan identitas daerah. Pelestarian melalui pendidikan, sanggar seni, festival, pertunjukan masyarakat, serta keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting agar kedua kesenian tersebut tetap dikenal dan dimainkan oleh generasi berikutnya.

Penulis: Devan Aryogi

Editor: Dimas Saladin Firmansyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme