Penulis: Muhammad Rafli Zulkarnain
Selasa, 22 September 2026

Riski Pravisetya Aji saat mengikuti kegiatan peluncuran “Kopi Kakang Ravi” (Foto: Instagram @pakemas_)
Banyumas – Sudutnalar.com, Keputusan Riski Pravisetya Aji mengikuti seleksi Kakang Mbekayu Banyumas 2024 bermula dari keinginan untuk mencoba pengalaman baru. Namun, ajang tersebut menjadi titik awal bagi Ravi untuk mengenal lebih jauh kemampuan ditinya sekaligus membangun relasi dengan berbagai orang.
Pemuda asal Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, itu mengikuti seleksi Kakang Mbekayu Banyumas untuk pertamakalinya pada 2024. Dari proses tersebut, Ravi berhasil meraih Juara Harapan 3 Kakang Banyumas 2024.
Ravi mengatakan keterlibatannya dalam ajang tersebut memberinya kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Interaksi tersebut membuatnya memperoleh pengalaman baru, terutama dalam membangun komunikasi dan relasi.
“Di Kakang Mbekayu itu mengenal banyak orang, terlebih orang yang punya PT atau CV yang menaungi acara seperti event atau wedding,” kata Ravi.
Relasi yang terbentuk selama mengikuti ajang tersebut kemudian membawanya terlibat dalam berbagai kegiatan setelah rangkaian seleksi berakhir. Ravi mulai mengikuti sejumlah acara yang berkaitan dengan budaya, pariwisata, hingga pesta rakyat.
Dalam berbagai kegiatan tersebut, Ravi tidak hanya belajar mengenai pelaksanaan sebuah acara, tetapi juga menghadapi beragam karakter manusia. Menurutnya, kemampuan memahami karakter setiap individu diperlukan agar komunikasi dan penyelesaian masalah dalam sebuah kegiatan dapat berjalan dengan baik.
“Dalam event ataupun acara budaya, saya menemukan orang-orang dengan berbagai karakteristik yang unik. Kita harus bisa lebih mengetahui orang itu, bagaimana cara kita menanganinya, dan problem solving saat acara itu” tuturnya.
Menurut Ravi, menghadapi keberagaman karakter tidak cukup hanya dengan kemampuan berbicara. Ia perlu mengenal orang lain lebih dekat agar dapat memahami cara berkomunikasi sekaligus menentukan langkah ketika muncul persoalan dalam sebuah kegiatan.
Baginya, relasi menjadi salah satu hal yang paling bernilai dari perjalanan tersebut. Jaringan yang terbentuk selama mengikuti kegiatan dapat menjadi bekal yang berguna untuk berbagai kesempatan di masa mendatang.
Bagi Ravi, keikutsertaannya dalam Kakang Mbekayu Banyumas 2024 tidak berhenti pada pencapaian besar sebagai Juara Harapan 3. Pengalaman tersebut menjadi pintu masuk untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, memahami berbagai karakter, serta memperluas relasi melalui keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan.
Penulis : Muhammad Rafli Zulkarnain
Editor : Diah Verra Wati
