Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Benang, Jarum, dan Mesin Jahit; Saksi Perjalanan Panjang Leman Selama 25 Tahun

Posted on Oktober 9, 2026Oktober 9, 2026 by zulfa izaz

Sudutnalar.com, 8 Oktober 2026

Ketekunan Leman Saat Menjahit Sejak 25 Tahun Lalu.
(Dokumentasi: Prajnya Aulia Patria Legawa)

PURWOKERTO, SudutNalar β€”  Suara mesin jahit terdengar bersahutan ketika memasuki kios jahit milik Leman. Di beberapa sudut, tumpukan kain dan pakaian yang belum selesai dijahit terlihat menunggu giliran. Di tengah suasana tersebut, terdengar musik mengalun menemani aktivitas Leman dan rekan kerjanya yang tetap sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Sudah 25 tahun Leman menjalankan usaha jahit tersebut. Usaha jahit itu bukan warisan keluarga, melainkan usaha pertama yang ia bangun sendiri sejak awal. Sebelum memiliki usaha seperti sekarang, Leman terlebih dulu mengikuti seorang penjahit sebagai kernet angkot selama sekitar dua hingga tiga tahun. Dari sana, ia mulai mengenal pekerjaan menjahit hingga akhirnya mampu menjadi penjahit secara mandiri.

β€œDulu ikut penjahit, jadi kernet sekitar dua sampai tiga tahun. Setelah itu saya belajar menjahit sendiri, bisa dikatakan autodidak,” ujar Leman.

Pada awal membuka usaha, Leman bekerja seorang diri tetapi terkadang dibantu oleh sang istri. Seiring usahanya yang terus berkembang, ia mulai merekrut rekan kerja sekitar 20 tahun lalu. Jika dahulu terdapat lebih dari satu orang yang membantunya, kini hanya tersisa satu orang rekan kerja yang masih mendampinginya menyelesaikan pesanan pelanggan.

Bagi Leman, menjadi penjahit bukan sekadar menjalankan mesin dan menyatukan potongan kain. Tetapi pakaian memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Salah satu pekerjaan yang menurutnya membutuhkan ketelitian dan kesabaran lebih adalah saat membuat jas khusus. Untuk menyelesaikan satu jas, ia bahkan membutuhkan waktu hingga dua hari.

Kesabaran itu juga dibutuhkan ketika menghadapi kesalahan dalam proses pengerjaan. Selama 25 tahun menjalankan usaha, Leman menyadari bahwa perjalanan sebagai pengusaha tidak selalu berjalan mulus. Kesalahan seperti salah mengukur atau memotong kain pernah terjadi dan membuat konsumen kurang puas lalu mengatakan keluhannya.

Namun, ia bertanggung jawab atas pekerjaannya. Ketika terjadi kesalahan, Leman bersedia mengganti pakaian atau memperbaiki hasil jahitan sesuai kebutuhan pelanggan. Baginya, penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan dalam mempertahankan usaha yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Kesibukan di tempat jahit biasanya meningkat ketika memasuki musim tahun ajaran baru. Pesanan pakaian sekolah membuat aktivitas di kios menjadi lebih padat dibandingkan hari-hari biasanya. Dalam sehari, Leman dapat menyelesaikan sekitar dua setel seragam sekolah. Jika pesanan sedang menumpuk, waktu bekerja yang biasanya berlangsung pukul 09.00 hingga 16.30 harus diperpanjang hingga sekitar pukul 21.00.

Di tengah perubahan zaman dan berbagai pilihan pakaian siap pakai, pelanggan lama masih menjadi bagian penting dari perjalanan usaha Leman. Ada pelanggan yang masih datang dan mempercayakan pakaian mereka kepadanya sejak gadis hingga kini cucunya sudah bersekolah.

β€œDia dari zaman gadis sampai punya cucu masih setia jahit di tempat saya,” ujarnya.

Kesetiaan pelanggan itu yang mejadi salah satu bukti bahwa usaha yang dibangun dari keterampilan dan ketekunan dapat bertahan melewati waktu. Selama 25 tahun, Leman tidak hanya menjahit kain menjadi pakaian, tetapi juga membangun hubungan dengan orang-orang yang datang dan kembali mempercayakan pakaian mereka kepadanya.

Di antara suara mesin jahit yang terus berputar dan tumpukan kain yang menunggu diselesaikan, Leman tetap bekerja seperti biasa. Dua puluh lima tahun telah berlalu sejak ia pertama kali menjadi kernet hingga bisa menjahit. Kini, setiap jahitan yang selesai bukan hanya menyatukan potongan kain, tetapi menjadi bagian dari perjalanan panjang sebuah usaha yang ia bangun dengan tangan sendiri.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme