Penulis: Aurelia Dwi Salsabila | Narasumber: Yehazkiel Vide | Keterangan: Hiburan | Jumat 11, September 2026 | 16.55 WIB

Pengunjung menikmati rangkaian kegiatan Banjoemas Heritage Week 2026 di Purwokerto. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
PURWOKERTO – Banjoemas Heritage Week 2026 digelar pada 10–13 September 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang mengangkat sejarah Banyumas Raya, khususnya sejarah perkeretaapian kuno. Acara tersebut juga menghadirkan pertunjukan seni dan budaya sebagai hiburan bagi masyarakat yang datang.
Kegiatan yang menjadi bagian dari acara ini meliputi pameran arsip sejarah, tur galeri, workshop, talkshow, hingga kegiatan komunitas. Pameran utama mengangkat 130 tahun, Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) dengan menampilkan berbagai arsip dan informasi mengenai sejarah perkeretaapian di Banyumas.
Yehazkiel Vide selaku panitia mengatakan, bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan sejarah kepada generasi muda sekaligus menjadi sarana berbagi informasi dan pengalaman kepada masyarakat. “Tujuannya untuk memperkenalkan generasi muda dan menjadi sarana kita berbagi pengalaman, berbagi informasi untuk masyarakat di sekitar kita,” ujar Yehazkiel.
Pertunjukan seni ditampilkan, pada saat pembukaan acara. Salah satunya berupa pertunjukan tari yang berkaitan dengan kereta uap. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari pembukaan sebelum pengunjung mengikuti kegiatan utama berupa pameran sejarah.
Menurut Yehazkiel, daya tarik utama dari kegiatan tersebut adalah tema perkeretaapian yang mengangkat sejarah Serajoedal Stoomtram Maatschappij yang telah berusia 130 tahun. Serajoedal Stoomtram Maatschappij menjadi salah satu bagian dari sejarah perusahaan kereta api lokal di Karesidenan Banyumas.
Untuk menarik minat generasi muda, panitia juga menggunakan cara yang lebih unik. Selain pameran, terdapat film yang mengenai kereta api, penjualan pernak-pernik bertema kereta api, serta talkshow yang membahas sejarah perkeretaapian.
“Kita mencoba memperkenalkan dengan cara-cara yang unik,” kata Yehazkiel.
Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Agustus. Panitia mulai merancang tema, menyiapkan arsip yang akan ditampilkan, serta menyusun narasi yang akan disampaikan kepada pengunjung. Respons masyarakat terhadap Banjoemas Heritage Week juga beragam. Beberapa pengunjung terlihat antusias dan senang, sementara sebagian lainnya datang karena memiliki rasa ingin tahu terhadap sejarah yang ditampilkan.
Yehazkiel berharap kegiatan tersebut dapat membuat masyarakat semakin memahami sejarah lokal Banyumas dan ikut menjaga peninggalan sejarah yang ada di sekitar.
“Kita harap masyarakat bisa semakin paham dan tahu sejarah lokal kita,” ujarnya.
Banjoemas Heritage Week direncanakan kembali digelar pada 2027 dengan tema yang berbeda. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mengenalkan sejarah lokal melalui kegiatan yang menarik dan dapat dinikmati masyarakat.
Penulis : Aurelia Dwi Salsabila
Editor : Mishyagian Romadon
