
PURWOKERTO, 13 September 2026 — Banjoemas Heritage Week (BHW) 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali sejarah dan warisan budaya Banyumas. Kegiatan yang berlangsung di Hetero Space Banyumas, Purwokerto, tersebut mengangkat tema “130 Tahun Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS)”, perusahaan kereta api uap yang pernah beroperasi di kawasan Lembah Serayu.
Rangkaian Banjoemas Heritage Week berlangsung pada 10–13 September 2026 dengan menghadirkan pameran arsip, foto sejarah, diskusi, lokakarya, tur sejarah, hingga kegiatan kreatif. Pameran tersebut menampilkan sekitar 150 koleksi, mulai dari foto, surat, gambar teknis, hingga berbagai dokumentasi perjalanan perkeretaapian di Banyumas Raya.
Pada Minggu, 13 September 2026, kegiatan memasuki hari terakhir sekaligus menjadi puncak rangkaian acara. Pengunjung dapat mengikuti sejumlah kegiatan, di antaranya Playdate Hompimpaa “Dolanan Sepur”, Vintage Travel Journaling, serta Play, Craft & Explore History.
Suasana pameran terlihat ramai. Para pengunjung tidak hanya melihat koleksi arsip yang dipajang, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai dokumen sejarah yang berkaitan dengan perkembangan transportasi dan kehidupan masyarakat Banyumas pada masa lalu.
Salah satu momen yang terlihat dalam kegiatan tersebut adalah ketika pengunjung mendapatkan penjelasan mengenai arsip sejarah yang dipamerkan. Interaksi antara pemandu dan pengunjung menunjukkan bahwa arsip sejarah tidak hanya menjadi benda koleksi, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran untuk memahami perjalanan suatu daerah.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini juga cukup tinggi. Hingga Sabtu, 12 September 2026, jumlah pengunjung Banjoemas Heritage Week dilaporkan telah mencapai sekitar 1.500 orang, yang terdiri atas masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, komunitas, serta pegiat sejarah.
Selain pameran, malam penutupan pada 13 September juga diisi dengan Malam Penganugerahan Koshta Sanggraha. Penghargaan tersebut diberikan kepada pihak yang aktif dalam merawat dan mengenalkan arsip serta sejarah lokal kepada masyarakat. Pada tahun ini, penghargaan diberikan kepada Komunitas Tjilatjap History dan penulis platform Roda Sayap, Faishal Ammar.
Banjoemas Heritage Week 2026 menunjukkan bahwa sejarah lokal dapat dikemas melalui kegiatan yang menarik dan melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui pameran arsip dan berbagai kegiatan pendukung, sejarah perkeretaapian Banyumas tidak hanya dikenang sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran bagi generasi sekarang.
Dengan mengangkat kembali jejak Serajoedal Stoomtram Maatschappij, Banjoemas Heritage Week turut membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat bagaimana perjalanan transportasi, perdagangan, teknologi, dan kehidupan sosial pernah membentuk sejarah Banyumas Raya.
Penulis: Jevavia Aurelia Salsabila
Editor : Anisa Ghina Fauziah
