
BANYUMAS, SudutNalar — Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Salah satu UMKM yang masih bertahan hingga saat ini adalah Bakpao Mancar Jaya, yang telah beroperasi sejak tahun 2018.
Menurut pemilik usaha, bakpao varian cokelat dan ayam menjadi produk yang paling diminati pelanggan. Tingginya permintaan terhadap kedua varian tersebut membuat produksinya selalu menjadi prioritas.
Dalam menjalankan usahanya, pemilik menghadapi berbagai tantangan, salah satunya kenaikan harga bahan baku yang berdampak pada biaya produksi. Meskipun demikian, ia berupaya mempertahankan harga jual agar tetap terjangkau bagi pelanggan.
“Harga bahan baku sering mengalami kenaikan. Namun, kami berusaha mempertahankan harga jual dengan mengambil keuntungan yang tidak terlalu besar agar pelanggan tetap dapat membeli produk kami,” ujar penjual Bakpao Mancar Jaya.
Penjualan bakpao juga mengalami fluktuasi pada waktu tertentu. Pada hari biasa, produksi bakpao dapat mencapai sekitar 20 kilogram per hari karena tingginya permintaan pelanggan. Namun, pada periode libur semester dan selama bulan Ramadan, jumlah penjualan cenderung menurun.
Pada periode tersebut, produksi bakpao biasanya mencapai 8 kilogram per hari. Penurunan ini terjadi karena sebagian besar pelanggan, terutama mahasiswa pulang ke daerah asal sehingga jumlah pembeli berkurang.
Proses produksi bakpao dilakukan setiap hari dengan bantuan karyawan. Pemilik dan karyawan bekerja sama dalam proses pembuatan hingga penjualan produk kepada konsumen.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Bakpao Mancar Jaya tetap berkomitmen menjaga kualitas dan cita rasa produknya. Dengan mempertahankan kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan, usaha tersebut diharapkan terus berkembang serta mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi.
Penulis: Yuliyastin Gebi Saputri
Editor: Septia Berliana
