Sudutnalar, 26 September 2026

(High Volume Air Sampler atau HVAS yang digunakan untuk mengukur partikel debu di udara. Sumber: Yiesha Kayana)
BANYUMAS, SUDUTNALAR β Paparan debu dan campuran partikel kecil yang melayang di udara sering kali tidak disadari oleh masyarakat, padahal risikonya sangat nyata bagi kesehatan para pekerja industri yang menghirupnya seharian. Untuk mengantisipasi tingkat paparan berbahaya tersebut, pengambilan sampel udara ambien atau udara bebas menjadi langkah krusial. Dalam proses pengukuran konsentrasi debu total yang tersuspensi ini, para ahli mengandalkan alat khusus bernama High Volume Air Sampler atau HVAS.
Pengoperasian HVAS membutuhkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi demi menjaga keakuratan data di lapangan. Tahapan awal pengujian dimulai dengan menyiapkan dua kertas saring (kertas filter), satu sebagai filter sampel dan satunya sebagai filter blanko pembanding yang dimasukkan ke dalam desikator untuk menjaga kelembapannya. Kertas filter ini kemudian ditimbang secara presisi menggunakan timbangan analitik. Petugas dilarang keras menyentuh kertas saring dengan tangan telanjang dan wajib menggunakan pinset serta menyimpannya dalam amplop khusus agar terhindar dari kontaminasi.
Saat tiba di lokasi pengujian, tempat kertas filter (filter holder) dipasang pada penyangga tripod, lalu kertas filter sampel dimasukkan ke dalamnya dengan posisi bagian kasar menghadap ke udara luar dan bagian halus menghadap ke dalam. Filter holder tersebut kemudian dihubungkan pada alat utama HVAS menggunakan kabel. Setelah alat dicolokkan ke sumber listrik dan tombol on dinyalakan, pompa vakum akan mulai bekerja menyedot udara dari luar. Petugas akan mencatat laju debit aliran pada flowmeter serta mengaktifkan pencatat waktu (timer) guna menghitung total volume udara yang terhisap secara akurat. Selain mesin utama, pengujian di lapangan juga didukung oleh alat pendukung seperti hygrometer untuk memantau kelembapan udara di sekitar lokasi.
Setelah masa penyampelan selesai dan alat dimatikan, kertas filter diambil kembali menggunakan pinset, dimasukkan ke dalam amplop, lalu dibawa ke laboratorium untuk ditimbang dan dibandingkan dengan kertas blanko. Perhitungan rumus konsentrasi debu ini kerap menjadi tantangan tersendiri, namun hasilnya sangat krusial untuk menentukan tingkat kebersihan udara.
Mengingat kertas filter bekas telah menyerap berbagai jenis debu berbahaya, media sekali pakai ini dikategorikan sebagai Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Oleh karena itu, pengolahannya tidak boleh sembarangan dan wajib dimusnahkan menggunakan insinerator khusus limbah B3 yang dilengkapi Air Pollution Control System guna menyaring gas buang sebelum dilepas ke atmosfer. Untuk menjaga performa pengukuran tetap presisi, seluruh komponen HVAS mulai dari pompa vakum hingga flowmeter harus dirawat dengan hati-hati serta menjalani kalibrasi berkala di laboratorium khusus yang terakreditasi.
Menurut Yiesha, mahasiswa jurusan Kesehatan Lingkungan, alat HVAS sangat berguna dalam menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan, khususnya dalam melindungi pekerja industri.
βAlat HVAS memiliki peran penting dalam perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan industri yang sering terpapar debu di lapangan,β ujarnya.
Dengan demikian, penggunaan High Volume Air Sampler (HVAS) bukan sekadar prosedur teknis pengujian laboratorium, melainkan garda terdepan dalam melindungi kesehatan pekerja dan masyarakat dari bahaya polusi debu industri. Mengingat peran vital dan kerumitan pengoperasiannya mulai dari proses penimbangan, tantangan perhitungan rumus, hingga risiko pembuangan limbah B3, pengelolaan alat ini menuntut kedisiplinan serta kompetensi tinggi dari para petugas di lapangan. Lewat pemantauan udara ini, HVAS menjadi “detektor dini” yang memastikan bahwa polusi debu dari pabrik tidak melebihi ambang batas berbahaya yang dapat memicu gangguan pernapasan. Keberadaan dan keakuratan alat HVAS memberikan kepastian hak atas udara bersih dan lingkungan yang sehat.

(Desikator kaca untuk menjaga kelembapan kertas saring. Sumber: Google)

(Kertas saring dimasukkan ke dalam timbangan analitik untuk diukur partikel debu yang terserap. Sumber: Yiesha Kayana)
Penulis: Rahmah Dya Hamidah
Editor: Niscita Nariswari Vedacetta
