
BANYUMAS, SUDUTNALAR β Sterilisasi peralatan menjadi bagian penting dalam kegiatan laboratorium untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Salah satu teknologi yang digunakan untuk proses tersebut adalah autoklaf, yang bekerja dengan memanfaatkan uap panas dan tekanan dalam ruang tertutup.
Prinsip kerja autoklaf memanfaatkan pemanasan air untuk menghasilkan uap. Uap tersebut kemudian meningkatkan suhu dan tekanan di dalam ruang tertutup hingga mencapai kondisi yang diperlukan untuk proses sterilisasi.
Dalam penggunaan yang dijelaskan Yumas, mahasiswa pengguna autoklaf dalam kegiatan laboratorium, proses sterilisasi dilakukan pada suhu sekitar 121 derajat Celsius dengan tekanan 15 PSI selama kurang lebih 15 menit. Sebelum proses sterilisasi berlangsung, udara di dalam autoklaf dikeluarkan melalui saluran pembuangan.
Pencapaian suhu menjadi salah satu kendala karena autoklaf yang digunakan masih mengandalkan kompor sebagai sumber panas. Suhu meningkat secara bertahap sehingga diperlukan waktu cukup lama untuk mencapai kondisi yang dibutuhkan.
βKesulitannya ada saat mencari 121 derajatnya. Karena masih pakai kompor yang manual,β ujar Yumas.
Menurut Yumas, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu tersebut dapat mencapai sekitar lima hingga enam jam. Lamanya pemanasan membuat penggunaan autoklaf perlu dipersiapkan sehari sebelum praktikum, meskipun proses sterilisasi pada suhu yang ditentukan hanya berlangsung sekitar 15 menit.
Sterilisasi menggunakan autoklaf diperlukan untuk mencegah mikroorganisme yang masih terdapat pada peralatan menyebabkan kontaminasi. Peralatan yang dapat diproses menggunakan autoklaf antara lain labu Erlenmeyer dan pinset.
Setelah proses sterilisasi selesai, autoklaf perlu didinginkan terlebih dahulu sebelum dapat dibuka. Tahap pendinginan diperlukan karena suhu dan tekanan di dalam alat masih tinggi setelah proses sterilisasi.
Penggunaan autoklaf sederhana menunjukkan bahwa pencapaian suhu dan tekanan menjadi bagian penting dalam proses sterilisasi. Pada alat yang masih menggunakan kompor manual, proses mencapai kondisi tersebut menjadi bagian yang membutuhkan waktu paling lama.
Penulis: Nur Syifa Maulidia | Editor: Novika Lesy Rahmawati
