
Purwokerto— Mahasiswa menggelar Audiensi Terbuka di depan Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) pada Jumat (11/9). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk kembali menyampaikan sekaligus mengawal tujuh tuntutan yang ditujukan kepada pihak birokrasi kampus.
Audiensi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu dihadiri sejumlah mahasiswa dengan membawa poster dan spanduk berisi berbagai aspirasi. Sejumlah persoalan terkait tata kelola kampus dan sistem yang berlaku di lingkungan UNSOED menjadi perhatian dalam penyampaian tuntutan tersebut.
Adapun tujuh tuntutan yang disampaikan mahasiswa meliputi transparansi tata kelola kampus, evaluasi terhadap birokrasi, reformasi sistem penerimaan mahasiswa baru, serta penyelenggaraan forum pertanggungjawaban bersama. Tuntutan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mendorong adanya tindak lanjut yang lebih jelas dari pihak kampus.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawalan terhadap tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan. Mahasiswa meminta agar aspirasi yang telah mereka ajukan tidak berhenti pada tanggapan, tetapi diikuti dengan langkah konkret dari pihak birokrasi UNSOED.
Dalam audiensi tersebut, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah seruan, di antaranya “Hidup Mahasiswa!”, “Hidup Rakyat Indonesia!”, dan “Hidup Perempuan yang Melawan!”. Seruan tersebut turut mewarnai jalannya penyampaian aspirasi di depan Gedung Rektorat.
Melalui Audiensi Terbuka ini, mahasiswa berharap pihak kampus dapat memberikan respons dan tindak lanjut terhadap tuntutan yang disampaikan secara terbuka. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk partisipasi mahasiswa dalam menyuarakan persoalan dan mendorong evaluasi terhadap penyelenggaraan kampus.
