
PURWOKERTO – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Ali Rokhman, menghadiri Audiensi Terbuka bersama mahasiswa di depan Gedung Rektorat Unsoed, Jumat (11/9/2026). Dalam forum itu, Prof. Ali duduk bersila di lantai, sejajar dengan peserta aksi, sambil memegang mikrofon untuk menyampaikan tanggapan atas tuntutan mahasiswa.
Audiensi bertajuk “Unsoed Problematik: Menagih Janji, Evaluasi, dan Reformasi Total” ini digelar oleh BEM Unsoed 2026 Kabinet Kausa Cipta melalui Kementerian Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa. Massa berkumpul sejak pukul 14.00 WIB. Titik kumpul berada di area pendopo, lalu massa bergerak ke titik aksi di depan Gedung Rektorat.
Suasana audiensi berlangsung terbuka. Sebuah spanduk bertuliskan tuntutan dibentangkan di lantai, dan pengeras suara disiapkan untuk peserta. Di belakang Prof. Ali, sejumlah dosen dan pejabat kampus duduk di tangga gedung, sementara mahasiswa memenuhi area depan. Prof. Ali menyampaikan tanggapan atas berbagai persoalan di lingkungan universitas yang dibahas dalam forum tersebut.
Dalam keterangan resminya, BEM Unsoed menyebut membawa tujuh tuntutan. Isinya antara lain transparansi tata kelola kampus, evaluasi menyeluruh terhadap birokrasi, reformasi sistem penerimaan mahasiswa baru, hingga penyelenggaraan forum pertanggungjawaban bersama.
BEM Unsoed menegaskan bahwa audiensi ini bertujuan memastikan seluruh tuntutan ditindaklanjuti secara jelas dan konkret. Mereka menyebutnya sebagai momentum pembuktian, yakni apakah birokrasi Unsoed berani berkomitmen secara terbuka di hadapan mahasiswa atau memilih abai terhadap masa depan kampusnya sendiri.
Kehadiran pimpinan universitas secara langsung, dengan gaya duduk lesehan yang egaliter, dinilai menjadi sinyal keterbukaan dialog antara mahasiswa dan pihak rektorat. Namun, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal agar setiap janji yang disampaikan dalam forum tidak berhenti pada pernyataan semata.
Penulis: Pinalia Jelita C
Editor: Aurelia Nabila Zulfah
