Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Alat Pintar di Balik Kokohnya Konstruksi

Posted on September 29, 2026September 29, 2026 by Ardita Nadine

(Dok. Nabila Zalfa Rifda Ramadhani)

BANYUMAS, SUDUTNALAR –  Ancaman rumah ambles di lereng perbukitan dan aspal bergelombang di jalan raya menjadi kekhawatiran nyata bagi keselamatan masyarakat. Banyak warga mengira kerusakan infrastruktur tersebut murni akibat cuaca buruk atau beban kendaraan. Padahal, akar masalahnya sering kali bersumber dari ketidakstabilan struktur tanah bawah yang bergeser tanpa terdeteksi.

Kondisi tanah yang labil ini membuat alat ukur modern bernama teodolit sangat diandalkan sebelum konstruksi dimulai. Perangkat bertenaga baterai ini dirancang untuk menghitung sudut kemiringan tanah secara otomatis. Hebatnya, alat tersebut tetap dapat bekerja dengan akurat tanpa memerlukan sinyal internet, bahkan di area pelosok yang curam.

(Dok. Nabila Zalfa Rifda Ramadhani)

Nabila Zalfa Rifda Ramadhani, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Wijaya Kusuma, membagikan pengalamannya mendalami teknologi ini sejak semester satu di mata kuliah Geomatika. Ia menjelaskan bahwa sebuah bangunan yang berdiri di atas tanah memiliki beban, yaitu beban hidup dan beban mati.

“Beban hidup misalnya kita, manusia. Sedangkan beban mati adalah semua benda mati, termasuk hitungan keramik dan bahan bangunannya sendiri,” kata Nabila.

Karena tanah yang akan menopang seluruh beban tersebut, ia menegaskan bahwa posisi lahan harus dipastikan sudah siap dan kuat untuk menahan beban tersebut. Oleh karena itu, data angka dari teodolit menjadi penentu apakah tanah perlu ditambah material, digali lebih dalam, atau diratakan terlebih dahulu sebelum pembangunan dimulai.

Meskipun teodolit merupakan alat yang cerdas, Nabila menyebut teknologi ini sebagai “alat manja” karena fisiknya sangat sensitif. Teodolit tidak boleh terpapar panas ekstrem atau terkena air, sehingga harus dipayungi dengan sangat hati-hati selama praktikum di lapangan.

Tingkat sensitivitas alat ini paling jelas terlihat pada proses penyetalan nivo tabung, yaitu komponen pengukur kerataan yang menggunakan gelembung udara. Jika posisinya miring sedikit saja, sistem akan menolak merekam data. Namun, lewat proteksi yang ketat inilah infrastruktur sehari-hari dapat berdiri dengan aman dan kokoh.

Oleh   : Adelia Rahma Wati

Editor : Alfia Firqotun Najiyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme