Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Aktif Mengabdi, Tetap Berprestasi: Kisah Abdul Kholiq Fauzi Menyeimbangkan Akademik dan Kegiatan Sosial

Posted on September 23, 2026September 23, 2026 by zulfa izaz
Abdul Kholiq Fauzi, Mahasiswa Ilmu Politik Universias Jenderal Soedirman. (Foto: Dokumen Pribadi Kholiq)

PURWOKERTO, SudutNalar — Bagi sebagian mahasiswa, kesibukan perkuliahan saja sudah cukup menyita waktu. Namun, berbeda dengan Abdul Kholiq Fauzi. Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2023. Ia justru memilih membuka lebih banyak ruang untuk belajar dan berkontribusi mulai dari kegiatan sosial, organisasi, kompetisi, hingga menjadi public speaker dan Master of Ceremony (MC).

Salah satu ruang pengabdian yang dijalani Kholiq adalah Bhinneka Ceria, komunitas sekolah rakyat yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Komunitas ini menjadi wadah bagi para pemuda untuk terlibat dalam kegiatan pendidikan, pemberdayaan, dan sosial. Di dalamnya, Kholiq berperan sebagai salah satu pendiri (founder) sekaligus Manager Pemberdayaan SDM, bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia serta relawan yang terlibat.

Keterlibatan Kholiq dalam Bhinneka Ceria membuatnya berhadapan langsung dengan berbagai dinamika kegiatan sosial. Bersama pengurus lainnya, ia turut mengajar anak-anak dan menjalankan program pendidikan komunitas. Namun, tantangan terbesar menurut Kholiq bukan sekadar mencari relawan, melainkan menjaga agar semangat mereka tidak padam di tengah jalan. 

“Kalau kita bicara tentang komunitas atau volunteer, pasang surut semangat dari teman-teman pengurus ini yang apinya harus tetap dijaga,” ujar Kholiq.

Menurutnya, menjadi relawan berarti memberikan waktu dan tenaga tanpa mengharapkan imbalan materi. Bahkan, para pengurus harus menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer demi menjalankan kegiatan mengajar. Meski demikian, pengalaman itu justru memberikan kepuasan tersendiri baginya. 

“Setiap kita mengajar itu rasanya penuh saja. Penuh dalam artian lebih mahal kayaknya dari uang yang dikasih orang,” tuturnya.

Namun, kesibukan sosial itu tidak lantas membuat Kholiq mengabaikan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa. Ia tercatat mengantongi IPK 3,87 dari skala 4,00 dan terpilih mewakili Program Studi Ilmu Politik dalam seleksi Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Bagi Kholiq, aktivitas di luar perkuliahan justru harus berjalan beriringan dengan pendidikan, bukan menggantikannya. Prinsip inilah yang ia tanamkan juga di Bhinneka Ceria. Bersama para pendiri lainnya, ia berkomitmen agar aktivitas sosial tidak dijadikan alasan bagi pengurus untuk abai terhadap akademik. 

“Jangan sampai jadi alasan buat kalian meninggalkan akademik,” ujar Kholiq.

Komitmen ini diterapkan untuk semua pengurus Bhinneka Ceria. Menurut Kholiq waktu, energi, dan sebagian materi perkuliahan memang harus dikelola ketat ketika seseorang menjalani banyak aktivitas sekaligus. Namun, satu hal yang tidak ingin ia korbankan yaitu pendidikan.

Kesibukan Kholiq juga tecermin dari deretan prestasi yang ia kumpulkan dari berbagai kompetisi, di antaranya: Juara 1 Lomba Debat Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2024, Medali Perak Baca Puisi Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Provinsi Jawa Tengah 2024, Juara 2 Lomba Presentasi Bisnis Soedirman Creaticom tingkat nasional, Juara 1 QRIS Jelajah Budaya Indonesia 2025, serta Juara 1 Lomba Dai tingkat Karesidenan Pekalongan.

Di luar kompetisi, kemampuan komunikasi publik juga menjadi bagian penting dari perjalanan Kholiq. Ia tercatat telah menjadi MC di lebih dari 20 kegiatan kampus dan nasional, moderator di lebih dari 10 forum, serta pembicara publik (public speaker) di lebih dari 15 forum. Salah satu pengalaman berskala nasionalnya adalah menjadi Koordinator Acara NUDC dan KDMI tingkat nasional pada 2025 ajang yang diikuti 129 universitas dengan total 184 tim peserta.

Beragam aktivitas itu membuat manajemen waktu menjadi bagian penting dalam keseharian Kholiq. Ia menyadari, menjalani banyak kegiatan sekaligus berarti ada waktu dan tenaga yang harus dikorbankan. Beberapa kegiatan sosial Bhinneka Ceria bahkan mengharuskan Kholiq dan pengurus lainnya, menempuh perjalanan belasan hingga puluhan kilometer ke sejumlah daerah hanya untuk mengajar anak-anak.

“Pasti ada yang dikorbankan, mulai dari waktu sampai tenaga” ungkapnya.

Bhinneka Ceria melaksanakan kegiatan “Belajar Bareng” di Rumah Cibun, Karanglewas (Minggu, 13/09/2026). (Foto: Dokumen Pribadi Kholiq)

Namun, bagi Kholiq pengorbanan itu adalah bagian dari proses menghadirkan kebermanfaatan. Ia memandang kegiatan sosial bukan sekadar aktivitas tambahan di luar kuliah, melainkan ruang untuk belajar, membangun relasi, dan mengembangkan diri.

Perjalanan Kholiq menjalani berbagai peran itu juga mengajarkannya satu hal penting yaitu  menentukan prioritas. Sebagai mahasiswa, aktif tidak berarti kehilangan fokus akademik. Justru sebaliknya, berbagai kegiatan yang ia jalani menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberi kontribusi bagi orang lain. Melalui Bhinneka Ceria, organisasi, kompetisi, hingga dunia public speaking, ia terus mencari cara agar pencapaian pribadi dan kebermanfaatan sosial bisa berjalan beriringan.

Di tengah padatnya aktivitas itu, Kholiq memilih untuk tidak hanya menjadi mahasiswa yang belajar di ruang kelas. Ia juga menjadikan ruang-ruang di luar kampus sebagai tempat bertumbuh, berbagi, dan memberi kesempatan bagi orang lain untuk turut berkontribusi. 

“Pada akhirnya, kita tidak hanya ingin menjadi orang yang mempunyai prestasi, tapi juga orang yang bisa memberikan kebermanfaatan. Karena, apa yang kita punya akan lebih berarti kalau bisa dibagikan kepada orang lain. Aktif itu bukan hanya tentang seberapa banyak kegiatan yang kita ikuti, tapi tentang apa yang bisa kita dapat dan apa yang bisa kita berikan dari kegiatan itu.”

Penulis Berita : Assifa Sahra Isna Niansyah

Editor Berita : Aniqotul Lutfiyah

1 thought on “Aktif Mengabdi, Tetap Berprestasi: Kisah Abdul Kholiq Fauzi Menyeimbangkan Akademik dan Kegiatan Sosial”

  1. Kholiq berkata:
    September 26, 2026 pukul 3:58 am

    Terima kasih, semangat!

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme