Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

BERMULA DARI LISTRIK TAK TERPAKAI, ES BRASIL KINI EKSIS DARI TAHUN 1968

Posted on September 15, 2026 by Hanunah Mumtaz

Es brasil, sumber : dokumentasi pribadi.

PURWOKERTO—BANYUMAS Indonesia memang tak diragukan lagi tentang kekayaan kulinernya. Setiap sudut wilayah Indonesia menghadirkan cita rasa khas yang menggugah selera. Di tengah banyaknya pilihan tersebut, ada kuliner legendaris yang tak lekang oleh waktu dan selalu menjadi favorit masyarakat. Salah satunya adalah Es Brasil yang sudah eksis sejak tahun 1968 dan masih menjadi makanan favorit banyak orang hingga masa kini. Berawal dari listrik yang tak terpakai, sang pendiri awal, Winawati Wangsaputri, memanfaatkannya untuk membuat es yang awalnya ditawarkan secara keliling. Di balik kesuksesannya, nama “Brasil” sendiri merupakan singkatan dari kata “berhasil” yang memiliki tujuan sebagai doa agar usaha tersebut dapat berjalan lancar dan membawa keberhasilan. Kini, usaha legendaris tersebut sudah diteruskan hingga generasi ke-3 oleh Kak Tata dan bahkan telah memiliki dua cabang di Jakarta dan Bogor.

Berpusat di kota Purwokerto, Es Brasil menjadi pilihan oleh-oleh khas Purwokerto karena cita rasa yang khas dan harga yang ramah di kantong, yaitu dimulai dari harga Rp 1.500 hingga Rp 15.000. Meskipun harganya terjangkau, es krim ini memakai bahan alami, seperti santan, tanpa pemanis buatan, tanpa pengawet, dan menggunakan resep turun-temurun demi menjaga cita rasa yang sama sejak dulu dan inilah yang membuat Es Brasil mampu bertahan selama 56 tahun lamanya. Es Brasil hadir dalam beragam jenis seperti es kotak, es lilin, es puter, es krim, dan es rujak. Salah satu yang paling ikonik adalah jenis es kotak, terutama varian rasa kacang hijau yang paling diminati pembeli karena tekstur lembut dan manis alaminya.

Kedainya pun masih mempertahankan suasana tradisional yang terdapat dua lantai. Di tengah maraknya persaingan kafe modern, alih-alih mengikuti tren kekinian, Es Brasil memilih untuk tetap menjaga cita rasa tradisional yang turun-temurun sejak dulu kala. Hal ini membuktikan bahwa kuliner lokal mampu bersaing dengan tren saat ini, sekaligus menghadirkan kenikmatan, kesegaran, dan rasa nostalgia yang memikat hati para pelanggan.

Reporter: Muhammad Yayan Maulana | Editor: Fara Aulia Fadilah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme