sudutnalar.com — 14 September 2026
Penulis: Dwi Santika Sukmaningrum | Editor: Sabrynna Zahra Saraswati

(sudutnalar.com/Dwi Santika Sukmaningrum)
BANYUMAS — sudutnalar.com Bagi masyarakat yang ingin melepas penat di tengah padatnya aktivitas perkotaan, berlibur ke wisata alam terbuka hijau bisa menjadi solusi tepat. Tak jauh dari pusat Kota Purwokerto, Kawasan Baturraden menyimpan destinasi berudara sejuk dan mendamaikan, salah satunya adalah wisata Gurau Baturraden.
Destinasi ini terletak di Desa Karangsalam (Dusun II), Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Gurau Baturraden merupakan kepanjangan dari Guratan Watu Baturraden yang memiliki pemandangan bebatuan artistik dan telaga yang eksotis. Jika kita tertarik untuk berkunjung ke wisata Gurau Baturraden, kita dapat menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari pusat Kota Purwokerto. Akses jalan utamanya sudah beraspal mulus meski pengunjung perlu berhati-hati saat memasuki area 100 meter terakhir sebelum titik lokasi karena jalurnya masih berupa bebatuan kerikil. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, pengunjung akan disambut hamparan sawah hijau dan pepohonan asri. Begitu sampai pada lokasi Gurau Baturraden, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk Rp5.000 per orang dan biaya parkir Rp2.000 saja.

(sudutnalar.com/Dwi Santika Sukmaningrum)
Tiba di lokasi halaman tengah, pengunjung disuguhi dengan pemandangan telaga yang memanjakan mata. Air yang jernih dengan vegetasi tumbuhan di sekelilingnya menambah suasana tenang dan sejuk. Pengunjung yang datang kesini senang dengan adanya objek wisata perairan telaga yang menjadi ciri khas kawasan wisata Gurau, terlebih lagi untuk para pecinta pemandangan perairan seperti yang dirasakan oleh pengunjung disini.“Saya suka dengan yang air-air, makanya saya kesini” ujar Suyitno. Selain pemandangan telaga, terdapat peminjaman sampan untuk menyusuri telaga. Menariknya lagi, untuk menaiki sampan kecil ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Beralih dari kawasan telaga,t bagian bawah sisi telaga terdapat aliran air yang arusnya tidak begitu deras dengan dipayungi oleh dahan pepohonan sehingga cocok dan aman untuk tempat berenang anak kecil.

(sudutnalar.com/Dwi Santika Sukmaningrum)
Memasuki kawasan bagian atas telaga, terdapat bebatuan artistik. Nama “Gurau” sendiri merupakan singkatan dari Guratan Watu, merujuk pada formasi tumpukan batu alam berukir artistik yang mengelilingi sumber mata air setempat. Banyaknya bebatuan tersebut wisata ini diberi nama Gurau Baturraden.
Guna menunjang kenyamanan pengunjung, pengelola menyediakan berbagai fasilitas umum mulai dari mushola, WC, hingga deretan gazebo untuk bersantai. Untuk gazebo berkapasitas kecil (2 hingga 5 orang), pengunjung dapat menggunakannya secara gratis. Sementara itu, untuk kegiatan skala besar seperti arisan, silaturahmi, maupun syukuran keluarga, pengelola menyewakan gazebo berkapasitas besar. Bagi wisatawan yang berniat bermalam, pengelola juga menyediakan persewaan tenda serta lapak berkemah dengan kapasitas 4 hingga 8 orang, hingga fasilitas penginapan rumah (homestay).
Pengelola terus berkomitmen untuk menjaga kelestarian dan kenyamanan objek wisata ini. Perwakilan pengelola wisata menjelaskan bahwa seluruh pendapatan retribusi dan sewa fasilitas dialokasikan kembali untuk pengelolaan tempat. “Semua dana dana pemasukan dari wisata ini kita gunakan untuk perawatan fasilitas disini seperti kebersihan” ujar Oca.
Kehadiran destinasi wisata alam ini tidak hanya menyajikan kesegaran bagi wisatawan, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar melalui berdirinya lapak-lapak UMKM lokal.
