sudutnalar.com – 12 September 2026
Penulis: Sabrynna Zahra Saraswati | Editor: Dwi Santika Sukmaningrum

(sudutnalar.com/Sumber: Sabrynna Zahra Saraswati)
PURBALINGGA, sudutnalar.com — Suasana sejuk dengan pepohonan pinus yang rindang menjadikan para pengunjung betah berada di kawasan wisata Pinesan Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Jika pengunjung menginginkan tempat sejuk, tenang dan santai, tempat ini adalah jawabannya.
Pinesan Serang merupakan salah satu bagian dari kawasan D’Las, Purbalingga. Berbeda dengan sejumlah area D’Las lain yang berfokus pada wahana, Pinesan Serang lebih menawarkan suasana hutan pinus sebagai daya tariknya. Pak Sapto, selaku penjaga tempat dan penjaga loket mengatakan bahwa kawasan Pinesan Serang memang difokuskan sebagai tempat bagi pengunjung untuk bersantai, nongkrong, dan menikmati suasana alam. Ia juga mengatakan mayoritas pengunjung merupakan kalangan remaja ke atas.
“Untuk pengembangan wisata sementara belum ada karena di sini fokusnya pada suasana alam, kalau wahana kan sudah ada di sebelah (D’Las Lembah Asri Serang Purbalingga). Pengunjung di sini kebanyakan kalangan remaja ke atas, makanya kita kasih tempat pengunjung buat nyantai, nongkrong, ngopi,” ujar Pak Sapto saat diwawancarai.

(sudutnalar.com/Sumber: Sabrynna Zahra Saraswati)
Pengalaman tersebut juga dirasakan oleh Arifatu Zuhrina, pengunjung asal Pemalang yang baru pertama kali mengunjungi kawasan Pinesan Serang. Bersama dengan seorang temannya, pengunjung asal Pemalang tersebut mengatakan suasana alam yang sejuk dan tenang membuatnya tertarik berkunjung. Keberadaan fasilitas yang mudah dijangkau juga menjadi pengalaman bagi Arifatu. Ia menyebut Pinesan Serang memiliki tempat duduk, warung, dan parkiran luas yang menunjang kenyamanannya selama berada di lokasi. Kesan tersebut membuat Arifatu tertarik untuk kembali berkunjung dan berencana mengajak lebih banyak temannya untuk datang ke Pinesan Serang.
“Suasananya sejuk dan sepi. Untuk fasilitas, air ada, tempat duduk ada, warung ada, tempat parkir juga luas. Saya tertarik untuk balik ke sini dengan mengajak teman-teman saya yang lain,” ujar Arifatu.

(sudutnalar.com/Sumber: Sabrynna Zahra Saraswati)
Namun, jumlah pengunjung tempat ini tidak selalu sama setiap hari. Menurut Pak Sapto, Pinesan Serang lebih ramai di akhir pekan dibandingkan hari biasa. Faktor cuaca juga menjadi pengaruh kedatangan pengunjung ke tempat ini. Pak Sapto menyebut jumlah pengunjung cenderung berkurang ketika musim hujan. Meskipun demikian, kondisi berkabut justru menjadi daya tarik bagi sebagian pengunjung untuk mendapat spot foto terbaik.
“Kalo waktu musim hujan pengunjung tetap berkurang. Mereka tetap di sini tapi pengunjungnya ga banyak seperti biasanya. Kadang ada pengunjung yang ke sini sengaja cari momen pas kabut, biasanya ramai kalau pas sore bagus katanya buat foto,” ujar Pak Sapto.
Awal Mula Terbentuknya Wisata Pinesan Serang
Keberadaan Pinesan Serang sebagai tempat wisata mulai berkembang sekitar 2008. Awalnya, kawasan ini mulai banyak dikunjungi meskipun belum dikelola sebagai tempat wisata. Kemudian, tempat ini mulai dikembangkan dengan membuka kedai kecil dan mengembangkan aktivitas pertamanya, yaitu flying fox. Setelah itu, sistem tiket mulai diberlakukan pada 2012.
Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Sekitar
Keberadaan kawasan wisata ini juga memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pak Sapto menyebut sebagian masyarakat yang sebelumnya berprofesi sebagai petani kini beralih profesi menjadi pedagang dan mengembangkan aktivitas peredagangan dengan membuka warung di sekitar kawasan wisata.
Jam Operasional dan Tarif Tiket
Pinesan Serang Purbalingga buka setiap hari. Senin – Jum’at pada pukul 08.00 – 16.00 dan di akhir pekan pada pukul 08.00 – 17.00. Dengan tarif Rp5.000 per orang, pengunjung sudah dapat menikmati suasana rindang pohon pinus sepuasnya. Jika pengunjung membawa kendaraan pribadi, untuk kendaraan bermotor dikenakan tarif Rp2.000 dan kendaraan bermobil dikenakan tarif Rp5.000.
