Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Membayar Tuntas Doa Ibu: Langkah Pantang Menyerah Sutami Menembus IPB University

Posted on Oktober 9, 2026Oktober 9, 2026 by zulfa izaz

Oleh: Nissa Rhosida Dini Mustika Sari/ J1D025012

Sutami, S.P., M.P., Dosen Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan Sekolah Vokasi IPB University yang kini tengah menempuh studi doktoral di Bogor, Jawa Barat. (Foto: Dok. Pribadi)

PURWOKERTO, SudutNalar —Lembar data hasil analisis tersusun rapi di atas meja laboratorium Sekolah Vokasi IPB University. Di antara riuhnya aktivitas penelitian, Sutami, S.P., M.P. tampak tekun mengamati sampel. Perempuan berusia 30 tahun yang akrab disapa Tami ini kini menjalani dua peran sekaligus yaitu sebagai dosen muda di Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan, sekaligus mahasiswa program doktor (S3) Ilmu Tanah, IPB University. 

Laboratorium dan atmosfer akademis memang sudah menjadi bagian dari hidupnya. Meskipun demikian, profesi dosen sejatinya bukanlah cita-citanya sejak kecil. Minat tersebut baru tumbuh saat ia menempuh pendidikan S1 hingga S2 Ilmu Tanah di Universitas Sebelas Maret (UNS).

Di UNS inilah alur perjalanan akademisnya dimulai. Saat menempuh S1, ia memberanikan diri menjadi asisten praktikum untuk mendampingi adik tingkat di laboratorium. Memasuki jenjang S2, perannya meningkat menjadi asisten dosen, di mana ia belajar  secara langsung cara mengajar dan membimbing mahasiswa secara efektif. Dari pengalaman itu, ia menemukan kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan uang yaitu saat melihat mahasiswa berhasil memahami materi yang sulit. Momen-momen itulah yang memantapkan tekadnya untuk menjadi seorang pendidik.

Namun, jalan menuju mimpinya tidak pernah mudah. Tumbuh tanpa sosok ayah yang telah berpulang sejak ia masih di dalam kandungan. Tami dibesarkan seorang diri oleh ibunya dengan segala perjuangan dan keterbatasan. Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan yang membuatnya semakin bersemangat untuk terus melangkah maju.

Rintangan makin terasa nyata saat Tami lulus S2. Keinginannya menjadi dosen sempat dihantam kegagalan bertubi-tubi dalam berbagai seleksi penerimaan. Rasa cemas dan takut akan masa depan sempat menghampiri. Kendati demikian, ia memilih tidak menyerah. Mengingat kerja keras sang ibu yang membesarkannya sendirian, Tami terus memperbaiki diri dan menguatkan ikhtiar spiritualnya.

Usaha dan doa tersebut akhirnya membuahkan hasil manis ketika IPB University membuka rekrutmen. Ia mengikuti seluruh rangkaian seleksi dengan cermat hingga akhirnya resmi diterima sebagai dosen di Sekolah Vokasi, IPB University. Pada kesempatan yang sama, Tami juga berhasil lolos seleksi program S3 Ilmu Tanah di kampus yang sama.

Kini, hari-harinya diisi dengan mengajar, meneliti di laboratorium, dan menyelesaikan studi doktoralnya. Di tengah padatnya tanggung jawab akademis tersebut, kebangkitan semangatnya tetap berakar pada sosok sang ibu.

“Yang membuat semangat saya terus membara adalah melihat komitmen dan dukungan Ibu,” tutur Tami dalam wawancara, dikutip Rabu  (7/10/2026).

Satu nasihat ibunya yang selalu dijadikan pegangan hidup hingga kini adalah, “Bekerjalah dengan tulus dan ikhlas, karena hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha.” ujar Tami.

Berbekal pesan tersebut, Tami melangkah ke depan. Sebagai dosen dan peneliti, ia berharap risetnya di bidang ilmu tanah dan pengelolaan lahan dapat bermanfaat nyata bagi masyarakat. Sementara sebagai pendidik, ia berkomitmen menanamkan integritas dan empati kepada para mahasiswanya.

Di balik pencapaiannya, terdapat perjuangan panjang dan berbagai kegagalan yang pernah dilalui. Dukungan dan doa dari sang ibu menjadi salah satu sumber kekuatan bagi Tami untuk terus melangkah. Bagi Tami, pencapaian yang ia capai saat ini bukanlah titik akhir dari perjalanan yang ia tempuh. Ia tetap ingin terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan memberi manfaat melalui bidang pendidikan serta penelitian yang sedang ia jalani.

Perjalanan Tami dari seorang anak yang dibesarkan ibu tunggal, meniti langkah dari asisten laboratorium, hingga kini berdiri di podium kelas IPB menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan awal bukanlah penentu akhir perjalanan. Selama ada ketulusan, usaha tanpa henti, dan doa seorang ibu, setiap langkah akan menemukan jalannya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme