Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Mengulik Derap Kemanusiaan Lintas Generasi Nara Volunteer

Posted on Oktober 9, 2026Oktober 9, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

BEKASI, SudutNalar – Beberapa pemuda berseragam relawan tampak berjongkok di lantai keramik sederhana, menyelaraskan tinggi tubuh mereka dengan para lansia yang duduk di kursi roda. Dengan jemari yang menggenggam hangat  tangan para lansia, mendengarkan kisah-kisah masa lalu yang dituturkan dengan suara gemetar, tetapi penuh kerinduan. Pada kesempatan lain, di ruang yang berbeda, suasana riang terpancar ketika para relawan duduk melingkar di lantai bersama anak-anak, mendampingi mereka belajar dan menggoreskan warna pada kertas. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang acap kali mementingkan diri sendiri, hadir sebuah gerakan inklusif yang konsisten menyapa sudut-sudut yang terpinggirkan—Nara Volunteer.

Relawan Nara Volunteer saat berinteraksi dan mendampingi para lansia di panti jompo. (Dokumentasi Pribadi Narasumber)

Bagi Nara Volunteer, aksi sosial yang mereka jalankan tidak pernah dibatasi satu kelompok usia saja. Jangkauan kepedulian komunitas ini merangkul berbagai lapisan masyarakat yang sangat luas dan kerap luput dari perhatian publik. Mulai dari panti asuhan, panti jompo, yayasan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), panti disabilitas, hingga ruang-ruang pinggiran seperti kolong jembatan dan sekolah anak jalanan. Nara Volunteer datang bukan sekadar membawa bantuan materi, melainkan hadir secara utuh lewat ruang untuk bermain, belajar, dan berbagi kehangatan.

“Fokus utama program Nara Volunteer ada di bidang sosial, yang di mana kita bermain, belajar, dan berbagi bersama. Kita tidak hanya berusaha membuat kegiatan yang seru, tetapi juga berusaha memberikan pengalaman dan dampak positif untuk mereka,” ujar Yaqdzan, Ketua Umum Nara Volunteer.

Suasana kebersamaan relawan Nara Volunteer saat mendampingi anak-anak belajar dan beraktivitas bersama.
(Dokumentasi Pribadi Narasumber)

Namun, mengalirkan kepedulian di berbagai medan sosial yang berbeda tentu menghadirkan dinamika tersendiri. Perjuangan para relawan kerap dimulai jauh sebelum kegiatan berlangsung. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Nara Volunteer adalah proses perizinan dan pencarian tempat, seperti panti asuhan dan panti jompo yang siap menerima kedatangan mereka. Tidak semua pihak pengelola menanggapi permohonan dengan cepat, sehingga para relawan harus meluangkan waktu dan tenaga ekstra selama berhari-hari demi memastikan kegiatan dapat terlaksana.

Meski demikian, segala lelah dan kerumitan proses persiapan seolah menguap begitu saja saat para relawan mulai berinteraksi langsung di lapangan. Hal yang paling berkesan bagi para relawan bukanlah seberapa besar acara yang digelar, melainkan momen-momen sederhana ketika sekat canggung mulai mencair, baik pada anak-anak yang semula pemalu maupun para lansia yang mendambakan teman bicara.

“Salah satu hal yang paling berkesan bagi kami bukan selalu sesuatu yang besar, tetapi momen-momen sederhana ketika mereka mulai merasa nyaman dengan volunteer. Misalnya, anak yang awalnya masih malu dan memilih diam, kemudian mulai ikut bermain, bertanya, bercerita, atau bahkan berani tampil di depan teman-temannya. Bagi kami, perubahan kecil seperti itu memiliki arti yang besar,” tutur Yaqdzan dengan nada hangat.

Ia menambahkan bahwa ada rasa bahagia yang tak ternilai ketika melihat senyum kembali terukir di wajah mereka orang-orang yang mereka dampingi. Momen ketika anak-anak pulang membawa cerita gembira, atau saat genggaman tangan lansia terasa erat penuh keharuan, menjadi pengingat bagi para relawan bahwa kehadiran, perhatian, dan waktu yang disisihkan mampu menjadi pelipur lara yang sangat berarti.

Dampak dari aksi multiprogram ini pun perlahan terlihat nyata. Keberanian dan rasa percaya diri anak-anak untuk berinteraksi serta mengekspresikan diri meningkat, sementara kelompok masyarakat rentan lainnya mendapatkan kembali ruang untuk merasa dihargai dan didengar. Kendati demikian, Yaqdzan dan timnya enggan mengukur keberhasilan hanya dari perubahan singkat dalam satu hari kegiatan.

“Harapan kami adalah pengalaman yang mereka dapatkan bisa menjadi bagian kecil dari proses tumbuh mereka, sehingga mereka semakin percaya diri, memiliki rasa ingin tahu, dan berani memiliki cita-cita,” ungkap Yaqdzan. Sore mulai temaram, tetapi tawa dan cerita hangat masih bergema di ruang-ruang yang dihampiri Nara Volunteer. Lewat ketulusan para relawan, sebuah pesan tersampaikan tanpa suara bahwa perhatian kecil hari ini bisa menjadi penyala harapan bagi siapa saja yang membutuhkan.

Penulis: Aurelia Az zahra Salsabillah

Editor: Dania Anggita Nirmalaningtyas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme