Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Mengejar Kuliah di Tengah Keterbatasan: Perjuangan Adit Menuju UGM

Posted on Oktober 9, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Oleh: Assifa Sahra Isna Niansyah

Aditya, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada. (Foto: Dokumen Pribadi).

PURWOKERTO, SudutNalar β€” Setiap pagi, Adit mengayuh sepeda dari kos menuju kampus. Sore harinya, ia kembali mengayuh sepeda itu menuju tempat kerja yang berjarak cukup jauh. Sepeda tersebut merupakan pinjaman dari seorang teman untuk membantunya menjalani aktivitas sehari-hari di Jogja.

Adit merupakan mahasiswa Matematika Universitas Gadjah Mada. Namun, perjalanan Adit menuju bangku kuliah tidaklah mudah. Sebelum sampai di UGM, ia harus melewati kegagalan dalam beberapa seleksi perguruan tinggi, keterbatasan ekonomi keluarga, hingga bekerja untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Sejak semester pertama, Adit belum memiliki laptop pribadi. Untuk mengerjakan tugas dan kebutuhan perkuliahan, ia mengandalkan laptop yang tersedia di perpustakaan atau menggunakan komputer di tempat fotokopi. Memasuki akhir semester kedua, kebutuhan akan laptop semakin mendesak karena semester ketiga sudah di depan mata.

Ia kemudian membuat tantangan untuk dirinya sendiri, yaitu mengumpulkan Rp3 juta dalam 50 hari. Target tersebut ia bagi menjadi Rp60.000 per hari.

Pukul 17.00, Adit mulai bekerja sebagai waiter di sebuah rumah makan. Selama enam jam, ia tidak hanya melayani pelanggan. Ia juga mengangkat barang, membersihkan tempat, mencuci piring, serta mengerjakan berbagai tugas lain yang dibutuhkan di tempat kerja. Dari pekerjaan tersebut, ia mendapatkan upah Rp60.000 per hari.

Bahkan ketika masa liburan tiba, Adit memilih tidak pulang agar dapat bekerja dan menabung lebih banyak.

Namun, perjuangan Adit untuk bisa kuliah sebenarnya telah dimulai jauh sebelum ia menjadi mahasiswa UGM.

Pada jalur SNBP, ia memilih Matematika UGM dan Matematika Unsoed. Namun, kedua pilihan tersebut belum membawanya lolos. Ia kemudian mencoba SNBT dengan memilih Teknik Kimia UGM. Selama masa persiapan, Adit belajar secara intensif di Inten Purwokerto. Ia bahkan terbiasa bangun sekitar pukul 03.00 untuk kembali belajar sebelum memulai aktivitas pada pagi hari. Namun, hasil yang diharapkan belum ia dapatkan. SNBT kembali berakhir dengan kegagalan.

Di saat yang sama, Adit mulai menyadari bahwa persoalan biaya juga menjadi tantangan besar. Kondisi ekonomi keluarganya membuat pendidikan tinggi menjadi sulit. Orang tuanya tidak bekerja, sementara kebutuhan sekolah adik-adiknya juga harus dipenuhi.

Adit kemudian mencari berbagai cara untuk mendapatkan uang. Ia menawarkan diri bekerja sebagai waiter, dishwasher, maupun kasir. Ia juga menerima pekerjaan les Matematika, Fisika, dan Kimia dengan bayaran sekitar Rp30.000 untuk satu setengah jam.

Dari berbagai pekerjaan tersebut, ia sempat mengumpulkan Rp280.000 untuk biaya pendaftaran jalur mandiri. Namun, uang itu kemudian digunakan keluarganya untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan sekolah adiknya. Adit harus kembali mengumpulkan uang dari nol, sementara batas pendaftaran semakin dekat.

Situasi tersebut membuatnya sempat mempertanyakan keadaan yang sedang dihadapi.

β€œKok susah banget ya cari uang? Sekolah 12 tahun, nyari duit segini doang kok susah?”

Meski demikian, ia tidak berhenti mencari jalan. Adit kemudian menghubungi salah satu guru SMA-nya, Bu Kus, untuk meminjam uang. Bu Kus sempat menawarkan Rp1 juta, tetapi Adit hanya meminta Rp300.000. Pada akhirnya, Bu Kus memberikan Rp500.000 dan Bu Indra menambahkan Rp100.000.

Perjalanan Adit kemudian sempat menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang diunggahnya viral. Dalam video tersebut, ia menceritakan perjalanan sejak mendaftar kuliah hingga usahanya mengumpulkan uang untuk membeli laptop. Video tersebut diunggah sekitar pukul 16.00 dan baru diperiksanya kembali sekitar pukul 23.00. Saat itulah ia menyadari bahwa video tersebut telah ramai dan mulai mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk media.

Dari perhatian tersebut, Adit sempat mendapat tawaran bantuan berupa laptop. Namun, ia memilih mendapatkannya melalui hasil kerja sendiri. Ia memiliki prinsip bahwa bantuan tidak selalu harus diterima dalam bentuk hasil akhir. Ia mengibaratkannya seperti belajar mendapatkan ikan.

β€œKalau dikasih ikan, mungkin hari ini aku kenyang. Tapi kalau aku belajar memancing, aku bisa dapat ikan lagi besok.”

Ia kemudian mendapat tawaran pekerjaan membersihkan kaca dari Dewi Persik. Pekerjaan yang awalnya diperkirakan hanya berlangsung satu hari itu justru berlanjut hingga tiga minggu.

Dari pekerjaan tersebut, ditambah berbagai usaha yang telah ia lakukan sebelumnya, uang yang dibutuhkannya akhirnya terkumpul. Adit pun berhasil membeli laptop yang selama ini ia perjuangkan.

Laptop itu bukan sekadar perangkat untuk mengerjakan tugas. Bagi Adit, laptop tersebut menjadi hasil dari uang yang dikumpulkannya sedikit demi sedikit melalui berbagai pekerjaan. Setelah kebutuhan laptop terpenuhi, perhatian yang sebelumnya datang melalui media kemudian berkembang menjadi tawaran untuk menjadi pembicara dalam berbagai acara.

Adit pernah gagal dalam beberapa seleksi perguruan tinggi. Ia juga harus mengumpulkan biaya dari berbagai pekerjaan dan kembali memulai dari nol ketika uang yang dikumpulkannya digunakan untuk kebutuhan keluarga.

β€œBoleh ngeluh, tapi nyerah jangan.” Kini, sepeda pinjaman itu masih menemani keseharian Adit, dari kos menuju kampus hingga ke tempat kerja. Di tengah keterbatasan, ia tetap memilih untuk terus berjalan dan berusaha.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme