Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dari Hobi Makeup, Faira Buktikan Rezeki Tak Pandang Latar Belakang

Posted on Oktober 9, 2026 by aflah amanullah

Penulis: Salamah | Narasumber: Faira Rizki Septiana | Keterangan: Feature News | Rabu, 07 Oktober 2026

Sumber Foto: Faira Rizki Septiana

BANYUMAS, SUDUTNALAR – Tidak ada kamera mahal di awal perjalanan Faira menjadi content creator. Ia memulai semuanya dengan ponsel Android dan ruang kamar yang sempit. Untuk mendapatkan pencahayaan yang cukup, Faira bahkan memanfaatkan sinar matahari pada pagi hari. Dari kondisi sederhana tersebut, ia mulai membuat konten makeup yang kemudian menjadi sumber penghasilan.

Ketertarikannya pada makeup memang sudah ada sejak awal. Namun, kondisi ekonomi membuat Faira berpikir untuk menjadikan hobinya sebagai peluang mendapatkan penghasilan. Ia mulai mempelajari dunia affiliate dan content creator.

“Awalnya karena ada masalah ekonomi. Saya memang suka makeup, jadi saya melihat ada peluang dari hobi itu untuk dijadikan sumber penghasilan,” kata Faira.

Awalnya, Faira tidak berharap terlalu banyak. Ia ingin mencoba dan berharap suatu saat bisa mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan brand besar serta memperoleh komisi dari konten yang dibuatnya.

Saat mulai membuat konten, Faira masih menggunakan ponsel Android. Namun, hasil video yang didapatkan belum sesuai dengan yang diinginkan. Karena ingin membuat konten dengan lebih maksimal, ia kemudian beralih menggunakan perangkat iOS. Ia juga mulai memperhatikan pencahayaan dan tempat untuk membuat konten

“Waktu awal saya masih pakai Android, tetapi hasilnya kurang bagus. Karena saya orangnya ingin memaksimalkan sesuatu, akhirnya saya menyiapkan perangkat, lighting, dan tempat supaya kontennya lebih rapi,” ujar Faira.

Tempat menjadi salah satu kendala yang dihadapi Faira. Kamar yang digunakan untuk membuat konten tidak terlalu luas dan terasa panas. Ia akhirnya memindahkan kegiatan membuat konten ke ruang tamu yang lebih besar. Pencahayaan yang kurang juga membuat Faira memanfaatkan sinar matahari pada pagi hari.

“Kamarnya kecil dan panas, jadi akhirnya pindah ke ruang tamu karena lebih luas. Kalau pencahayaannya kurang, saya biasanya memanfaatkan cahaya matahari pagi,” tuturnya.

Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan lancar. Faira pernah berada di titik ketika video yang sudah dibuat dengan baik tetap tidak masuk FYP. Ia merasa sudah memikirkan pengambilan gambar dan tampilan video, tetapi hasilnya belum sesuai harapan.

“Saya pernah benar-benar merasa mau berhenti karena sudah bikin video dengan hati-hati, sudah memikirkan grafisnya, tetapi tetap tidak FYP,” kata Faira.

Keinginan untuk berhenti sempat ia sampaikan kepada orang tuanya. Namun, dukungan dari orang-orang terdekat membuat Faira kembali melanjutkan kegiatannya. Ia menyadari bahwa hasil tidak selalu datang dengan cepat.

“Saya sempat bilang ke orang tua kalau mau berhenti. Tapi orang-orang terdekat terus kasih semangat. Dari situ saya sadar kalau proses itu memang tidak instan,” ujarnya.

Di sisi lain, Faira juga harus membagi waktunya dengan kegiatan sebagai mahasiswa. Ia aktif mengikuti kepanitiaan dan organisasi. Ketika pekerjaan dari content creator mulai bertambah dan datang bersamaan dengan tugas kuliah, waktu istirahatnya pun berkurang.

“Tantangan paling berat itu mengatur waktu. Saya aktif sebagai mahasiswa, ikut kepanitiaan dan organisasi. Kalau lagi banyak endorsement, kadang saya baru tidur menjelang pagi karena harus bikin konten, balas chat brand, editing, dan masih ada tugas kuliah,” tutur Faira.

Penghasilan dari konten kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan. Faira membaginya untuk membantu orang tua, memenuhi kebutuhan sehari-hari, membeli peralatan untuk membuat konten, dan membeli beberapa barang yang selama ini ia inginkan.

“Penghasilannya saya bagi untuk orang tua, kebutuhan sehari-hari, beli peralatan konten, dan kadang untuk membeli sesuatu yang memang sudah saya inginkan,” katanya.

Penghasilan tersebut juga membawa perubahan bagi keluarganya. Faira mengatakan pendapatan dari konten cukup besar dan sangat membantu kondisi ekonomi keluarganya. Salah satu perubahan yang paling ia rasakan adalah ibunya yang sebelumnya bekerja kini dapat berhenti dan beristirahat di rumah.

“Penghasilan dari konten lumayan besar, bahkan bisa dibilang lebih tinggi dari UMR. Itu sangat membantu ekonomi saya dan keluarga. Ibu yang sebelumnya bekerja sekarang bisa berhenti dan istirahat di rumah,” ujar Faira.

Perubahan tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi. Faira yang sebelumnya dikenal sebagai mahasiswa biasa kini mulai dikenal sebagai content creator TikTok. Meski begitu, ia tetap melihat perjalanan tersebut sebagai proses yang masih terus berjalan.

Bagi Faira, perjalanan menjadi content creator memiliki arti tersendiri. Setiap konten yang dibuatnya mengingatkan pada proses yang sudah ia lewati, mulai dari menggunakan peralatan sederhana hingga menghadapi kegagalan ketika kontennya tidak masuk FYP.

“Setiap konten itu selalu ada rasa syukur. Perjalanan ini sangat berarti karena hidup saya berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Dari perjalanan tersebut, Faira ingin menunjukkan bahwa kesempatan bisa datang dari mana saja. Latar belakang ekonomi bukan alasan untuk berhenti mencoba selama seseorang mau memilih jalan yang baik dan terus berusaha.

“Saya ingin membuktikan kalau kesempatan dan rezeki itu enggak melihat siapa kita. Walaupun berasal dari keluarga dengan ekonomi yang rendah, kalau kita memilih jalan yang baik, hasil yang baik juga bisa datang,” kata Faira.

Penulis : Salamah

Editor  : Saniya Rahma

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme