Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Menunggu Peluang dari Balik Mesin Fotokopi

Posted on Oktober 9, 2026Oktober 9, 2026 by shafrifa aulia

Shafrifa Rahma Aulia

Widyonarko mengoperasikan mesin pencetak di tempat usaha fotokopinya di Jalan Gunung Semeru, Purwokerto Utara (Dok. Shafrifa Rahma Aulia)

Jarinya lihai memegang tetikus di atas meja. Tatapannya terpaku pada layar komputer, sesekali berpindah ke lembaran kertas. Setelah memastikan dokumen siap, lembaran tersebut ia taruh ke dalam mesin pencetak. Tak lama, selembar kertas keluar. Dengan ramah, lembar itu diserahkan kepada seorang mahasiswa.

Lelaki di balik mesin pencetak itu adalah Widyonarko. Pria berumur 40 tahun tersebut menjalankan usaha fotokopi tepatnya di Jalan Gunung Semeru, Purwokerto Utara. Letaknya yang berada di sekitar kawasan Universitas Jenderal Soedirman membuat sebagian besar pelanggan yang datang adalah mahasiswa. Ia dengan cekatan melayani berbagai kebutuhan mereka, mulai dari mencetak dan menggandakan dokumen hingga melayani keperluan fotokopi lainnya

Memasuki tempat usaha Widyonarko, meja kerja dan mesin pencetak berada di sisi ruangan, sementara etalase berisi kertas dan berbagai perlengkapan alat tulis berada di bagian depan. Meski sederhana, ruang tersebut cukup untuk melayani pelanggan yang datang silih berganti. Beberapa kursi juga tersedia bagi pelanggan yang menunggu dokumennya selesai dicetak.

Suasana di dalam tempat usaha fotokopi milik Widyonarko yang dilengkapi mesin pencetak, meja kerja, serta etalase berisi kertas dan perlengkapan alat tulis (Dok. Shafrifa Rahma Aulia)

Mencari Peluang

Fotokopi ini menjadi tumpuan ekonomi bagi Widyonarko dan keluarganya. Sejak membuka usaha pada September 2023, berbagai pasang surut ia alami. Ia pernah hanya mendapatkan dua pelanggan dalam sehari. Meski begitu, Widyonarko terus mencari peluang dan menyusun strategi agar usahanya tetap berjalan.

Hari Minggu menjadi salah satu peluang yang ia manfaatkan. Pada hari tersebut, Widyonarko sengaja membuka tempat usahanya hingga malam, bahkan beberapa kali sampai melewati pergantian hari.

Ada alasan di balik keputusannya membuka usaha hingga larut malam. Bagi Widyonarko, waktu tersebut menjadi kesempatan untuk melayani mahasiswa yang masih membutuhkan layanan fotokopi setelah tempat usaha lain tutup. Ia memilih tetap buka dan menunggu kemungkinan adanya pelanggan yang datang.

β€œSiapa tahu ada peluang di sini. Mahasiswa suka butuh fotokopi di jam-jam malam. Saat mencari fotokopi dan lihat toko saya, oh, ada fotokopi yang masih buka,” katanya.

Pelanggan fotokopi ini turut membantu mengenalkan usahanya kepada orang lain. Berbekal media sosial Twitter, beberapa pelanggan membagikan informasi mengenai tempat usahanya sehingga pelanggan baru mulai berdatangan.

Setiap pagi sebelum membuka usaha, Widyonarko terlebih dahulu mengecek tinta mesin pencetak. Komputer yang digunakan untuk mencetak dokumen juga tak luput dari pemeriksaannya. Ia menghapus dokumen-dokumen yang sudah tidak terpakai agar ruang penyimpanan tetap tersedia untuk dokumen baru yang akan dicetak. Setelah memastikan tinta dan komputer siap digunakan, barulah ia membuka tempat usahanya dan mulai melayani pelanggan.

Beragam Cerita

Widyonarko juga kerap menghadapi berbagai situasi dari para pelanggannya. Terlebih saat musim UTS, ketika beberapa mahasiswa baru mencetak kartu ujian beberapa menit sebelum ujian dimulai.

β€œAda yang belum nge-print kartu ujiannya. Masuk UTS jam sepuluh, datang ke sini jam sepuluh kurang lima. Ada yang minta diedit dulu, buru-buru. Saya juga ngomong, ya maaf Mbak atau Masnya datangnya mepet. Kata mereka, iya enggak apa-apa Pak, saya juga yang salah,” tuturnya.

Tidak hanya terburu-buru mencetak dokumen, HP dan kunci milik beberapa pelanggan juga pernah tertinggal di tempat usahanya. Barang-barang tersebut ia simpan dengan aman hingga pemiliknya kembali.

Menjelang akhir wawancara, seorang anak datang ke tempat usaha Widyonarko. Ia menyambutnya dengan senyum, kemudian menanyakan barang yang ingin dibeli. Tutur katanya tetap lembut saat melayani pelanggan tersebut. Percakapan wawancara pun berakhir di tengah aktivitasnya melayani pelanggan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme