Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Kisah Ahza Taradiva Pasha: Mengubah Kesulitan Belajar Menjadi Ruang Belajar Statify

Posted on Oktober 9, 2026Oktober 9, 2026 by shafrifa aulia

sudutnalar.com – 07 Oktober 2026

Penulis: Sabrynna Zahra Saraswati

      Profil Ahza Taradiva Pasha, Pendiri Laman Statify
        (sudutnalar.com/Sumber: Foto Dok. Ahza Taradiva Pasha)

PURWOKERTO, SUDUT NALAR – Di tengah sibuknya dunia perkuliahan dan tugas yang silih berganti, Ahza Taradiva Pasha menyadari bahwa belajar Statistika tak lagi sama seperti saat ia duduk di bangku SMA. Materi yang semakin kompleks dengan tempo pembelajaran yang semakin cepat, membuat mahasiswa asal UNDIP tersebut perlu memahami materi secara mandiri.

Bagi mahasiswa yang akrab disapa Sasa tersebut, masa transisi yang ia alami membuatnya mulai mencari cara belajar yang menurutnya lebih efektif. Alih-alih langsung berfokus pada rumus dan cara mengerjakan soal, ia memilih memahami konsep terlebih dahulu.

“Menurut saya, permasalahannya bukan karena statistika itu sulit. Sebenarnya, mahasiswa kadang mampu memahami materi, tetapi mereka bingung harus mulai dari mana, konsep apa yang perlu dipahami, dan bagaimana para mahasiswa dapat latihan soal setelah memahami konsep tersebut,” ujar mahasiswa prodi Statistika tersebut.

Apa yang awalnya ia lakukan untuk membantu dirinya sendiri perlahan berkembang menjadi gagasan untuk membantu mahasiswa lain. Ia juga mengatakan sempat merasa resah apabila persoalan tersebut terus dibiarkan, maka para mahasiswa hanya akan belajar saat mendekati ujian. Padahal, statistika membutuhkan pemahaman konsep yang saling berhubungan.

Dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa cara belajar yang selama ini ia gunakan mungkin juga dibutuhkan mahasiswa lain. Dari sanalah gagasan untuk membuat Statify mulai berkembang.

“Maka dari itu, daripada hanya menemukan cara belajar untuk diri saya sendiri, akan lebih bermanfaat ketika dapat dibagikan ke mahasiswa lain. Saya ingin membuat sebuah ruang belajar yang membantu mahasiswa, terutama mahasiswa semester awal melewati masa transisi dari SMA ke perkuliahan. Saya ingin mereka punya tempat untuk memahami konsep, berlatih, bertanya, dan mengulang materi tanpa harus selalu bergantung pada pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Mengubah Gagasan Menjadi Ruang Belajar

Namun, mengubah gagasan untuk menjadi ruang belajar yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa bukanlah perkara sederhana bagi Sasa. Ia mengungkapkan perlu mencari cara supaya materi yang disusun tak sekadar kumpulan bahan belajar, tetapi juga memikirkan bagaimana materi tersebut disampaikan, bagaimana mahasiswa dapat berlatih, bertanya, hingga kembali mengulang pembelajaran setelah kelas selesai.

Kemudian, ia menggunakan prinsip “Understand, Practice, Review” sebagai dasar dalam menyusun kegiatan belajar di Statify. Selain materi dan latihan soal dari laman Statify, Sasa juga menggunakan media lainnya untuk mendukung kegiatan belajar para mahasiswa seperti Microsoft Teams untuk kegiatan kelas, WhatsApp untuk berdiskusi, hingga rekaman selama sesi kelas yang tersedia di laman Youtube.

“Akhirnya saya mencoba menyusun Statify berdasarkan prinsip yang sederhana, yaitu Understand, Practice, Review. Jadi, mahasiswa memahami konsep terlebih dahulu, kemudian berlatih, lalu mempunyai sumber untuk mengulang kembali materi,” ujar Sasa

Meskipun demikian, Sasa mengatakan laman tersebut belum sepenuhnya selesai dengan sempurna. Ia mengatakan masih terus melakukan evaluasi dan memperbaiki teknik belajar yang digunakan berdasarkan pengalaman selama menjalankan Statify.

“Prosesnya tentu tidak langsung sempurna. Saya masih terus mengevaluasi dan memperbaiki Statify berdasarkan pengalaman selama menjalankannya,” tuturnya.

Beranda laman Statify
(sudutnalar.com/ Sumber: Website Statify)
 

Berproses Melalui Statify

Perlahan, proses tersebut memperlihatkan alasan Sasa tetap mempertahankan Statify. Bukan semata-mata materi yang ia susun dapat digunakan oleh mahasiswa, melainkan melihat bagaimana para mahasiswa dapat berproses saat mengikuti kelas belajar yang ia bentuk.

Salah satu tanggapan yang paling berarti bagi Sasa adalah ketika mahasiswa merasa lebih memahami materi setelah belajar di Statify. Ia juga melihat bagaima[1] na mahasiswa mengikuti kelas, menggunakan materi, mengerjakan latihan, hingga kembali menonton rekaman pembelajaran.

Bagi Sasa, hal-hal sederhana tersebut menjadi tanda bahwa ruang belajar yang awalnya ia buat dari pengalaman pribadi mulai memiliki manfaat bagi orang lain.

“Sebenarnya yang membuat saya senang ketika mereka merasa lebih memahami materi setelah belajar melalui Statify. Ketika melihat ada mahasiswa yang mau mengikuti kelas, menggunakan materi, mengerjakan latihan, atau kembali menonton rekaman untuk belajar lagi, saya merasa bahwa apa yang saya buat ternyata memiliki manfaat. Dari situ saya semakin yakin bahwa Statify layak untuk terus dikembangkan,” ujar Sasa.

Menjadikan Statify sebagai Komunitas Belajar

Ke depannya, Sasa berharap Statify dapat berkembang menjadi komunitas belajar. Ia berharap semakin banyak mahasiswa dapat mengakses materi, mengikuti kelas, berlatih, dan berdiskusi tanpa merasa bahwa belajar Statistika harus selalu sulit atau mahal.

“Saya ingin lebih banyak mahasiswa yang bisa mendapatkan akses terhadap materi, latihan, kelas online, dan ruang diskusi tanpa merasa bahwa belajar statistika harus selalu mahal atau sulit diakses.” katanya.

Baginya, berbagi pengetahuan bukan sekadar membantu orang lain memahami materi. melainkan ia ingin membuat proses belajar menjadi sedikit lebih mudah bagi mahasiswa lain.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme