Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Puluhan Tahun Mengayuh Sepeda: Mursini Jualan Sayur Keliling

Posted on Oktober 9, 2026Oktober 9, 2026 by calista aneen

sudutnalar.com, 8 Oktober 2026

Oleh : Najwa Amalia

Ibu Mursini saat berjualan sayur keliling. (Dok. Najwa Amalia)

BANYUMAS, SUDUTNALAR – Cahaya matahari masih menyinari jalanan Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, ketika suasana mulai beranjak menuju sore. Suara kendaraan terdengar bersahutan di sepanjang jalan, berpadu dengan aktivitas warga dan deretan toko yang masih ramai. Di tengah lalu-lalang tersebut, seorang penjual sayur mengayuh sepeda dengan dagangan yang memenuhi bagian depan dan belakangnya.

Sepeda berwarna merah muda itu bergerak perlahan menyusuri sisi jalan. Mursini (65) adalah seorang pedagang sayur keliling yang membawa dagangannya dengan sepeda. Ia membawa dagangan sambil menawarkan sayuran kepada warga yang ditemuinya. Beberapa sayuran masih tersisa di atas sepeda. Mursini terus berkeliling mencari pembeli hingga waktu berjualan selesai.

Rutinitas Mursini dimulai setelah subuh. Ia pergi ke pasar untuk membeli sayuran yang akan dijual hari itu. Setelah selesai berbelanja, ia membawa sayuran tersebut menggunakan sepeda dari Arcawinangun menuju kawasan Bancarkembar. Satu per satu warga yang ditemuinya menjadi calon pembeli yang ia tawari dagangan. Kegiatan berjualan berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 atau sampai waktu berjualannya selesai.

Berjualan sayur menjadi pekerjaan yang paling mampu dilakukan Mursini. Pekerjaan tersebut sudah dijalaninya sejak dulu dan terus menjadi sumber penghasilan hingga saat ini. β€œYang paling bisa dan jalannya gini, yang lain enggak bisa dan sudah dari dulu,” ujarnya.

Penghasilan dari berjualan digunakan Mursini untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Suaminya yang sudah lanjut usia tidak lagi mampu bekerja sehingga Mursini tetap mencari penghasilan melalui dagangan sayurnya. Di usianya yang telah mencapai 65 tahun, ia masih menjalani pekerjaan tersebut sebagai bagian dari kesehariannya.

Hasil penjualan yang diperoleh Mursini tidak selalu sama setiap hari. Ada kalanya seluruh sayuran habis terjual, tetapi pada hari lain masih terdapat dagangan yang tersisa hingga waktu berjualan selesai. Meski demikian, ia mengatakan belum pernah mengalami keadaan ketika tidak ada satu pun dagangannya yang terjual. β€œYa, kadang masih, kadang habis,” ujarnya.

Harga sayuran di pasar menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi Mursini. Harga yang berubah-ubah membuatnya harus berhati-hati menentukan harga jual kepada pembeli. Sayuran yang hari ini dijual dengan harga tertentu bisa mengalami kenaikan harga pada hari berikutnya, sehingga ia harus menyesuaikan kembali harga jualnya. β€œKadang hari ini dijual murah, besok ternyata harganya naik,” ujar Mursini.

Selama berjualan, Mursini menempuh perjalanan dengan membawa sayuran di bagian depan dan belakang sepeda. Terik matahari terkadang menyertai perjalanannya ketika ia menyusuri jalanan untuk mencari pembeli. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pekerjaannya sehari-hari, yang mengharuskannya tetap berkeliling sambil menawarkan dagangan kepada warga.

Perjalanan dengan sepeda itu menjadi bagian dari usaha Mursini untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tenaga yang dikeluarkan bukan hanya untuk membawa dirinya berpindah tempat, tetapi juga untuk mengangkut sayuran yang menjadi barang dagangannya. Setiap perjalanan yang ditempuh menjadi usaha untuk mendapatkan pembeli dan membawa pulang hasil dari dagangan yang telah dibawa sejak pagi.

Orang-orang mungkin hanya melihat seorang penjual sayur yang melintas di tengah jalan dengan sepeda sederhana. Di balik pemandangan itu terdapat puluhan tahun kehidupan yang dijalani melalui pekerjaan yang sama. Sayuran yang dibawa bukan hanya dagangan, tetapi bagian dari usaha Mursini untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sepeda itu akan kembali melewati jalan yang sama pada hari berikutnya. Mursini kembali membawa sayuran, menawarkan dagangan, dan mengayuh hingga waktu berjualan selesai.

Kayuhan yang tampak sederhana itu menjadi saksi perjalanan panjang seorang penjual sayur yang terus berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya dari hari ke hari.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme