Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Menjemput Rezeki di Sela Kesibukan: Perjuangan Ibu Umi Azizah Mengembangkan Usaha Cimoring Rumahan

Posted on Oktober 9, 2026Oktober 9, 2026 by shafrifa aulia

Oleh: Hilmaida Nailal Karomah

sudutnalar.com, 8 Oktober 2026

Umi Azizah, Ibu rumah tangga yang memproduksi cimoring (Dok. Hilmaida Nailal Karomah)

PURWOKERTO, SUDUTNALAR  – Aroma adonan tepung tapioka yang tergoreng garing menyeruak dari sebuah dapur di sudut perkampungan. Suara minyak panas yang berdesis berpadu dengan denting irus stainless steel yang bersentuhan dengan wajan tebal. Di tengah kepulan uap hangat dan hawa gerah dapur, seorang perempuan berdiri sigap. Jemarinya yang cekatan mengaduk lembaran-lembaran tipis adonan berbalut bumbu gurih beraroma daun jeruk. Perempuan itu adalah Umi Azizah (39), seorang ibu rumah tangga beranak tiga yang menggantungkan asa pada renyahnya gurih cimoring—singkatan dari cimol kering.

Pagi masih gelap ketika aktivitas di rumah Umi sudah dimulai, bahkan sebelum gema azan subuh berkumandang membendung sunyinya perkampungan. Usai menyiapkan sarapan, mengantarkan buah hatinya pergi ke sekolah, dan merapikan rumah, Umi bergegas kembali ke dapur sederhananya. Di sanalah perjuangan utamanya dimulai—jemarinya dengan cekatan mulai bergelut memproses beberapa kilogram tepung tapioka, tepung terigu, racikan bawang putih, serta rempah-rempah pilihan untuk diolah menjadi adonan cimoring. Waktu longgarnya ini menjadi saksi bisu jerih payahnya meracik resep untuk mendapat uang tambahan keluarga.

​Perjalanan usaha rumahan ini tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari keterdesakan ekonomi yang menuntut keberanian. Ketika kebutuhan anak-anak makin membengkak dan penghasilan suami sebagai pekerja harian lepas makin tak menentu, Umi memutar mulai otak. Sebagai ibu rumah tangga, ia tidak ingin tinggal diam meratapi keadaan. Keinginan membantu suami serta memastikan pendidikan anak-anaknya berjalan lancar menjadi bahan bakar utama yang membakar semangatnya.

“Saat itu muncul ide untuk membuat cimoring karena anak-anak saya suka sekali jajanan itu. Dari situ saya mulai mencari tutorialnya di YouTube, lalu coba buat cimoring sendiri,” kenang Umi teringat awal mula keberaniannya melangkah.

Membangun usaha rumahan dari nol jelas bukan perkara mudah. Pada masa awal percobaan, tak jarang adonan yang diproduksi menjadi keras, takarannya kurang pas, atau bahkan rasanya tidak sesuai harapan. Namun, kegagalan demi kegagalan tersebut tidak membuatnya surut langkah. Dengan telaten, Umi terus menguji komposisi adonan, mengukur ketebalan irisan, hingga rasanya enak, renyak, serta tahan lama tanpa bahan pengawet sintetik.

Cimoring hasil produksi Ibu Umi (Dok. Hilmaida Nailal Karomah)

Usaha pantang menyerah itu perlahan membuahkan hasil. Camilan cimoring buatannya mulai digemari oleh tetangga sekitar, teman-teman sekolah anaknya, hingga merambah ke warung-warung keliling. Bumbu tabur racikan sendiri—kombinasi gurih pedas manis dengan aroma segar daun jeruk—menjadi daya pikat utama yang membuat pembeli ketagihan.

​Tidak hanya sekadar mencari uang tambahan untuk uang belanja dapur dan biaya sekolah anak, Umi memiliki visi yang lebih luas untuk mengembangkan UMKM rumahannya. Ia mulai mempelajari cara pengemasan yang lebih modern dan higienis. Plastik polos tanpa identitas kini berganti dengan kemasan standing pouch bening. Pemasaran yang dahulu hanya mengandalkan kabar dari mulut ke mulut kini merambah ke jejaring media sosial.

​Kehadiran usaha rumahan ini membawa dampak nyata bagi kehidupan keluarganya. Lebih dari itu, kegigihan Umi memberikan teladan langsung tentang arti kerja keras, ketangguhan, dan kemandirian kepada buah hatinya.

​“Menjadi ibu rumah tangga bukan alasan untuk berhenti. Selama kita mau berusaha, dari rumah pun kita tetap bisa mendapat penghasilan,” tutur Umi.

Malam makin larut, namun lentera di dapur Umi Azizah masih menyala terang. Di balik helai-helai cimoring yang renyah dan gurih, tersimpan ikhtiar panjang seorang ibu yang tak pernah lelah merajut mimpi demi masa depan buah hatinya. Dari kesederhanaan adonan aci, Umi telah membuktikan bahwa ketekunan dan cinta seorang ibu mampu mengubah keterbatasan menjadi jalan keberkahan yang menghidupkan seluruh rumah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme