Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Ketika Meja Kasir dan Bangku Kuliah Berjalan Beriringan

Posted on Oktober 8, 2026Oktober 8, 2026 by jejakpersepsi@gmail.com
(Sumber foto: Aghni)

PEMALANG, SUDUT NALAR- Suara pesanan pelanggan di balik meja kasir menjadi bagian dari keseharian Aghni. Sejak lulus dibangku SMA, perempuan yang kini duduk di semester tiga Jurusan Statistika, Universitas Terbuka. Menjalani rutinitas yang tidak mudah, ia harus menyelesaikan kewajibannya sebagai mahasiswa dan bekerja sebagai kasir di Seblak Mamih.

Aghni telah bekerja selama lebih dari satu tahun. Namun, keputusan untuk bekerja tidak pernah ada terencana sejak lulus SMA. “Awalnya iseng aja cari kerjaan setelah lulus, alhamdulillah ternyata diterima,” ujar Aghni.

Keputusan untuk bekerja berkaitan dengan rencana pendidikannya. Aghni sebenarnya ingin melanjutkan kuliah di luar kota. Namun, keinginannya tersebut tidak mendapat izin dari sang ibu. Alih-alih menghentikan langkah untuk melanjutkan pendidikan, Aghni memilih menetap di Pemalang dan menjalani kuliah sambil bekerja.

Pilihan tersebut membuat hari-hari Aghni diisi dengan dua kesibukan sekaligus. Sebagai kasir, ia bertugas melayani pembelian secara langsung maupun daring. Ia juga dipercaya membantu pekerjaan administrasi perusahaan.

Jam kerjanya terbagi dalam dua shift. Shift pertama berlangsung sekitar pukul 09.30 hingga 19.00, sedangkan shift siang dimulai pukul 13.00 hingga 22.00. Jadwal tersebut membuat Aghni harus pandai mencari waktu untuk menyelesaikan tugas kuliah.

Ketika mendapat shift pertama, ia lebih banyak mengerjakan tugas pada malam hari. Sebaliknya, ketika mendapat shift siang, waktu pagi dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas kuliah. Fleksibilitas waktu kuliah di Universitas Terbuka turut membantunya menyesuaikan kedua kegiatan tersebut. Namun, membagi waktu antara pekerjaan dan kuliah bukan perkara mudah. Aghni mengaku pernah menghadapi jadwal yang berbenturan. 

Untuk mengatasinya, ia membuat jadwal dan batasan waktu agar dapat menentukan pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. “Tentu saja pernah. Saya selalu menyusun jadwal harian agar bisa menentukan prioritas tugas yang harus diselesaikan lebih dulu.” katanya.

Bagi Aghni, menyelesaikan tugas kuliah sekaligus menjalankan pekerjaan sudah menjadi pencapaian tersendiri. Ia mengakui bahwa secara akademik dirinya belum terlalu menonjol karena masih berada dalam tahap beradaptasi dengan ritme kuliah dan pekerjaan.

“Bisa menyelesaikan tugas kuliah dan kerja saja sudah menjadi pencapaian bagi saya,” tutur Aghni.

Kesibukan bekerja juga membuat Aghni harus melewatkan beberapa kesempatan di luar perkuliahan. Ia pernah ingin mengikuti kegiatan seminar. Namun, sebagian besar kegiatan tersebut berlangsung pada akhir pekan, sementara pekerjaan di bidang makanan dan minuman membuatnya sulit mendapatkan waktu libur pada hari tersebut.

Meski begitu, perjalanan Aghni tidak hanya berisi keterbatasan. Ada pula pengalaman yang membuatnya merasa mendapat dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Salah satunya ketika ia mengalami kesulitan mengerjakan tugas yang membutuhkan laptop.

Saat itu, atasannya menawarkan laptop yang sudah tidak terpakai kepadanya. Tawaran tersebut tidak pernah diduga sebelumnya oleh Aghni. Bantuan sederhana itu menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama ia menjalani bekerja di sana.

“Jujur nggak nyangka, tapi Allah selalu punya kejutan di setiap perjalanan,” ungkapnya.

Dari pekerjaan yang dijalani, Aghni tidak hanya mendapatkan penghasilan. Ia juga memperoleh pengalaman tentang manajemen waktu dan dunia bisnis. Ketertarikannya terhadap bisnis mulai tumbuh setelah lulus SMA. Bekerja di Seblak Mamih menjadi kesempatan baginya untuk mempelajari bisnis secara langsung.

Penghasilan yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan kuliah, kebutuhan pribadi, dan kebutuhan rumah. Sementara itu, pengalaman mengatur waktu menjadi salah satu pelajaran penting yang ia rasakan selama menjalani dua tanggung jawab tersebut.

Di tengah perjalanan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan rencana awal, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat menjadi salah satu alasan Aghni tetap bertahan. Ia mengaku banyak mendapatkan dukungan ketika merasa terpuruk karena gagal melanjutkan pendidikan di universitas yang diimpikannya.

Bagi Aghni, keputusan untuk menjalani kuliah sambil bekerja merupakan pilihan yang dibuat dengan kesadaran. Ketika rasa lelah dan kecewa datang, ia kembali mengingat alasan awal memilih jalan tersebut.

“Keputusan ini saya ambil dengan kesadaran penuh. Oleh karena itu, setiap kali merasa down, saya selalu mengingat kembali tujuan awal saya memulai perjalanan ini,” ujarnya.

Aghni tidak tahu seperti apa perjalanan yang akan dilaluinya setelah lulus nanti. Namun, ia berharap pengalaman bekerja sambil kuliah dapat membawanya menuju pekerjaan yang lebih baik dan bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan orang lain.

Di balik meja kasir Seblak Mamih, Aghni bukan hanya menghitung pesanan pelanggan. Ia juga sedang belajar menghitung langkah untuk masa depannya. Setiap shift yang dijalani, tugas yang diselesaikan, dan kesempatan yang terlewat menjadi bagian dari perjalanan yang suatu hari mungkin akan ia kenang sebagai proses menuju cita-citanya.

“Berhenti membandingkan diri sendiri dengan mereka yang berkuliah dengan dukungan penuh orang tua. Rezeki sudah diatur, jadi tetaplah kuat karena perjalanan masih panjang. Kebanyakan orang sukses justru berawal dari proses yang tidak mudah. Perjalanan yang terasa berat ini kelak bisa diceritakan dengan tawa bahagia.”

Penulis: Julie Putri Winasis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme