Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Transaksi Nontunai Makin Marak, QRIS Jadi Pilihan Pedagang dan Mahasiswa

Posted on September 30, 2026September 30, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

SudutNalar, 29 September 2026

Qris terpasang di Kedai Mannak sebagai pilihan pembayaran (Dok. Bela Fatma Atikah)

PURWOKERTO, SudutNalar β€” Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai menjadi bagian dari kebiasaan pembayaran pedagang dan mahasiswa di kawasan Karangwangkal, Purwokerto. Bagi pedagang makanan, pembayaran digital tersebut tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membantu mengurangi kendala yang sebelumnya muncul saat menggunakan uang tunai.

Salah satunya dirasakan oleh seorang penjual mi ayam di Karangwangkal. Ia telah menjalankan usaha dari rumah sejak 2023 dan mulai berjualan di kawasan tersebut sekitar dua tahun terakhir. Sebagian besar pelanggannya merupakan mahasiswa.

Sebelum menggunakan QRIS, ia menerima pembayaran secara tunai, melalui DANA, maupun transfer ke rekening BCA. Namun, cara tersebut terkadang menimbulkan kendala, terutama ketika pembeli tidak memiliki uang pas atau penjual kesulitan menyediakan uang kembalian.

Ia kemudian mulai menggunakan QRIS sekitar 2024 setelah mendapat tawaran dari sales QRIS. Sejak saat itu, pembayaran digital menjadi salah satu pilihan utama dalam transaksi sehari-hari.

Selain memudahkan pembayaran, QRIS juga membantunya memantau transaksi melalui aplikasi merchant. Dengan begitu, ia tidak perlu menghitung pemasukan dari setiap transaksi secara manual.

Penggunaan QRIS kemudian turut mengubah kebiasaan pembayaran para pelanggannya. Ia memperkirakan sekitar 70 persen transaksi yang diterimanya setiap hari dilakukan melalui QRIS, sedangkan sisanya menggunakan uang tunai.

β€œSetiap hari, kebanyakan yang saya terima itu pembayaran lewat QRIS daripada tunai. Sekitar 70 persen menggunakan QRIS,” ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan QRIS kini juga menjadi salah satu pertimbangan bagi sebagian pembeli. Beberapa pelanggan bahkan memastikan terlebih dahulu apakah pedagang menyediakan pembayaran melalui QRIS sebelum melakukan pembelian.

Kemudahan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pedagang. Seorang mahasiswa sebagai konsumen mengatakan QRIS menjadi pilihan karena pembayaran dapat dilakukan dengan lebih praktis tanpa harus membawa atau mencari uang tunai di dalam dompet.

Menurutnya, penggunaan QRIS juga memudahkan pedagang karena mereka tidak perlu menyediakan uang pecahan atau mencari uang kembalian ketika melayani pembeli.

Selain transaksi secara langsung, QRIS turut membantu penjual dalam melayani pesanan delivery order. Pembeli dapat menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu sehingga proses pengantaran pesanan menjadi lebih sederhana.

Meski memberikan kemudahan, penggunaan QRIS tidak sepenuhnya terbebas dari kendala. Penjual tersebut mengaku pernah mengalami gangguan pada aplikasi, tetapi hal tersebut hanya terjadi sesekali.

Di luar kendala tersebut, ia menilai QRIS membantu memperlancar transaksi, baik bagi dirinya sebagai penjual maupun bagi pelanggan. Penggunaan pembayaran digital juga dinilai semakin sesuai dengan kebiasaan mahasiswa yang menjadi mayoritas konsumennya.

Penulis: Bela Fatma Atikah

Editor: Damia Sifa Aulia Romansyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme