Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Warmindo Modies Bertahan di Tengah Fluktuasi Pasar dan Kenaikan Biaya Operasional

Posted on September 30, 2026September 30, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Mimma Kani Aprisa, 27 September | 16.00 WIB

Dok. Mimma

BANYUMAS,  SudutNalar –  Warmindo Modies berdiri pada 4 Maret 2023 dengan konsep warmindo semikafe. Usaha tersebut memanfaatkan ruang kosong di lantai dua yang kemudian dikembangkan menjadi tempat usaha dengan harga yang tetap terjangkau bagi mahasiswa.

Usaha mikro, kecil, dan menengah  di bidang kuliner menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari perubahan daya beli konsumen, kenaikan harga bahan baku, hingga persaingan usaha yang semakin ketat. Kondisi tersebut dirasakan oleh Warmindo Modies, yang menargetkan mahasiswa dan pelajar sebagai pasar utama

Paisal Ekayadi pemilik Warmindo Modies, menjelaskan bahwa modal awal usaha berasal dari dana pribadi yang sebelumnya tidak digunakan untuk kegiatan usaha. Karena tempat yang digunakan merupakan milik sendiri, usaha ini tidak memerlukan biaya sewa. Namun, renovasi tempat membutuhkan dana sekitar Rp400 juta.

Sejak awal berdiri, pendapatan Warmindo Modies berubah mengikuti kondisi pasar. Aktivitas mahasiswa dan pelajar menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi tingkat penjualan. Ketika kegiatan perkuliahan dan sekolah berlangsung, jumlah konsumen cenderung meningkat. Sebaliknya, pendapatan menurun saat memasuki masa liburan.

“Market Warmindo Modies itu untuk kalangan mahasiswa dan anak sekolah, tergantung libur atau tidaknya kegiatan perkuliahan atau sekolah,” ujar Paisal Ekayadi.

Kondisi tersebut membuat pengelolaan pendapatan menjadi  penting untuk  mempertahankan usaha. Paisal Ekayadi menyebut  sekitar delapan bulan saat mahasiswa aktif dimanfaatkan untuk memperoleh pendapatan yang dapat  memenuhi kebutuhan operasional selama masa libur sekitar empat bulan.

Selain perubahan jumlah konsumen, persaingan dengan usaha kuliner lain di sekitar lokasi juga menjadi tantangan. Banyaknya kedai dan kafe yang bermunculan membuat pelaku usaha harus  mempertahankan daya tarik produk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar.

Dari sisi pengeluaran, biaya operasional Warmindo Modies meliputi gaji karyawan, perbaikan atau penggantian peralatan dapur, serta biaya tetap seperti listrik, internet, dan air. Pengeluaran tersebut perlu diperhitungkan agar tidak mengurangi keuntungan usaha secara berlebihan.

Dalam menentukan harga jual, pemilik menggunakan perhitungan harga pokok penjualan yang kemudian ditambah  margin keuntungan. Perhitungan tersebut dilakukan untuk menentukan harga yang dapat menutup biaya produksi sekaligus  memberikan keuntungan bagi usaha.

Kenaikan harga bahan baku juga menjadi persoalan yang tidak dapat diabaikan. Menurut pemilik, perubahan harga bahan baku dapat memengaruhi harga jual dan keuntungan usaha. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu melakukan penyesuaian agar biaya operasional tetap dapat terpenuhi.

“Jelas bahan baku menentukan harga jual, akan tetapi perlu dibentuknya strategi agar dapat menutup operasional. Itulah kenapa para pengusaha memutar otak agar usahanya tetap survive,” jelasnya.

Kondisi ekonomi tersebut membuat Paisal Ekayadi  mempertimbangkan berbagai strategi untuk menjaga keberlangsungan usaha. Salah satunya  dengan mengoptimalkan pendapatan ketika pasar ramai dan menggunakannya untuk menghadapi periode penjualan yang menurun.

Ke depanya, Warmindo Modies berencana melakukan mengembangkan usaha dengan memperluas lahan yang tersedia. Selain itu, promosi melalui media sosial dan penyelenggaraan berbagai acara yang  diminati masyarakat juga menjadi bagian dari rencana pengembangan usaha.

Menurut Paisal Ekayadi, keberlangsungan usaha kuliner dalam jangka panjang tidak mudah. Persaingan di bidang makanan dan minuman sangat dinamis sehingga pelaku usaha harus terus beradaptasi.

Paisal Ekayadi tidak hanya menjalankan satu jenis usaha, tetapi juga memiliki beberapa bidang usaha lain. Bagi Warmindo Modies, kondisi pasar di sekitar kampus menjadi salah satu faktor ekonomi yang paling berpengaruh terhadap pendapatan.

Perubahan jumlah konsumen, kenaikan harga bahan baku, biaya operasional, serta persaingan usaha menjadi pertimbangan yang harus dihadapi agar usaha dapat bertahan dan berkembang. Melalui pengelolaan keuangan, penyesuaian harga, strategi pemasaran, dan pengembangan usaha, Warmindo Modies berupaya menjaga keberlangsungan bisnisnya di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme