Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Penjualan Menurun, Fuji Bertahan sebagai Pedagang Sayur Keliling di Mangunjaya

Posted on September 30, 2026September 30, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Penulis: Damia Sifa Aulia Romansyah

Editor: Cintya Auliyanti

SudutNalar, 26 September 2026

(Dok. Damia)

MANGUNJAYA, SudutNalar—Penurunan penjualan menjadi tantangan bagi Fuji Riswansyah, pedagang sayur keliling di Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Selama tujuh tahun berjualan, ia menghadapi berkurangnya jumlah pembelian pelanggan dan kendala perputaran modal akibat utang pelanggan.

Fuji menjajakan sayuran, buah-buahan, dan jajanan pasar menggunakan mobil. Ia berkeliling di wilayah Mangunjaya, termasuk Desa Jangraga dan Desa Sinangjaya. Stok sayuran diperolehnya dari Banjarsari.

Dalam menentukan harga jual, Fuji mengambil selisih sekitar Rp1.000 dari harga pembelian. Tomat dibeli seharga Rp5.000 per kilogram dan dijual Rp6.000 per kilogram. Sementara itu, kangkung dibeli Rp3.000 per ikat dan dijual Rp4.000 per ikat.

“Meskipun harga tidak menentu, saya tetap mengambil keuntungan sebesar Rp1.000,” ujar Fuji.

Dari selisih tersebut, Fuji menggunakan Rp500 untuk bensin dan Rp500 untuk makan sehari-hari. Ia juga menyesuaikan harga dengan ketersediaan barang.

“Harga barang itu tergantung stoknya. Kalau barangnya banyak, harganya murah. Kalau langka, jadi mahal.” jelasnya.

Fuji mengaku mengalami penurunan penjualan. Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan musim kemarau. Jumlah pembelian pelanggan yang sebelumnya mencapai satu kilogram kini berkurang menjadi sekitar setengah kilogram.

“Mengalami penurunan karena mungkin musim kemarau,” ungkapnya.

Selain penurunan penjualan, banyaknya utang pelanggan menjadi kendala dalam menjalankan usaha. Pembayaran yang tertunda membuat modal untuk membeli stok berikutnya berkurang. Cuaca hujan juga menjadi hambatan selama berjualan.

Di sisi lain, keberadaan pedagang sayur keliling memberikan kemudahan bagi masyarakat. Pembeli tidak perlu pergi ke pasar atau mengeluarkan biaya transportasi karena Fuji mengantarkan dagangannya langsung kepada pelanggan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Fuji berharap kondisi ekonomi masyarakat membaik dan harga kebutuhan sehari-hari lebih terjangkau.

“Harapan saya, mudah-mudahan ke depannya harga stabil dan kondisi ekonomi masyarakat lebih baik, sehingga kebutuhan sehari-hari bisa lebih terjangkau,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme