
(Sumber: Regita Adya)
BANYUMAS, SUDUTNALAR — Pemantauan parameter cuaca di wilayah pesisir menjadi bagian penting dalam kajian ilmu kelautan. Hal tersebut diterapkan langsung oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman melalui penggunaan instrumen pemantau suhu dan kelembapan berbasis mikrokontroler ESP8266.
Pemanfaatan alat ini dilakukan oleh Regita Adya (19), mahasiswa Ilmu Kelautan Unsoed, yang mengoperasikan instrumen tersebut bersama kelompoknya dalam rangkaian praktikum mata kuliah Instrumen Kelautan.
Penggunaan dan perangkaian alat ini berlangsung di Laboratorium Teknologi Kelautan FPIK Unsoed sejak 22 Oktober hingga 28 November 2025. Instrumen ini mengintegrasikan mikrokontroler ESP8266 dengan sensor SHT31, modul waktu Real-Time Clock (RTC) DS3231, layar OLED, modul SD card, dan LED indikator yang terpasang dalam casing hasil cetak 3D dengan pelindung pipa paralon untuk sensor.
“Mikrokontroler ESP8266 ini berfungsi mengatur seluruh rangkaian, membaca data dari sensor SHT31, dan menyimpan hasilnya ke SD card tanpa perlu koneksi internet,” ujar Regita. Ia menambahkan bahwa alat ini juga menampilkan waktu, tanggal, suhu, serta kelembapan pada layar OLED, lengkap dengan LED indikator.
Sebelum digunakan untuk pengambilan data utama, alat dikalibrasi terlebih dahulu dengan membandingkan pembacaan sensor terhadap data suhu dan kelembapan di ponsel selama lima menit, lalu selisihnya dimasukkan sebagai offset dalam program C++ melalui Arduino IDE. Uji lapangan kemudian dilaksanakan di Pantai Sodong pada 29 November 2025.
Saat di lapangan, alat dinyalakan untuk membaca kondisi udara secara otomatis. Data dibaca setiap satu detik dan disimpan ke SD card dalam berkas CSV setiap 10 detik. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel untuk dibuat grafiknya.
Selama proses penggunaan, terdapat kendala teknis, seperti pembacaan sensor yang belum stabil saat kalibrasi, hingga risiko reset waktu pada RTC jika daya terputus. Mikrokontroler ESP8266 memiliki kelebihan tersendiri, antara lain harganya terjangkau, hemat daya, dan memiliki Wi-Fi bawaan. Di balik kelebihan itu juga terdapat kekurangan, yaitu hanya memiliki satu pin analog serta memori yang lebih kecil dibanding ESP32.
Reporter: Novika Lesy Rahmawati
Editor: Nur Syifa Maulidia
