Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Bukan Jabatan, tapi Kenangan: 24 Tahun Pengabdian Dwi sebagai Guru TK

Posted on September 23, 2026September 23, 2026 by Zidan Diyaaul Haq
Senin (21/9/2026). Foto: Nailah Fiza Imania

PURWOKERTO, SudutNalar — Dua puluh empat tahun bukanlah waktu yang singkat untuk mengabdikan diri dalam pendidikan anak usia dini. Bagi Dwi, menjadi guru TK bukanlah sekadar pekerjaan, melainkan pilihan yang tumbuh dari keinginan dan kecintaannya terhadap anak-anak sejak masa kuliah.

Dwi mulai mendarmabaktikan diri di dunia pendidikan anak usia dini pada 22 Januari 2002. Meskipun jurusan yang ditempuhnya ketika kuliah tidak berkaitan dengan pendidikan anak usia dini, keinginannya menjadi guru TK tetap dijalani hingga sekarang. Perjalanan panjang dan pengalaman yang dimilikinya mengantarkan Dwi dipercaya menjadi Kepala Sekolah pada 2011. 

Bagi Dwi, menjadi pendidik anak usia dini bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi membutuhkan keteladanan. Anak-anak usia TK berada dalam masa emas (golden age) dan memiliki kemampuan meniru yang kuat. Perilaku guru menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Guru harus mampu menjadi contoh bagi mereka.

“Anak-anak di usia emas itu peniru andal. Jadi, kami sebagai guru harus memberi contoh dan keteladanan, seperti menunjukkan semangat akhlak yang baik dan kesabaran,” ujar Dwi.

Pandangan tersebut dipengaruhi oleh sosok yang menjadi inspirasinya, yakni Kak Seto. Dwi melihat Kak Seto sebagai pribadi yang sabar, pandai bergaul, mampu merangkul anak, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan anak.

Prinsip tersebut ia terapkan dalam kesehariannya. Sebagai kepala sekolah, Dwi tidak hanya berkutat di balik meja administrasi. Berbekal sertifikasi guru kelas, ia turun langsung mengajar di kelas setiap hari. 

Sekitar 2010, Dwi dan timnya memperkenalkan metode pembelajaran membaca melalui buku “Bacalah”. Inovasi ini berdampak positif. Minat masyarakat terhadap sekolah meningkat dan jumlah murid bertambah pesat. Melalui metode ini, anak-anak dilatih untuk berani membaca di depan umum, termasuk dalam kegiatan pentas perpisahan TK.

Perjalanan panjang tidak selalu mulus. Tahun 2013 menjadi masa paling berat dalam kariernya. Sekolah pernah mengalami masa sulit ketika jumlah murid menurun drastis hingga tersisa 11 anak. Kondisi tersebut sempat membuatnya minder ketika berinteraksi dengan sekolah lain.

“Waktu itu saya sempat minder ketika bertemu sekolah lain di acara tertentu,” ujar Dwi.

Alih-alih menyerah, pengalaman pahit itu justru menjadi pemantik semangatnya untuk terus meningkatkan kualitas sekolah hingga akhirnya membuahkan hasil. Baginya, masa sulit merupakan dorongan untuk bangkit dan memberikan yang terbaik.

Di sisi lain, ada momen sederhana yang berkesan bagi Dwi. Saat yang paling menyentuh baginya adalah ketika ia kembali ke sekolah setelah absen karena sakit atau keperluan lainnya. Sambutan anak dan pelukan hangat menjadi kebahagiaan tersendiri.

Menjaga kekompakan guru bukanlah hal yang mudah. Dwi menerapkan refleksi, rapat kecil, dan evaluasi bersama. Ia juga menanamkan pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan penyelesaian masalah secara damai. Nilai-nilai tersebut diharapkan bisa menjadi bagian dari pendidikan karakter anak.

“Ketika ada anak yang sedang berselisih, guru harus segera melerai dan mengajak anak-anak untuk saling memaafkan,” ucapnya. 

Kolaborasi dengan orang tua adalah kunci keberhasilan dalam membimbing murid. Sejak awal tahun ajaran, sekolah aktif merangkul orang tua dengan mengadakan rapat rutin dan program kolaboratif, seperti keterlibatan orang tua dalam kegiatan peringatan hari besar dan perlombaan.

Orang tua perlu memahami bahwa pendidikan utama dimulai dari rumah, sedangkan sekolah berperan untuk mengulang dan mengembangkan nilai-nilai yang sudah ditanamkan kepada anak.

“Kami selalu menyampaikan kepada orang tua, pembelajaran utama itu berasal dari rumah. Sekolah hanya tempat untuk mengulang,” tuturnya.

Dua puluh empat tahun mengabdikan diri, Dwi tidak menempatkan jabatan sebagai tujuan utama. Ia justru berharap dapat meninggalkan kesan yang baik bagi orang-orang yang pernah hadir dalam perjalanan kariernya. 

Ia ingin terus dikenang oleh para murid, rekan kerja, dan orang tua murid bukan sebagai sosok yang sempurna, melainkan sebagai guru yang baik, menyenangkan, dan berkesan.

“Saya ingin dikenang sebagai guru yang baik, menarik, menyenangkan, dan tidak terlupakan,” pungkasnya.

Menjadi seorang guru bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga tentang kesabaran, keteladanan, dan ketulusan dalam mendampingi pertumbuhan anak. Pengabdian seorang guru yang dilakukan dengan sepenuh hati mungkin tidak selalu terlihat dalam bentuk penghargaan, tetapi akan tumbuh menjadi kenangan dan kesan baik yang dibawa sepanjang hidup.

Penulis : Nailah Fiza Imania

Editor : Nur Alya Nabila

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme