Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Menjaga Lereng Dieng: Dedikasi Turno Merawat Alam dan Ekonomi Petani Kopi

Posted on September 23, 2026September 24, 2026 by zulfa izaz

Sudutnalar.com, 23 September 2026

Turno sedang menyampaikan pengarahan dalam kegiatan Koperasi Produsen Kopi Sikopel Mitreka Satata, Rabu (23/09/2026).(Foto: Dok. Pribadi)

BANJARNEGARA, SudutNalar- Di balik hamparan hijau Pegunungan Dieng yang megah, tersembunyi ancaman erosi dan tanah longsor yang saban waktu mengintai pemukiman warga. Namun, bagi Turno, lekuk lereng yang curam di Desa Babadan bukan sekadar ancaman alam, melainkan panggilan hidup untuk melakukan gerakan konservasi sekaligus mengangkat derajat ekonomi petani lokal. Sosok yang kini menjabat sebagai Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara sekaligus Ketua Koperasi Produsen Kopi Sikopel Mitreka Satata ini mengawali perjalanannya sejak tahun 2010. Kala itu, di usianya yang menginjak 40 tahun, Turno tergerak oleh kegelisahan atas tingginya risiko bencana alam di kawasan Banjarnegara atas.

“Motivasi utamanya ada dua yang harus berjalan beriringan: peningkatan konservasi lahan dan peningkatan pendapatan petani. Daerah Babadan ini kan rawan erosi, sehingga tanaman kopi yang mampu menahan erosi dan longsor karena akarnya kuat. Kita bertani ngolah tanah tapi yang juga menjaga konservasi lahannya, sehingga lahan tetap baik tapi tetap bisa mendapatkan pendapatan yang lebih baik,” ujar Turno.  

Langkah awal tersebut berbuah manis ketika penelitian bersama akademisi Universitas Gadjah Mada yang memverifikasi bahwa kawasan Babadan yang berada di ketinggian di atas 1.000 (mdpl) sangat cocok untuk budidaya Kopi Arabika. Namun, perjalanan merawat napas pertanian kopi di kaki Dieng tidak selalu berjalan mulus. Turno mengenang masa panen perdana pada 2014 sebagai salah satu fase penuh ujian karena belum adanya kesiapan pasar dan standar pengolahan pascapanen, hingga harga kopi Arabika cherry saat itu jatuh di bawah harga Robusta.

“Waktu itu kopi Arabika dihargai 1.500 sampai 2.000 per kilo, padahal Robusta bisa 2.500 sampai 3.000. Bikin banyak petani kecewa. Cuma kami bersama petaninya bilang, Sabar dulu, kita cari solusi, bertahap ada jalan. Akhirnya tahun 2016 lewat sarasehan dan pendampingan, kita mulai perbaiki pengolahan pascapanennya dan bentuk koperasi untuk jamin kualitas dan pasar,” kenang Turno.

Ujian terberat kembali menghantam pada saat pandemi COVID-19 melanda pada kurun 2019-2020. Saat panen raya tiba, kafe-kafe langganan mendadak menghentikan pesanan green bean, sementara akses pinjaman modal dari lembaga keuangan tertutup. Di tengah terhambatnya arus kas (cashflow), para petani yang telah memanen dan mengantarkan kopi ke koperasi tetap harus mendapatkan hak pembayaran tunai sesuai kesepakatan awal.

Menghadapi krisis modal tersebut, Turno bersama pengurus koperasi mengambil keputusan drastis dengan menjual pohon albasia yang selama ini berfungsi sebagai naungan tanaman kopi. Keputusan itu diambil meskipun disadari memiliki risiko tinggi, sebab tumbangan pohon albasia dapat merusak tanaman kopi di sekitarnya dan menunda masa panen pada tahun berikutnya. Langkah berani tersebut tetap dijalankan sebagai bentuk tanggung jawab moral pengurus koperasi dalam memfasilitasi dan menjamin pembelian hasil panen para anggota.

 Turno (tengah) memegang foto dokumentasi bersama jurnalis Andy F. Noya (kanan) dalam sebuah acara di Purwokerto, Rabu (23/9/2026). (Foto: Dok. Pribadi)

Di tengah situasi kritis tersebut, titik balik terjadi ketika Turno melakukan terobosan pemulihan pasar dengan menggenjot produksi kopi kemasan berlabel Kopi Kailasa. Berkat jejaring yang dibangun, produk Kopi Kailasa mendapat dukungan promosi bebas biaya dari figur publik kenamaan seperti Andy F. Noya (Kick Andy). Langkah strategis melalui promosi media sosial tersebut seketika memulihkan arus kas (cashflow) dan melambungkan nama Kopi Arabika Dieng ke kancah nasional.

Dedikasi Turno dalam mengorganisasi masyarakat akhirnya membuahkan pengakuan negara. Setelah melalui proses panjang sejak 2016, pada tahun 2022 sertifikat Indikasi Geografis (IG) resmi terbit dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara yang mencakup tujuh kecamatan di kawasan dataran tinggi. Di bawah kepemimpinannya, kualitas kopi olahan koperasinya kini tidak hanya merambah pasar nasional, tetapi juga telah melakukan eksplorasi pasar mancanegara melalui skema business matching hingga ekspor ke Singapura, Malaysia, dan Australia.

​Bagi Turno, seluruh waktu dan tenaga yang ia curahkan di lembaga nirlaba ini adalah bentuk pengabdian sosial tanpa pamrih. Mengakhiri perbincangan, sosok penggerak pertanian ini mengajak generasi muda di Banjarnegara agar tidak ragu menaruh perhatian pada sektor agraria. Ia berpesan agar anak muda tidak malu menjadi petani, karena profesi ini tidak hanya berupaya meningkatkan pendapatan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian alam melalui konservasi.

Penulis: Dimas Saladin Firmansyah

Editor: Devan Aryogi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme