Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Profil Agus Sulistiyo: Dari Penyuluh Kehutanan hingga Penggiat Alpukat

Posted on September 22, 2026September 23, 2026 by jejakpersepsi@gmail.com

Dokumentasi Agus Sulistiyo memberikan penjelasan mengenai budidaya tanaman alpukat kepada peserta dalam kegiatan edukasi pertanian di Banyumas. (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Banyumas– Di tengah minimnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian, Agus Sulistiyo justru melihat peluang dari tanaman buah-buahan. Pria yang akrab disapa Tio itu menjalankan perannya sebagai Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat sekaligus mengembangkan usaha pembibitan alpukat dan durian.

Sebagai penyuluh di bawah Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI, Tio tidak hanya memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam bidang kehutanan. Di luar tugas tersebut, ia juga menekuni pembibitan dan budi daya tanaman buah, terutama alpukat.

“Saya bergelut di bidang tanaman buah-buahan seperti alpukat dan durian. Ada juga tanaman lain serta pengembangan di beberapa jenis tanaman lainnya,” ujar Tio.

Tio mulai mengembangkan usahanya sejak 2018 menggunakan modal sendiri. Ia mempelajari proses pembibitan secara bertahap, mulai dari penyambungan pucuk hingga perawatan bibit. Baginya, menjalankan usaha pertanian tidak cukup hanya dengan modal, tetapi membutuhkan proses belajar dan ketekunan.

Kini, usaha pembibitan yang dijalankan Tio juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Pelanggannya tidak hanya berasal dari masyarakat umum dan petani, tetapi juga sejumlah tamu dari berbagai latar belakang, termasuk pejabat dan tokoh pemerintahan. Beberapa di antaranya berasal dari kalangan perwira tinggi seperti Brigjen, anggota DPRD, hingga pejabat dari berbagai instansi dinas. Menurut Tio, kedatangan para tamu tersebut menjadi bagian dari interaksi sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan potensi budidaya alpukat yang dikembangkannya.

Salah satu varietas yang menjadi perhatiannya adalah alpukat Lilin Singkawang. Menurut Tio, varietas tersebut memiliki keunggulan karena relatif cepat berbuah dan dapat beradaptasi di berbagai kondisi lahan.

“Lilin Singkawang itu terbukti paling genjah. Genjah itu artinya cepat sekali berbuah dan tanpa menunggu musim,” ungkapnya.

Ketertarikannya terhadap alpukat juga didorong oleh potensi tanaman tersebut di Indonesia. Menurutnya, kondisi iklim Indonesia memungkinkan berbagai varietas alpukat untuk dikembangkan. Namun, pemilihan varietas tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik lahan dan ketinggian tempat.

Bagi Tio, usaha alpukat tidak berhenti pada penjualan bibit. Ia ingin mengembangkan konsep dari hulu hingga hilir dengan mendampingi petani mulai dari pembibitan, budi daya, hingga pemasaran hasil panen.

“Kalau untuk ke depannya kita malah justru kepengennya itu hulu sampai hilir,” ujarnya.

Gagasan tersebut sejalan dengan harapannya agar Banyumas tidak hanya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil durian, tetapi juga mampu berkembang sebagai sentra alpukat. Ia berharap semakin banyak petani yang mengembangkan komoditas tersebut dengan dukungan pendampingan dan pemasaran yang baik.

Meski melihat peluang yang besar, Tio menyadari bahwa usaha pertanian memiliki berbagai tantangan. Cuaca menjadi salah satu kendala dalam proses pembibitan dan budi daya. Karena itu, ia terus berupaya menyesuaikan teknik perawatan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Pengalamannya selama mengembangkan usaha membuat Tio tidak melihat pertanian sebagai pekerjaan yang identik dengan kegiatan mencangkul. Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka berbagai peluang baru bagi generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian.

“Pertanian itu tidak harus pakai cangkul. Banyak sekali komoditas dalam pengembangan teknologi ini, seperti hidroponik dan lain-lain, yang tidak bisa diremehkan hasilnya,” ujarnya.

Melalui aktivitas sebagai penyuluh sekaligus penggiat alpukat dan banyak mengisi seminar ataupun menjadi pemateri, Tio berharap semakin banyak anak muda yang melihat pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan. Baginya, ketekunan dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal penting dalam membangun usaha pertanian.

Agus Sulistyo ketika melakukan wawancara bersama Kick Andy (Andy F. Noya) (Sumber:Dokumentasi Pribadi)

Untuk lebih mengenal profil tokoh berikut, video wawancara dengan narasumber:

Media sosial Go Green Avocado: https://www.tiktok.com/@goo_green75?_r=1&_t=ZS-99wanxllAZR

Penulis: Bagus Windu Aji

Editor: Aziz Syaifulloh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme