Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Menari untuk Melestarikan: Kisah Satria, Penari dan Pelatih Ebeg dari Sanggar Putra Satria

Posted on September 22, 2026September 23, 2026 by Ardita Nadine

Sumber foto: Instagram @satriapns

PURWOKERTO – Sudutnalar.com Usianya baru 20 tahun, tapi Satria sudah menjalani dua peran sekaligus di kesenian tradisional: penari utama sekaligus pelatih di Sanggar Putra Satria, sanggar ebeg yang berada di Watumas, Banyumas. Warga Watumas pun sudah lama mengenal sosoknya. Sejak kelas 8 SMP, ia memang sudah aktif menari ebeg, kesenian khas Banyumas yang memadukan gerak, musik, dan nilai spiritual masyarakat pedesaan Jawa.

Sanggar Putra Satria sendiri sudah berdiri cukup lama. Ayah Satria mendirikannya sejak 1998, meski surat keterangan resminya dari kabupaten baru keluar pada 2022. Bagi Satria, keterlibatannya di dunia tari bukan sekadar kebetulan. “Saya ikut terjun dalam hal ini karena keturunan, karena ada darah seni. Jadi saya ikut serta dalam melestarikan dan menekuni tari ebeg sampai sekarang,” ujarnya.

(Sumber foto: dokumentasi pribadi)

Disiplin dan Warisan yang Harus Dijaga

Bagi Satria, menari ebeg bukan cuma soal tampil di panggung. Ia menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab sebagai penari generasi muda yang ikut merawat warisan budaya. Ia juga menyinggung keresahan yang sering muncul di kalangan pegiat budaya, yaitu soal klaim kesenian tradisional Indonesia oleh negara lain.

“Kita sebagai generasi muda itu bisa menari ebeg. Itu yang menjadi prinsip dan nilai yang perlu dipegang teguh, jangan sampai budaya kita baru dihargai setelah diakui negara lain,” katanya.

Baginya, ebeg bukan sekadar hiburan, melainkan identitas. “Masyarakat tahu bahwa di Banyumas ada tarian ebeg. Bahkan bukan hanya Banyumas, seluruh Indonesia juga tahu bahwa ebeg itu identik dengan Banyumas,” tambahnya.

Jejak di Layar Dokumenter

Perjalanan Satria di dunia tari ebeg ternyata sudah melampaui panggung kampung halamannya. Ia tergabung dalam Paguyuban Pakumas dan sudah mengantongi surat keterangan resmi sebagai pelaku seni. Ia bahkan pernah terlibat dalam pembuatan film dokumenter Nggayuh Indhang bersama Daniele Zappatore, dosen sekaligus peneliti etnomusikologi asal Roma, Italia.

Satria (kiri) dalam salah satu cuplikan film dokumenter Nggayuh Indhang.

Namun di balik semua pencapaian itu, hal yang paling melekat di ingatannya justru sederhana, yaitu kebersamaan. “Momen yang paling berkesan itu bersama teman-teman. Setiap kali menari dan pentas, kita bertemu banyak orang baru, berkenalan dengan orang-orang lain. Itu yang paling berkesan, memiliki banyak teman dari satu hobi menari,” ungkapnya.

Pesan untuk Generasi Muda Purwokerto

Menutup obrolan, Satria menitipkan harapan sederhana tapi bermakna untuk generasi muda Purwokerto, terutama mereka yang tidak punya latar belakang menari. Menurutnya, melestarikan budaya tidak harus selalu diwujudkan dengan ikut menari.

“Sekadar tahu saja itu sudah menjadi salah satu bentuk pelestarian. Ketika ditanya orang luar, ‘di Banyumas itu ada kesenian apa?’, kalau kita tahu jawabannya ebeg, itu sudah menjadi bagian dari melestarikan,” jelasnya.

Untuk dirinya sendiri, Satria berharap bisa terus ambil bagian dalam pelestarian budaya Banyumas, tidak cuma ebeg, tapi juga kesenian tradisional lainnya. Ia juga berharap Sanggar Putra Satria, tempatnya bernaung dan berkarya sejak remaja, bisa terus maju ke depannya.

Tanggal Wawancara: 21 September 2026

Editor: Bagus Windu Aji

Penulis: Aziz Syaifulloh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme