Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Unik! Duta GenRe STMIK Widya Utama Purwokerto Edukasi Remaja Lewat Seni Begalan

Posted on September 22, 2026September 22, 2026 by shafrifa aulia
Sudutnalar.com/Dwida Setiawan Wahyudi

PURWOKERTO, SUDUTNALAR — Mengajak remaja bicara soal kesehatan reproduksi, bahaya seks bebas, hingga ancaman narkoba sering kali berujung pada tatapan bosan. Ceramah kaku di atas panggung formal kerap dipandang sebelah mata oleh anak-anak muda zaman now.

Namun, cara tak biasa justru diambil oleh Dwida Setiawan Wahyudi. Mahasiswa Teknik Informatika STMIK Widya Utama Purwokerto yang juga merupakan Duta GenRe (Generasi Berencana) ini memilih jalan unik dengan membalut edukasi kesehatan dan perencanaan masa depan lewat aksi parodi kesenian tradisional khas Banyumas, Begalan.

Gelisah Lihat Lingkungan Remaja

Langkah Dwida menjadi penggerak remaja bukan tanpa alasan. Sosok yang akrab disapa Bang Dwid ini memiliki kepedulian mendalam terhadap dinamika anak muda di sekitarnya. Sebagai pribadi yang extrovert, ia bergaul dengan berbagai kalangan remaja, dari yang berprestasi hingga yang terjerat pergaulan negatif.

Ia menyadari banyak remaja terseret hal negatif bukan karena berniat buruk, melainkan bingung mencari jati diri dan kalah oleh tekanan kawan sebaya (peer pressure).

“Anak-anak yang terseret ke hal negatif itu sebenarnya tidak salah. Mereka hanya salah lingkungan saat sedang mencari jati diri,” kata Dwida.

Kondisi makin mengiris hati ketika ia mendalami fenomena fatherless atau tingginya angka remaja yang kehilangan peran sosok ayah di Indonesia. Banyak anak muda kehilangan arah bimbingan di rumah. Keprihatinan itulah yang memicu tekadnya untuk terjun langsung menjadi role model yang mampu merangkul sebayanya.

Lika-Liku Menjadi Duta GenRe

Keinginan membantu sesama remaja membawa Dwida melangkah ke Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di kampusnya. Berbekal rekomendasi dosen dan pengalamannya sebagai mantan Ketua Umum Organisasi Pencinta Lingkungan  saat SMA, ia memberanikan diri mendaftar pada ajang Pemilihan Duta GenRe.

Namun, perjuangan menjadi Duta GenRe tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dwida dihadapkan pada gempuran materi yang sangat padat. Ia harus memahami 8 Subsubstansi GenRe hingga kerumitan materi Triad KRR (seksualitas, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan NAPZA).

Malam-malamnya diisi dengan belajar hingga larut. Tantangan terbesarnya bukan sekadar menghafal, melainkan bagaimana menyampaikan materi seberat itu agar bisa diterima dengan mudah oleh anak-anak muda.

Melahirkan “Begalan GenRe”

Sadar bahwa edukasi ceramah satu arah akan cepat dilupakan, Dwida memutar otak. Tercetuslah ide segar untuk memanfaatkan seni tutur tradisional Banyumas, Begalan.

Dalam prosesi adat Banyumas, Begalan biasanya dipentaskan dalam hajatan pernikahan dengan membawa perlengkapan dapur (piranti). Oleh Dwida, kesenian ini disulap menjadi panggung drama parodi interaktif bernama “Begalan GenRe”.

Di atas panggung, Dwida bertindak sebagai Begal (pembawa pesan) yang mencegat lawan mainnya sembari membedah arti filosofis piranti dapur dan mengaitkannya dengan kehidupan remaja:

  • Wangkring (Pikulan): Mengajarkan kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sebelum memutuskan berkeluarga (PUP).
  • Ilir (Kipas Bambu): Menjadi pengingat agar remaja menguasai keterampilan hidup (life skill), pandai mengelola emosi, dan tidak memperkeruh suasana di media sosial.
  • Irig (Saringan): Menjadi benteng diri untuk menyaring informasi serta membentengi diri dari risiko Triad KRR (Seks Bebas, HIV/AIDS, dan NAPZA).
  • Layah & Muthu (Cobek & Ulekan): Mengajarkan cara mengolah beragam ujian hidup dan mengasah kemampuan memecahkan masalah (problem solving).
  • Padi: Simbol bahwa makin tinggi ilmu dan prestasi yang diraih, remaja harus makin rendah hati.

Sempat Minder, Kini Dipuji

Inovasi tersebut tidak langsung berjalan mulus. Dwida mengaku sempat dihinggapi rasa minder dan ragu apakah anak muda zaman sekarang masih mau menonton pertunjukan tradisional.

“Awalnya saya ragu, emang bisa ya kesenian Begalan dijadikan media edukasi Duta GenRe?” ungkap Dwida.

Namun, keraguan itu sirna ketika ia mempraktikkannya secara langsung di depan audiens kampus. Pemaparannya yang dibawakan dengan parodi jenaka, balutan gending tradisional, dan komunikasi dua arah sukses memikat perhatian. Gelak tawa dan tepuk tangan riuh memenuhi ruangan.

Melalui Begalan GenRe, Dwida membuktikan bahwa edukasi masa depan tidak harus kaku. Budaya lokal tidak hanya dilestarikan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga bisa berdiri anggun menjadi sarana edukasi kreatif demi membina generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045.

Penulis: Ardia Herdika Chandra

Editor: Bakhrie Muhammad Noor

3 thoughts on “Unik! Duta GenRe STMIK Widya Utama Purwokerto Edukasi Remaja Lewat Seni Begalan”

  1. Sinyo berkata:
    September 23, 2026 pukul 9:58 am

    Done coment

    Reply
  2. Sinyo berkata:
    September 23, 2026 pukul 9:58 am

    Coment

    Reply
  3. Iftitania A berkata:
    September 23, 2026 pukul 10:21 am

    so cool

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme