Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Di Tengah Kebijakan yang Berubah, Dosen Ekonomi Ini Pilih Bertahan karena Panggilan Hati

Posted on September 22, 2026September 22, 2026 by Hanunah Mumtaz

Sudutnalar.com, 21 September 2026

Sumber: (Handaru Arya Adhyasta)

PURWOKERTO — Elsa Puspasari, S.Pd., M.Pd. dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), membagikan pengalamannya dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan dan ekonomi di tengah ketidakpastian yang terjadi belakangan ini. Dalam sebuah wawancara, ia menceritakan perjuangannya mempertahankan kualitas pendidikan di tengah pemangkasan anggaran, tantangan pribadi selama menempuh pendidikan magister, hingga pesannya bagi generasi muda yang tengah cemas menatap masa depan.

Beliau menjelaskan bahwa perannya sebagai pendidik tidak lepas dari upaya membangun daya pikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah pada mahasiswanya. “Melalui ruang pendidikan tentunya saya memberikan materi terkait fenomena yang terjadi, kemudian membangun critical thinking, serta problem solving mahasiswa saya,” ujarnya. Meski banyak anggaran dipangkas, ia mengaku tetap berupaya mempertahankan kualitas pengajaran. “Meskipun banyak anggaran yang dipotong dan sebagainya, tapi kami selalu mengupayakan kualitas pendidikan yang terbaik untuk mahasiswa-mahasiswa kami,” tegasnya. Di sisi lain, ia juga aktif dalam penelitian terkait fenomena ekonomi terkini serta program pengabdian masyarakat yang menyasar pelaku UMKM, dengan memberikan pelatihan dan bantuan peralatan agar usaha mereka lebih produktif dan berkelanjutan.

Dalam metode mengajar, Beliau mengaku tidak menggunakan pendekatan satu arah. “Saya tidak monoton presentasi maupun ceramah, tapi saya buat ruang diskusi menggunakan model pembelajaran case-based learning atau problem-based learning,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa persoalan yang diangkat dalam diskusi selalu bersifat kontekstual. “Permasalahan yang saya sampaikan itu adalah permasalahan yang memang kontekstual, terjadi di kehidupan kita sehari-hari sehingga mahasiswa itu relate dengan apa yang dirasakan,” katanya.

Perjalanan akademik Beliau sendiri tidak selalu mulus. Ia menceritakan pengalamannya saat menempuh studi magister, di mana ia seharusnya dapat lulus dalam 2,5 tahun. “Karena waktu itu jurusan saya prodi saya akreditasinya habis, sehingga saya itu tidak bisa diuji. Harus mundur satu semester yang memang itu bukan kesalahan dari saya.” ungkapnya. Akibatnya, meski mengantongi IPK 3,96, ia tidak memperoleh predikat cumlaude. “Walaupun IPK saya 3,96, tapi saya tidak mendapatkan predikat cumlaude, karena lulusnya lama, harus menunggu akreditasi,” katanya. Pengalaman itu, ditambah sejumlah kegagalan dalam seleksi ASN, menurutnya justru membentuk resiliensi dalam dirinya.

Terkait realitas ekonomi mahasiswa saat ini, Beliau menyoroti fenomena FOMO yang kerap mendorong pengeluaran berlebihan. “Jaman sekarang itu banyak mahasiswa yang FOMO apapun yang viral pengennya diikuti, apapun yang sedang dipakai temannya yang kelihatan bagus pengennya diikuti, tapi tidak melihat kemampuan diri, yang mengakibatkan banyak yang rela pinjol, banyak yang ikut judol,” ujarnya prihatin. Ia menegaskan pentingnya prinsip ekonomi dasar: “Pendapatan yang kita miliki itu hendaknya jangan semuanya dikonsumsi, tapi ada untuk sedikit ditabungkan, meskipun tidak banyak.”

Sebagai prinsip hidup yang ia pegang teguh, beliau menyebut kejujuran sebagai nilai yang tidak bisa ditawar. “Kalau orang tidak jujur itu akan mendapatkan nilai minus dari saya,” tegasnya. Ia juga kerap berpegang pada sebuah kutipan dari rekannya: “Besarlah dengan cara yang benar,” serta keyakinan bahwa “siapa yang bersungguh-sungguh itu yang akan mendapatkan hasil yang baik.”

Bagi mahasiswa yang tengah merasa cemas atau bingung menata masa depan, Beliau berpesan, “Jangan terlalu lama sendiri dan berkutat dengan pikirannya sendiri karena overthinking itu tidak menyelesaikan masalah. Segeralah hubungi orang yang dianggap bisa untuk diajak cerita.” Ia juga mendorong mahasiswa memiliki kemampuan mengatur diri. “Tentukan goals dalam hidupnya, minimal itu, apa yang dia mau mengatur arah hidupnya, tujuan hidupnya,” tambahnya.

Soal keraguan dalam meniti karier sebagai akademisi, Dia mengaku pernah mengalaminya. “Sempat ada keraguan apakah mau dilanjutkan ataukah mau berganti profesi atau apa, tapi ternyata passion saya itu mengajar,” ujarnya. “Karena bekerja ketika bukan passion, nanti akan lebih banyak ngeluhnya daripada mensyukurinya,” pungkasnya.

Di penghujung wawancara, Beliau menyampaikan harapannya. “Semoga pendapatan perkapita masyarakat di Banyumas itu lebih meningkat jadi bisa lebih baiklah perekonomian di Banyumas ini,” ujarnya menutup perbincangan.

Reporter : Handaru Arya Adhyasta 

Editor : Bintang Widya Pratama 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme