Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Mengenal Tradisi dan Keunikan Suku Kajang di Bulukumba

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Isyana Nur Fadhillah, 11 September 2026 | 17:02 WIB

Foto: Suku Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.(Dokumen Pribadi: Hasmika)

Bulukumba, sudutnalar.com – Suku Kajang merupakan salah satu masyarakat adat yang masih mempertahankan tradisi dan aturan leluhur di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kehidupan masyarakat Kajang dikenal sederhana dan memiliki hubungan yang kuat dengan adat, lingkungan, serta kehidupan sosial masyarakat. Secara umum, masyarakat Kajang terbagi menjadi Kajang Dalam dan Kajang Luar. Kajang Dalam dikenal lebih kuat dalam mempertahankan aturan adat dan pola kehidupan tradisional. Sementara itu, masyarakat Kajang Luar sudah lebih banyak menerima perkembangan kehidupan modern.

Salah satu tradisi masyarakat Kajang adalah kebiasaan saat ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Keluarga dekat menjalani masa berduka selama kurang lebih 100 hari dengan menggunakan pakaian sederhana. Bunyi bambu atau kentongan juga digunakan sebagai tanda kabar duka agar masyarakat sekitar mengetahui dan datang untuk memberikan penghormatan serta membantu keluarga yang berduka.

Selain itu, masyarakat Kajang memiliki tradisi Makalomba yang berkaitan dengan permohonan keselamatan. Dalam tradisi ini digunakan air yang berasal dari beberapa sumber mata air. Penggunaan air dalam kegiatan adat menunjukkan eratnya hubungan masyarakat Kajang dengan alam dan lingkungan di sekitarnya.

Suasana rumah adat Kajang Ammatoa terletak di Desa Tana Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Masyarakat Kajang memiliki rumah adat berbentuk rumah panggung yang umumnya terbuat dari kayu. Pada masyarakat Kajang Dalam, dapur dan tempat buang air berada di bagian depan rumah, sedangkan Kajang Luar menempatkannya di belakang. Rumah mereka juga memiliki ruang yang cukup terbuka dan tidak banyak sekat. Selain itu, pakaian berwarna hitam menjadi ciri khas masyarakat Kajang yang melambangkan kesederhanaan dan persatuan. Mereka juga dikenal memiliki kebiasaan tidak menggunakan alas kaki dalam kehidupan adat. Pakaian adatnya antara lain tope le’leng, passapu, baju pokko, dan baju tutu.

Ammatoa merupakan pemimpin adat tertinggi dalam masyarakat Kajang yang bertugas menjaga aturan dan kehidupan adat. Nilai yang dijunjung meliputi kejujuran, keteguhan, persatuan, dan musyawarah. Musyawarah tersebut disebut abborong dan dilakukan untuk membahas berbagai kepentingan masyarakat.

Keunikan Suku Kajang tidak hanya terlihat dari rumah dan pakaian adat, tetapi juga dari kehidupan sederhana serta cara mereka mempertahankan nilai-nilai leluhur. Tradisi dan aturan adat yang terus dijalankan menjadi bagian penting dalam menjaga identitas serta hubungan masyarakat Kajang dengan lingkungan.

Penulis: Isyana Nur Fadhillah
Penyunting: Mimma Kani Aprisa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme