Senin, 14 September 2026
Farah Nasywa Nurrahma

(Foto: Doc. /Farah Nasywa Nurrahma)
BANYUMAS —Tren mengoleksi photocard resmi idola terus meningkat di kalangan generasi muda Indonesia, khususnya para penggemar musik Korea (K-Popers) dan hiburan Thailand (Thaienthu). Hingga pertengahan September 2026, photocard berukuran 5,5 x 8,5 sentimeter tidak hanya dipandang sebagai merchandise pendukung album, tetapi juga telah bertransformasi menjadi sumber kebahagiaan, sarana pelepas stres (stress relief), hingga hobi yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar sekunder.
Popularitas hobi ini didukung oleh hadirnya sistem Group Order (GO) di media sosial. Melalui skema pembelian tersebut, para penggemar dapat memperoleh photocard dan pernak-pernik idola dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pembelian langsung melalui aplikasi resmi seperti Weverse. Fasilitas pembayaran bertahap (Down Payment dan cicilan yang disediakan oleh pengelola GO semakin memudahkan para penggemar untuk mengoleksi tanpa menguras anggaran. Selain faktor harga dan kemudahan akses, nilai jual sebuah photocard dipengaruhi oleh faktor kelangkaan, seperti rilisan eksklusif pasar Jepang serta estetika visual foto idola. Konsep busana dan pose unik kerap menjadi faktor yang memengaruhi harga selembar photocard di kalangan kolektor.
Pengalaman mengoleksi photocard dirasakan langsung oleh Hayudya, seorang kolektor K-Pop yang mulai menekuni hobi tersebut pada 2025. Pada awalnya, ia mengoleksi photocard dari grup Treasure, meskipun aktivitas tersebut sempat berkurang. Ia kemudian kembali aktif menekuni hobinya pada 2026 dengan beralih mengoleksi photocard grup Cortis. Untuk mendapatkan koleksi impiannya, ia mengandalkan sistem Group Order (GO) yang selalu memberikan informasi terbaru setiap kali ada event atau comeback. Menurutnya, membeli via GO jauh terjangkau dibanding aplikasi Weverse serta menyediakan opsi DP dan cicilan, meski penggemar harus tetap jeli memilih penyedia GO agar terhindar dari penipuan (scam). Dalam perjalanan hobinya, photocard termahal yang pernah dibelinya adalah milik Keonho Cortis seharga sekitar Rp. 300.000. Meskipun secara fisik hanya terbuat dari kertas, nilai ekonomi tersebut lahir dari estetika posenya, di mana Keonho mengenakan hoodie biru dengan pose yang dinilai menarik oleh korektor.
Di sisi lain, pengalaman serupa disampaikan oleh Rifa yang menekuni hobi ini sejak September 2023. Koleksi pertama yang dibelinya saat itu adalah photocard Gunwook dari grup ZEROBASEONE atau ZB1. Ia juga menjadikan Group Order (GO) sebagai sarana utama untuk memperoleh merchandise karena harganya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan Weverse, serta terbantu oleh fleksibilitas sistem DP maupun cicilan. Baginya, koleksi termahal yang pernah diperolehnya adalah photocard Gunwook ZB1 edisi benefit album, seharga sekitar Rp130.000. Tingginya harga kartu tersebut dipengaruhi oleh statusnya sebagai edisi terbatas (limited edition) dan rilis eksklusif dari album grup.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kebahagiaan dalam gaya hidup populer modern tidak hanya ditentukan oleh bentuk fisik barangnya, melainkan dari proses pencarian, kepuasan emosional saat menata koleksi, serta interaksi sosial yang terjalin antarpenggemar.
Penulis: Farah Nasywa Nurrahma
Editor: Diah Verra Wati
