
Soto Asli Lama Pak Marwadi, sumber : Dokumentasi Pribadi
SOKARAJA, BANYUMAS (Sudut Nalar) — Soto Asli Lama Pak Marwadi di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, masih mempertahankan cita rasa dan resep sejak pertama kali berdiri pada tahun 1978. Warung soto ini didirikan oleh Pak Marwadi dan kini diteruskan oleh cucunya, Ibu Alifah setelah Pak Marwadi meninggal dunia. Konsistensi rasa menjadi salah satu strategi utama warung Soto Asli Pak Marwadi untuk mempertahankan pelanggan di tengah perkembangan usaha kuliner dan maraknya konten promosi di media sosial.
Sebagai usaha yang bertahan hampir lima dekade, Soto Asli Lama Pak Marwadi tetap setia mempertahankan resep dan ciri khas soto yang sudah dikenal pelanggan setianya sejak dahulu.
Ibu Alifah mengatakan bahwa tidak banyak perubahan yang dilakukan terhadap produk yang dijual, dari mulai ukuran porsi, rasa, hingga takaran bumbu yang masih dipertahankan seperti sebelumnya.
“Pokoknya segitu, ukuran juga segitu, rasanya juga segitu, terus takarannya juga segitu” kata Ibu Alifah penerus Soto Asli Lama Pak Marwadi.
Soto yang disajikan memiliki ciri khas Soto Sokaraja dengan perpaduan kuah dan sambal kacang. Hidangan tersebut disajikan dengan ketupat, kecambah, daun bawang, dan kerupuk. Pelanggan juga dapat memilih berbagai isian, seperti daging ayam, sapi, babat, dan jeroan.
Berbeda dengan soto yang lain, Soto Asli Pak Marwadi tidak menggunakan mi maupun bihun. Penggunaan ketupat dan sambal kacang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sajian tersebut.
“Khasnya soto ini pakai ketupat dan bumbu sambal kacang” kata Ibu Alifah.
Cita rasa bumbu sambal kacang yang manis dan gurih menjadi salah satu daya tarik Soto Asli Pak Marwadi.
Bagi pengelola, mempertahankan resep dan menu bukan hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga menjadi cara untuk menjaga warisan kuliner keluarga. Setelah Pak Marwadi meninggal dunia, resep tersebut terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya agar ciri khas soto tersebut tetap terjaga.
Meski telah bertahan selama hampir lima dekade, Soto Asli Pak Marwadi hingga kini tidak membuka cabang lain. Pengelolaan usaha tetap dilakukan oleh keluarga untuk menjaga kualitas dan cita rasa yang diwariskan. Selain itu, tenaga kerja yang terlibat dalam usaha tersebut berasal dari masyarakat lokal.
“Lokal saja,” ujar Ibu Alifah ketika menjelaskan asal para karyawan di warung soto tersebut.
Harapan ke depannya, Ibu Alifah berharap Soto Asli Pak Marwadi dapat terus berkembang dengan tetap mempertahankan ciri khas yang telah diwariskan keluarganya.
Reporter : Fara Aulia Fadilah
Editor : Muhammad Yayan Maulana
