
(Sumber : Clariska Nareswari)
TEGAL, SudutNalar– Rujak kangkung menjadi salah satu menu yang banyak diminati pembeli di usaha kuliner milik Ibu Lin. Usaha yang baru dimulai pada Juli 2026 tersebut menawarkan tiga menu, yaitu rujak kangkung, rujak uleg, dan gado-gado.
Rujak kangkung merupakan hidangan yang menggunakan kangkung sebagai bahan utama dan disajikan dengan bumbu rujak bercita rasa manis, pedas, dan gurih. Perpaduan kangkung dengan bumbu yang kental menjadi salah satu daya tarik makanan tersebut. Bagi sebagian pembeli, rujak kangkung juga dapat menjadi pilihan makanan yang praktis.
Dalam menjaga kualitas dagangannya, Ibu Lin memilih sayuran dan buah yang masih segar. Ia terkadang membeli bahan dari tetangga yang baru memetik hasil kebunnya. Sayuran yang tersisa dari hari sebelumnya tidak digunakan karena biasanya sudah mulai menguning dan kualitasnya menurun.
Proses pembuatan bumbu rujak diawali dengan menggoreng kacang tanah dan terasi. Selanjutnya, cabai merah, cabai rawit merah, gula jawa, asam jawa, garam, kacang tanah, dan terasi dihaluskan menggunakan cobek. Bumbu tersebut kemudian diberi air secukupnya dan ditambahkan kecap. Setelah bumbu siap, sayuran atau buah yang telah dipotong dicampurkan dan diaduk hingga bumbu merata sebelum disajikan.
Untuk menjalankan usahanya, Ibu Lin mengeluarkan modal sekitar Rp150.000. Sementara itu, pendapatan yang diperoleh rata-rata sekitar Rp100.000 per hari. Sasaran pembelinya terutama ibu-ibu yang membutuhkan makanan praktis ketika tidak sempat memasak. Dalam mempromosikan dagangannya, Ibu Lin memanfaatkan status WhatsApp dengan mengunggah foto atau video produk yang dijual.
Kenaikan harga bahan menjadi salah satu kendala yang dihadapi Ibu Lin dalam menjalankan usahanya. Bahan yang mengalami kenaikan harga, terutama kacang tanah dan cabai rawit merah, terkadang membuat harga jual harus disesuaikan. Meskipun demikian, Ibu Lin tetap berusaha mempertahankan rasa dan kualitas dengan tidak mengurangi bahan bumbu serta selalu menggunakan bahan yang segar.
Menurut Ibu Lin, tidak ada keunikan khusus yang membedakan dagangannya dengan penjual rujak lainnya. Namun, ia menyebut bumbu rujaknya memiliki rasa yang lebih “lekoh” atau kental. Ke depan, Ibu Lin berharap usahanya semakin dikenal dan memiliki lebih banyak pelanggan. Ia juga berencana memperluas promosi melalui media sosial agar produknya dapat dikenal oleh lebih banyak orang.
Oleh – Clariska Nareswari
Editor – Aila Fikrotun Nida
