Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Rujak Kangkung, Kuliner Sehat Favorit Masyarakat

Posted on September 15, 2026 by Hanunah Mumtaz

(Sumber : Clariska Nareswari)

TEGAL, SudutNalar– Rujak kangkung menjadi salah satu menu yang banyak diminati pembeli di usaha kuliner milik Ibu Lin. Usaha yang baru dimulai pada Juli 2026 tersebut menawarkan tiga menu, yaitu rujak kangkung, rujak uleg, dan gado-gado.

Rujak kangkung merupakan hidangan yang menggunakan kangkung sebagai bahan utama dan disajikan dengan bumbu rujak bercita rasa manis, pedas, dan gurih. Perpaduan kangkung dengan bumbu yang kental menjadi salah satu daya tarik makanan tersebut. Bagi sebagian pembeli, rujak kangkung juga dapat menjadi pilihan makanan yang praktis.

Dalam menjaga kualitas dagangannya, Ibu Lin memilih sayuran dan buah yang masih segar. Ia terkadang membeli bahan dari tetangga yang baru memetik hasil kebunnya. Sayuran yang tersisa dari hari sebelumnya tidak digunakan karena biasanya sudah mulai menguning dan kualitasnya menurun.

Proses pembuatan bumbu rujak diawali dengan menggoreng kacang tanah dan terasi. Selanjutnya, cabai merah, cabai rawit merah, gula jawa, asam jawa, garam, kacang tanah, dan terasi dihaluskan menggunakan cobek. Bumbu tersebut kemudian diberi air secukupnya dan ditambahkan kecap. Setelah bumbu siap, sayuran atau buah yang telah dipotong dicampurkan dan diaduk hingga bumbu merata sebelum disajikan.

Untuk menjalankan usahanya, Ibu Lin mengeluarkan modal sekitar Rp150.000. Sementara itu, pendapatan yang diperoleh rata-rata sekitar Rp100.000 per hari. Sasaran pembelinya terutama ibu-ibu yang membutuhkan makanan praktis ketika tidak sempat memasak. Dalam mempromosikan dagangannya, Ibu Lin memanfaatkan status WhatsApp dengan mengunggah foto atau video produk yang dijual.

Kenaikan harga bahan menjadi salah satu kendala yang dihadapi Ibu Lin dalam menjalankan usahanya. Bahan yang mengalami kenaikan harga, terutama kacang tanah dan cabai rawit merah, terkadang membuat harga jual harus disesuaikan. Meskipun demikian, Ibu Lin tetap berusaha mempertahankan rasa dan kualitas dengan tidak mengurangi bahan bumbu serta selalu menggunakan bahan yang segar.

Menurut Ibu Lin, tidak ada keunikan khusus yang membedakan dagangannya dengan penjual rujak lainnya. Namun, ia menyebut bumbu rujaknya memiliki rasa yang lebih “lekoh” atau kental. Ke depan, Ibu Lin berharap usahanya semakin dikenal dan memiliki lebih banyak pelanggan. Ia juga berencana memperluas promosi melalui media sosial agar produknya dapat dikenal oleh lebih banyak orang.

Oleh – Clariska Nareswari

Editor – Aila Fikrotun Nida

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme