
Es Podeng AZ2 Tradisional Khas Ibu Kota Jakarta di kawasan depan Patung Kuda Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. 14 September 2026 (Foto: Hanunah Rizqi)
PURWOKERTO, SudutNalar — Di era gempuran kopi susu, gerai matcha kekinian, hingga es krim modern yang menjamur di berbagai sudut kota, keberadaan es podeng tradisional khas Ibu Kota Jakarta di kawasan depan Patung Kuda Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terbukti tetap ramai diserbu pembeli.
Keistimewaan es podeng ini kian terasa karena es puternya diolah dan diproduksi sendiri secara mandiri oleh sang penjual, Syarif. Warga asli Purwokerto ini menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak gentar menghadapi serbuan berbagai minuman viral di sekitar kampusnya.
“Saya tidak pernah merasa tersaingi atau takut kalah saing dengan kopi, matcha, atau es krim kekinian zaman sekarang. Es podeng ini punya karakter rasa yang berbeda, ada gurih gurihnya dari air kelapa, susu, dan sedikit garam. Rasanya autentik, tekstur es nya sangat lembut, dan terbukti disukai banyak generasi, dari anak-anak sampai orang tua,” tutur Syarif.

Es Podeng AZ2 . 14 September 2026 (Foto: Hanunah Rizqi)
Daya pikat kudapan dingin ini semakin lengkap berkat perpaduan bahan pelengkapnya yang melimpah. Dalam setiap penyajiannya, es dipadukan bersama potongan roti tawar pada bagian dasar, butiran mutiara kenyal, butiran cokelat (meses), taburan kacang sangrai yang renyah, hingga potongan buah Alpukat mentega yang lembut.
Untuk menikmati kesegarannya, pembeli disuguhkan beberapa pilihan porsi yang ramah di kantong. Syarif mematok harga mulai dari Rp5.000 untuk porsi hemat berisi dua sendok (scoop) es tanpa taburan kacang dan meses. Sementara itu, bagi pembeli yang menginginkan bahan pelengkap komplet, tersedia pilihan tiga sendok es seharga Rp8.000 serta porsi besar berisi empat sendok es seharga Rp10.000.
Gerobak sederhana yang mulai melayani pembeli sejak sebelum waktu zuhur hingga menjelang magrib ini menjadi bukti nyata bahwa kesederhanaan rasa klasik tak mudah tergerus zaman. Dengan perpaduan rasa manis-gurih yang khas serta harga yang terjangkau, es podeng di depan Patung Kuda Unsoed ini tetap kokoh menjadi pilihan utama pelepas dahaga warga lokal.
Reporter: Hanunah Rizqi Mumtaz
Editor: Fajriati Fatwa Islamiyati
