Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Es Podeng Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Gerai Es Krim Modern?

Posted on September 15, 2026September 21, 2026 by Hanunah Mumtaz

Es Podeng AZ2 Tradisional Khas Ibu Kota Jakarta di kawasan depan Patung Kuda Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. 14 September 2026 (Foto: Hanunah Rizqi)

PURWOKERTO, SudutNalar — Di era gempuran kopi susu, gerai matcha kekinian, hingga es krim modern yang menjamur di berbagai sudut kota, keberadaan es podeng tradisional khas Ibu Kota Jakarta di kawasan depan Patung Kuda Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terbukti tetap ramai diserbu pembeli.

Keistimewaan es podeng ini kian terasa karena es puternya diolah dan diproduksi sendiri secara mandiri oleh sang penjual, Syarif. Warga asli Purwokerto ini menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak gentar menghadapi serbuan berbagai minuman viral di sekitar kampusnya.

“Saya tidak pernah merasa tersaingi atau takut kalah saing dengan kopi, matcha, atau es krim kekinian zaman sekarang. Es podeng ini punya karakter rasa yang berbeda, ada gurih gurihnya dari air kelapa, susu, dan sedikit garam. Rasanya autentik, tekstur es nya sangat lembut, dan terbukti disukai banyak generasi, dari anak-anak sampai orang tua,” tutur Syarif.

Es Podeng AZ2 . 14 September 2026 (Foto: Hanunah Rizqi)

Daya pikat kudapan dingin ini semakin lengkap berkat perpaduan bahan pelengkapnya yang melimpah. Dalam setiap penyajiannya, es dipadukan bersama potongan roti tawar pada bagian dasar, butiran mutiara kenyal, butiran cokelat (meses), taburan kacang sangrai yang renyah, hingga potongan buah Alpukat mentega yang lembut.

Untuk menikmati kesegarannya, pembeli disuguhkan beberapa pilihan porsi yang ramah di kantong. Syarif mematok harga mulai dari Rp5.000 untuk porsi hemat berisi dua sendok (scoop) es tanpa taburan kacang dan meses. Sementara itu, bagi pembeli yang menginginkan bahan pelengkap komplet, tersedia pilihan tiga sendok es seharga Rp8.000 serta porsi besar berisi empat sendok es seharga Rp10.000.

Gerobak sederhana yang mulai melayani pembeli sejak sebelum waktu zuhur hingga menjelang magrib ini menjadi bukti nyata bahwa kesederhanaan rasa klasik tak mudah tergerus zaman. Dengan perpaduan rasa manis-gurih yang khas serta harga yang terjangkau, es podeng di depan Patung Kuda Unsoed ini tetap kokoh menjadi pilihan utama pelepas dahaga warga lokal.

Reporter: Hanunah Rizqi Mumtaz

Editor: Fajriati Fatwa Islamiyati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme