Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Serabi Mbok Sur, Kuliner Legendaris Purwokerto yang Sudah Bertahan Tiga Generasi

Posted on September 15, 2026September 15, 2026 by Ardita Nadine

Proses memasak Serabi Mbok Sur di atas tungku tradisional di Jalan RA Wiryaatmadja, Purwokerto, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Aziz Syaifulloh)

Purwokerto, Sudutnalar.com β€” Sebelum matahari terbit, warung Serabi Mbok Sur di Jalan RA Wiryaatmadja, Kedungwuluh, Purwokerto Barat, sudah ramai melayani pembeli. Warga setempat akrab menyebutnya Serabi Jalan Bank, karena lokasinya tepat di seberang Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan tidak jauh dari Museum Bank Rakyat Indonesia. Usaha kuliner berbahan tepung beras ini sudah berjalan sejak 1960 dan kini diteruskan oleh generasi ketiga.

Mbok Sur merintis usaha ini pada tahun 1960, sebelum akhirnya diwariskan kepada anaknya, Suryono, yang menjadi generasi kedua. Di tangan Suryono, nama Serabi Mbok Sur semakin dikenal, bahkan pelanggan dari luar daerah seperti Jakarta pernah datang khusus untuk mencicipinya.

Menurut penuturan generasi ketiga yang kini meneruskan usaha, Mbok Sur sudah mulai berjualan bahkan sebelum peristiwa G30S/PKI pada 1965. β€œMasalah tanggal berapa mulai itu nggak pernah disengaja dipikirkan. Orang dulu orangnya simpel-simpel, nggak mencatat,” ujarnya, menjelaskan mengapa tanggal pasti berdirinya usaha ini tidak pernah tercatat. Suryono merupakan anak bungsu yang kemudian meneruskan usaha sang ibu sebagai generasi ke-2. Kini usaha diteruskan oleh putranya sebagai generasi ketiga, dengan cara memasak dan resep yang tetap dipertahankan seperti dulu.

Serabi ini masih dimasak di atas tungku tanah liat, seperti yang dilakukan Mbok Sur sejak awal usaha berdiri. Jika dulu tungku dinyalakan dengan kayu bakar, sekarang sudah diganti kompor agar proses memasak lebih cepat. Saat memarut kelapa pun kini dibantu mesin, sehingga tidak lagi menguras banyak tenaga seperti sebelumnya. Kebersihan tetap dijaga selama proses produksi. Takaran ampas kelapa pada adonan juga tidak dibuat berlebihan, supaya cita rasanya tetap terjaga. Berkat proses tersebut, serabi ini diklaim bisa bertahan hingga 24 jam tanpa bahan pengawet, meski akan lebih cepat basi jika terkena air.

Ada dua varian andalan yang ditawarkan, yaitu original manis berwarna merah putih dan putihan yang gurih. Untuk mengikuti selera pembeli yang lebih beragam, kini tersedia pula tambahan topping seperti meses dan keju yang menarik minat pembeli muda.

Salah satu pembeli, Rahmawati Rahayu, mengaku sudah lama menjadi langganan lapak ini. Menurutnya, gurihnya kelapa pada serabi ini punya ciri khas tersendiri yang tidak berubah dari dulu. β€œGurih kelapanya itu khas banget, dari dulu sampai sekarang nggak pernah berubah,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (12/9/2026).

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 04.00 hingga sekitar pukul 10.00 WIB, meski sering kali dagangan sudah habis sebelum jam tersebut. Berdasarkan keterangan sebelumnya, omset penjualan bahkan bisa mencapai jutaan rupiah pada akhir pekan, yaitu Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Soal harga, Serabi Mbok Sur mengalami kenaikan dibanding beberapa tahun lalu. Pada 2023, harga satu potong serabi original masih Rp2.500, sementara sekarang naik menjadi Rp3.000 per potong untuk varian original atau putihan, dan Rp4.500 per potong untuk varian dengan topping meses atau keju. Meski harganya bertambah, Serabi Mbok Sur tetap mempertahankan cara pembuatan dan cita rasa yang sama seperti sedia kala, walau pengelolanya sudah berganti tiga kali sepanjang enam dekade terakhir.

Meski harganya sudah naik, Rahmawati Rahayu mengaku tetap menjadi pelanggan setia. β€œNaik harga nggak masalah, yang penting rasanya tetap sama,” katanya.

Penulis: Aziz Syaifulloh; Editor: Bagus Windu Aji

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme