
Potret Menara Pandang Teratai Purwokerto saat Pagi Hari (Dok. Taheera)
PURWOKERTO, Sudut Nalar — Menara Pandang Teratai Purwokerto di Jalan Bung Karno menjadi salah satu magnet utama pariwisata Banyumas. Berdiri megah setinggi 114 meter, menara ikonik dengan mahkota bunga teratai di puncaknya ini terus menarik perhatian siapa saja yang melintas. Menariknya, pesona tempat ini tidak melulu harus dinikmati dari atas. Bagi banyak wisatawan, menikmati kemegahannya dari area luar saja sudah lebih dari cukup untuk memanjakan mata dan kamera ponsel, 14/09/2026.
Waktu Terbaik Berkunjung dan Tarif Tiket Operasional: Pagi Hari untuk Olahraga dan Sore Menjelang Malam yang Estetik. Suasana terbaik di kawasan Menara Pandang Teratai bisa dinikmati dalam dua waktu berbeda sesuai aktivitas pilihan. Pada pagi hari, kawasan ini menjadi spot favorit warga untuk jogging dan berolahraga karena udaranya yang masih segar. Suasana akan mencapai puncak keramaian pada hari Minggu pagi, bersamaan dengan momen bersantai mingguan masyarakat Purwokerto.
Berdasarkan penuturan Fatimah, salah seorang pengunjungyang tengah berolahraga, bahwa area di sekitar menara sangat mendukung untuk aktivitas fisik karena areanya yang luas dan memiliki udara pagi yang menyegarkan.
“Saya sering ke sini kalau pagi untuk joging atau sekadar jalan santai. Halamannya luas sekali dan udaranya masih terasa segar, jadi sangat nyaman dan mendukung untuk olahraga sebelum menaranya ramai oleh pengunjung lain,” tutur Fatimah.

Potret Menara Pandang Teratai Purwokerto saat Malam Hari (Dok. Taheera)
Sementara itu, suasana syahdu mulai terasa saat sore menjelang malam hari. Mulai pukul 16.30 WIB, semilir angin senja Purwokerto berpadu indah dengan lanskap menara yang mulai menyalakan lampu-lampu LED tematiknya. Saat malam benar-benar larut, struktur bangunan beton ini berubah menjadi pertunjukan cahaya yang estetik.
Kuliner Kaki Lima di Area Pedestrian Daya tarik kawasan luar tidak hanya soal visual, tetapi juga soal rasa. Di sepanjang area pedestrian sekitar menara, berjejer rapi para pedagang kaki lima yang menjajakan aneka kuliner. Pengunjung bisa nongkrong santai mencicipi mendoan hangat khas Banyumas, aneka sate, bakso bakar, wedang ronde, hingga minuman kekinian dengan harga yang sangat ramah di kantong mahasiswa. Kehadiran wisata kuliner ini membuat suasana malam di sekitar Menara Teratai selalu hidup dan meriah.
Bagi pengunjung yang penasaran dan ingin menyaksikan panorama 360 derajat Kota Purwokerto dari ketinggian, pengelola menyediakan akses naik menggunakan lift. Kabar baiknya, area lantai satu atau lobi menara dapat diakses secara gratis. Namun, jika ingin naik hingga ke lantai atas, dilihat dari laman instagram @menarateratai_purwokerto berikut adalah tarif tiket masuk terbaru:
● Hari Biasa (Senin – Jumat): Rp20.000 per orang
● Akhir Pekan dan Hari Libur: Rp25.000 per orang
● Potongan Harga 50%: Berlaku khusus untuk lansia (60 tahun ke atas), balita (0-3 tahun), dan penyandang disabilitas. Menara ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB (khusus hari Minggu buka lebih awal sejak pukul 07.00 WIB).
Meskipun lift ini menjadi fasilitas utama untuk menuju puncak menara, terdapat beberapa aturan keselamatan penting yang wajib diperhatikan oleh pengunjung. Pak Wanto, salah satu petugas lift Menara Teratai menjelaskan bahwa kapasitas dan jangkauan area atas memiliki batasan tertentu demi kenyamanan bersama. “Pengunjung bisa naik sampai lantai 5 yang merupakan puncak menara. Namun, demi alasan keselamatan, anak-anak dan lanjut usia (lansia) tidak diperkenankan untuk naik sampai ke area puncak tersebut,” tutur Pak Wanto.
Penulis : Taheera Putri
Penyunting : Ardia Herdika Chandra
