Sudutnalar.com, 11 September 2026

Warung Pecel Madiun Mbah Pri, Jumat (11/9/2026) pukul 17.00 WIB. (Foto: Alfia Firqotun Najiyah)
PURWOKERTO, SudutNalar — Bagi para mahasiswa dan perantau di Purwokerto, menemukan tempat makan yang ramah di kantong adalah sebuah kemenangan kecil, terutama saat keuangan mulai menipis di akhir bulan. Di Warung Pecel Madiun Mbah Pri, keberuntungan itu rutin hadir setiap pekan melalui program promo khusus, yaitu diskon 50 persen untuk semangkuk Soto Lamongan. Warung yang buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB ini menjadi salah satu jujugan favorit untuk makan siang hingga makan malam.
Perjalanan Warung Pecel Madiun Mbah Pri hingga menjadi tempat favorit mahasiswa seperti sekarang tidaklah instan. Usaha di Purwokerto ini sebenarnya merupakan cabang kedua, sementara cabang pertamanya berada di Taman Mas Kemambang—atau yang sering dikenal sebagai Taman Apung Mas Kemambang. Sebelum berfokus di Purwokerto pemilik warung sempat menjalankan bisnis kuliner serupa di Jakarta. Namun, karena melelahkan harus bolak-balik antarkota dan harga tiket yang lumayan menguras kantong, beliau akhirnya memutuskan untuk menutup usaha di ibu kota. Beliau kemudian memilih fokus mengembangkannya di Purwokerto setelah menemukan lokasi yang pas dan sesuai dengan anggaran.
Setelah berkembang di Purwokerto, Warung Pecel Madiun Mbah Pri tidak hanya dikenal melalui menu pecelnya. Menu soto Lamongan khas Jawa Timur yang gurih justru berhasil menarik perhatian para pelanggan. Warung ini juga menyajikan ragam sajian khas Jawa Timur seperti rawon, lontong kikil, hingga lontong sayur. Pemilik warung sengaja memboyong resep-resep ini karena beliau memang memiliki garis keturunan Jawa Timur dan ingin menyajikan aneka masakan khas daerah asalnya kepada masyarakat Purwokerto.
“Kita menjual makanan khas Jawa Timuran, Mbak. Awalnya Pecel Madiun terus nambah rawon, lontong kikil, lontong sayur. Jadi semua di sini konsepnya itu Jawa Timur,” ungkap Priono selaku pemilik Warung Pecel Madiun Mbah Pri saat ditemui dalam wawancara.

Soto Lamongan yang menjadi menu andalan dan menu promo setiap Jumat di Warung Pecel Madiun Mbah Pri, Jumat (11/9/2026) pukul 17.00 WIB. (Foto: Alfia Firqotun Najiyah)
Soto Lamongan sendiri sebenarnya merupakan menu tambahan yang baru hadir sekitar tiga tahun belakangan setelah mendirikan warung selama enam tahun. Meski tergolong menu baru, keberadaannya justru mendapat perhatian dari pelanggan. Pemilik warung juga berencana melengkapi menunya dengan sajian khas lain, seperti rujak cingur.
Kehadiran promo diskon 50 persen khusus soto Lamongan setiap hari Jumat baru berjalan sekitar satu tahun terakhir. Ide ini berawal dari niat tulus mengadakan “Jumat Berkah” sekaligus sebagai rasa empati pemilik warung terhadap kehidupan anak kos. Memiliki anak yang juga sedang menuntut ilmu di perantauan membuat pemilik warung paham betul betapa berharganya makanan enak dengan harga terjangkau bagi seorang mahasiswa.
Tak heran, setiap hari Jumat tiba, suasana warung mendadak jauh lebih ramai dari biasanya. Para mahasiswa dan pelanggan setia berbondong-bondong datang untuk menikmati semangkuk soto Lamongan hangat bernuansa gurih dengan harga yang sangat terjangkau.
Ke depannya, pemilik warung masih menyimpan banyak rencana. Selain ingin melengkapi ragam sajian dengan menghadirkan menu ikonik lain seperti rujak cingur, beliau juga memendam keinginan untuk menambah cabang atau membuka warung baru lagi. Namun untuk saat ini, rencana ekspansi tersebut masih tertahan lantaran keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang membantu operasional harian.
Penulis : Alfia Firqotun Najiyah
Editor : Bintang Widya Pratama
