Reporter : Nur Syifa Maulidia
Editor : Novika Lesy Rahmawati
SudutNalar, 13 September 2026

(Sumber Foto: Nur Syifa Maulidia)
PURWOKERTO — Sego Kiplik menjadi salah satu kuliner yang dapat dijumpai di sekitar kawasan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Sajian berupa nasi dengan sayap ayam dan saus racikan sendiri ini ditawarkan dengan harga Rp14.000 per porsi. Lokasinya yang berada di sekitar kawasan kampus membuat kuliner ini cukup dekat dengan aktivitas mahasiswa.
Sego Kiplik mulai dirintis pada 2022. Usaha ini berawal dari kebiasaan Peni bersama suaminya membuat ayam tepung untuk anak mereka yang menyukai makanan tersebut. Kebiasaan memasak itu kemudian memunculkan ide untuk menjadikan hidangan tersebut sebagai usaha.
“Awalnya karena anak saya suka makan ayam tepung. Terus saya sama suami suka bikin, ‘Eh iya ya, ini dijual kayaknya enak’,” ujar Peni, pemilik Sego Kiplik.
Ide tersebut kemudian berkembang menjadi usaha yang banyak melayani mahasiswa. Penjual menyebut sekitar 95% pelanggannya merupakan mahasiswa. Ketika kondisi penjualan sedang ramai, jumlah yang terjual dapat mencapai hingga 300 porsi.
Tingginya jumlah pembeli mahasiswa tersebut sejalan dengan ciri khas yang ditawarkan Sego Kiplik. Berbeda dari menu ayam pada umumnya, penjual hanya menggunakan bagian sayap dan tidak menyediakan bagian dada, paha, maupun kepala. Saus pendampingnya juga dibuat sendiri menggunakan racikan khusus, bukan saus kemasan.
“Yang beda itu mungkin sausnya kita racikan ya, bukan saus kemasan, tapi kita meracik pakai resep sendiri. Terus kita juga cuma memang jualan bagian sayap aja,” ujar Peni.
Ciri khas tersebut turut dirasakan oleh pembeli. Najwa Amalia (19), salah satu pembeli Sego Kiplik, menyebut porsi dan rasa saus menjadi hal yang menarik dari makanan tersebut.
“Karena porsinya banyak dan rasa sausnya yang unik,” ujar Najwa Amalia.
Dengan harga Rp14.000 per porsi, Sego Kiplik menawarkan menu sederhana berupa nasi dan sayap ayam dengan saus racikan sendiri. Usaha yang bermula dari kebiasaan memasak di rumah pada 2022 tersebut kini terus berjalan dengan mahasiswa sebagai sebagian besar konsumennya.
