Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dari Sajadah ke Sesama: Pengabdian Imam Bukhari di Doplang

Posted on Oktober 9, 2026Oktober 9, 2026 by zulfa izaz

Penulis : Zulfa Izaz Mudasir | 6 Oktober 2026

Dok pribadi Zulfa 2025

CILACAP, SudutNalar – Di depan saf, Imam Bukhari memimpin jamaah menghadap Allah. Dalam tahlilan dan yasinan, ia duduk bersama warga, menuntun bacaan dan doa. Kedua peran itu mempertemukan ibadah dengan kehidupan bertetangga: hubungan dengan Tuhan yang perlu diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama.

Bukhari merupakan imam Masjid Sabilul Janah di Desa Doplang, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Selain memimpin salat, ia juga memimpin tahlilan dan yasinan warga. Melalui kegiatan tersebut, nasihat agama memperoleh tempat dalam persoalan sehari-hari.

“Allah memerintahkan dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2 agar kita saling menolong dalam kebajikan dan takwa. Maka, setelah beribadah, perhatikan sekitar. Jangan sampai kita mengetahui tetangga sedang kesulitan, tetapi tidak tergerak membantu,” tuturnya.

Pesan itu dapat dimulai dari tindakan sederhana: mengetuk pintu tetangga yang sakit, mengantarkan makanan, atau menyediakan waktu untuk mendengarkan. Bagi seseorang yang sedang kesulitan, bantuan kecil dapat berarti ada orang yang masih memperhatikan keadaannya.

“Jangan menunggu kaya untuk berbuat baik. Kalau belum bisa membantu dengan uang, bantulah dengan tenaga. Kalau punya ilmu, bagikan. Allah mengetahui kebaikan yang mungkin dianggap kecil oleh manusia,” ujar Bukhari.

Ia merujuk Surah Az-Zalzalah ayat 7, yang menerangkan bahwa siapa pun yang mengerjakan kebaikan seberat zarah akan melihat balasannya. Nasihat tersebut memberi ruang bagi setiap orang untuk mengambil bagian sesuai kemampuan.

Dalam tahlilan yang berkaitan dengan meninggalnya seseorang, kepedulian hadir melalui kesediaan menemani keluarga yang berduka. Warga duduk bersama, mengikuti bacaan, dan mengaminkan doa. Kehadiran mereka menjadi dukungan ketika kata-kata belum mampu meredakan kehilangan.

Namun, perhatian masih dibutuhkan setelah pertemuan selesai.

“Ketika tamu pulang, keluarga itu masih menghadapi kesedihannya. Sesekali datanglah kembali, tanyakan kabarnya. Jangan sampai kebersamaan kita selesai bersamaan dengan selesainya acara,” katanya.

Ada makna persaudaraan dalam pesan tersebut. Menanyakan kabar beberapa hari kemudian, menawarkan bantuan, atau mendengarkan cerita keluarga menjadi cara menjaga hubungan. Doa diteruskan melalui perhatian yang dapat mereka rasakan.

Tanggung jawab yang sama ia tujukan kepada dirinya sebagai imam. Berdiri di depan jamaah berarti menjaga bacaan, memperdalam pengetahuan, dan bersedia menerima koreksi.

“Menjadi imam bukan berarti saya paling baik. Nasihat yang saya sampaikan harus terlebih dahulu menjadi pengingat bagi diri sendiri. Jangan sampai saya mengajak orang berbuat baik, tetapi saya sendiri enggan melakukannya,” tuturnya.

Dok pribadi Zulfa 2025

Bukhari mengaitkan hal itu dengan Surah As-Saff ayat 2–3, yang mengingatkan manusia agar tidak mengatakan sesuatu yang tidak dikerjakannya. Kepercayaan jamaah perlu dijaga melalui kesungguhan menyelaraskan perkataan dan perbuatan.

Keteladanan juga diperlukan ketika mendampingi generasi muda. Bukhari berharap mereka memperoleh kesempatan untuk belajar dan terlibat dalam kegiatan keagamaan tanpa dibebani tuntutan langsung mampu.

“Anak muda jangan menunggu sempurna untuk datang ke masjid. Datanglah untuk belajar. Kami yang lebih tua harus membimbing dengan sabar, supaya mereka berani bertanya dan mau kembali,” ujarnya.

Keterlibatan dapat dimulai dengan membantu menyiapkan tempat, mengikuti bacaan, lalu perlahan belajar memimpin. Kesempatan yang diberikan hari ini dapat menumbuhkan orang-orang yang kelak meneruskan tanggung jawab bersama.

Dari Masjid Sabilul Janah hingga tahlilan dan yasinan warga, pengabdian Bukhari membawa pesan tentang ibadah yang membekas dalam keseharian. Pengetahuan menjadi manfaat ketika dibagikan; persaudaraan menjadi nyata ketika seseorang bersedia hadir.

Selepas salam, masih ada tetangga yang menunggu disapa, kesulitan yang membutuhkan bantuan, dan kesedihan yang perlu ditemani. Di sanalah nasihat menemukan bentuknya, melalui tindakan yang mungkin sederhana tetapi berarti bagi penerimanya.

Dari sajadah, kepedulian itu semestinya ikut pulang.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme