
PURWOKERTO, Sudutnalar — Di usia 20 tahun, Yusuf Cahya menunjukkan semangat kemandirian dengan menjalani berbagai pekerjaan sampingan di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa. Mahasiswa aktif Universitas Terbuka (UT) semester 5 jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini bekerja sebagai pengemudi ojek online sekaligus menjalankan bisnis jual beli motor bekas. Perjalanannya menjadi gambaran bahwa usia muda dapat dimanfaatkan untuk belajar, bekerja, dan mempersiapkan masa depan.
Yusuf berasal dari Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Ia mulai bekerja setelah menyelesaikan pendidikan sekolah pada 2024. Sejak saat itu, ia mencoba berbagai pekerjaan untuk memanfaatkan waktu luang sekaligus memperoleh penghasilan sendiri. Salah satu pekerjaan yang pernah dijalaninya adalah teknisi pendingin ruangan atau AC. Namun, pekerjaan tersebut hanya berlangsung sebentar karena jadwal kerjanya kurang fleksibel dan sulit disesuaikan dengan aktivitas lainnya. Setelah mempertimbangkan kondisi tersebut, Yusuf memutuskan untuk beralih menjadi pengemudi ojek online. Pekerjaan ini dianggap lebih sesuai dengan jadwal perkuliahannya yang fleksibel. Selain itu, ia juga dapat menentukan waktu bekerja dan hari libur sesuai kebutuhannya. Keputusan tersebut menjadi langkah awal bagi Yusuf untuk terus produktif sambil menjalani pendidikan tinggi.
Keinginannya untuk bekerja di usia muda bukan semata-mata karena ingin memiliki penghasilan. Yusuf juga ingin mengurangi ketergantungannya kepada orang tua dan membuktikan bahwa dirinya mampu hidup mandiri. Baginya, masa muda merupakan kesempatan untuk belajar bertanggung jawab, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang. Jadwal perkuliahan yang relatif fleksibel di Universitas Terbuka turut mendorong Yusuf untuk memanfaatkan waktu luangnya. Kegiatan kuliahnya yang lebih banyak berlangsung pada Sabtu dan Minggu membuatnya memiliki kesempatan untuk bekerja pada waktu lainnya. Daripada membiarkan waktu luang berlalu begitu saja, ia memilih menggunakannya untuk mencari penghasilan dan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Ketertarikan Yusuf terhadap pekerjaan ojek online bermula ketika melihat orang-orang di sekitarnya menjalani pekerjaan tersebut. Ia tertarik karena waktu kerjanya dinilai lebih fleksibel dan memberikan kebebasan untuk menentukan jadwal sendiri. Setelah mencoba menjalaninya, Yusuf terus menekuni pekerjaan itu hingga sekarang.
Meski terlihat fleksibel, menjadi pengemudi ojek online bukanlah pekerjaan yang selalu mudah. Yusuf menghadapi berbagai tantangan, terutama ketika mendapatkan pesanan dengan jarak tempuh yang jauh, bahkan hingga ke luar kota. Perjalanan panjang tersebut dapat menguras tenaga, terlebih ketika harus menghadapi cuaca yang tidak menentu. Panas terik dan hujan menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapinya saat bekerja.
Selain tantangan fisik, Yusuf juga pernah mengalami kesulitan ketika jumlah pesanan menurun drastis. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah hanya mendapatkan dua pesanan dalam satu hari. Kondisi tersebut membuatnya merasa kecewa dan sempat berpikir untuk menyerah. Pengalaman itu menunjukkan bahwa pekerjaan dengan waktu yang fleksibel tetap memiliki ketidakpastian, terutama dalam hal pendapatan harian.
Di samping menjadi pengemudi ojek online, Yusuf juga menjalankan bisnis jual beli motor bekas. Aktivitas tersebut memperlihatkan usahanya untuk mencoba peluang lain di luar pekerjaan utama. Dengan menjalani beberapa kegiatan sekaligus, ia memiliki kesempatan untuk menambah pengalaman dan mempelajari dunia kerja maupun usaha secara langsung.
Perjalanan Yusuf Cahya memberikan gambaran tentang perjuangan anak muda dalam membangun kemandirian. Berbagai tantangan yang dihadapinya menjadi bagian dari proses belajar untuk menghadapi kehidupan. Kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda agar berani mencoba peluang, memanfaatkan waktu luang secara produktif, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kemandirian tidak selalu dimulai dari pencapaian besar, tetapi dapat tumbuh melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Penulis: Rasya Putra Agusti
