Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Yusuf Cahya, Mahasiswa 20 Tahun yang Berjuang Mandiri melalui Berbagai Pekerjaan Sampingan

Posted on Oktober 9, 2026Oktober 9, 2026 by zulfa izaz
Sumber: dokumentasi rasya

PURWOKERTO, Sudutnalar — Di usia 20 tahun, Yusuf Cahya menunjukkan semangat kemandirian dengan menjalani berbagai pekerjaan sampingan di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa. Mahasiswa aktif Universitas Terbuka (UT) semester 5 jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini bekerja sebagai pengemudi ojek online sekaligus menjalankan bisnis jual beli motor bekas. Perjalanannya menjadi gambaran bahwa usia muda dapat dimanfaatkan untuk belajar, bekerja, dan mempersiapkan masa depan. 

Yusuf berasal dari Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Ia mulai bekerja setelah menyelesaikan pendidikan sekolah pada 2024. Sejak saat itu, ia mencoba berbagai pekerjaan untuk memanfaatkan waktu luang sekaligus memperoleh penghasilan sendiri. Salah satu pekerjaan yang pernah dijalaninya adalah teknisi pendingin ruangan atau AC. Namun, pekerjaan tersebut hanya berlangsung sebentar karena jadwal kerjanya kurang fleksibel dan sulit disesuaikan dengan aktivitas lainnya. Setelah mempertimbangkan kondisi tersebut, Yusuf memutuskan untuk beralih menjadi pengemudi ojek online. Pekerjaan ini dianggap lebih sesuai dengan jadwal perkuliahannya yang fleksibel. Selain itu, ia juga dapat menentukan waktu bekerja dan hari libur sesuai kebutuhannya. Keputusan tersebut menjadi langkah awal bagi Yusuf untuk terus produktif sambil menjalani pendidikan tinggi.

Keinginannya untuk bekerja di usia muda bukan semata-mata karena ingin memiliki penghasilan. Yusuf juga ingin mengurangi ketergantungannya kepada orang tua dan membuktikan bahwa dirinya mampu hidup mandiri. Baginya, masa muda merupakan kesempatan untuk belajar bertanggung jawab, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang. Jadwal perkuliahan yang relatif fleksibel di Universitas Terbuka turut mendorong Yusuf untuk memanfaatkan waktu luangnya. Kegiatan kuliahnya yang lebih banyak berlangsung pada Sabtu dan Minggu membuatnya memiliki kesempatan untuk bekerja pada waktu lainnya. Daripada membiarkan waktu luang berlalu begitu saja, ia memilih menggunakannya untuk mencari penghasilan dan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Ketertarikan Yusuf terhadap pekerjaan ojek online bermula ketika melihat orang-orang di sekitarnya menjalani pekerjaan tersebut. Ia tertarik karena waktu kerjanya dinilai lebih fleksibel dan memberikan kebebasan untuk menentukan jadwal sendiri. Setelah mencoba menjalaninya, Yusuf terus menekuni pekerjaan itu hingga sekarang.

Meski terlihat fleksibel, menjadi pengemudi ojek online bukanlah pekerjaan yang selalu mudah. Yusuf menghadapi berbagai tantangan, terutama ketika mendapatkan pesanan dengan jarak tempuh yang jauh, bahkan hingga ke luar kota. Perjalanan panjang tersebut dapat menguras tenaga, terlebih ketika harus menghadapi cuaca yang tidak menentu. Panas terik dan hujan menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapinya saat bekerja.

Selain tantangan fisik, Yusuf juga pernah mengalami kesulitan ketika jumlah pesanan menurun drastis. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah hanya mendapatkan dua pesanan dalam satu hari. Kondisi tersebut membuatnya merasa kecewa dan sempat berpikir untuk menyerah. Pengalaman itu menunjukkan bahwa pekerjaan dengan waktu yang fleksibel tetap memiliki ketidakpastian, terutama dalam hal pendapatan harian.

Di samping menjadi pengemudi ojek online, Yusuf juga menjalankan bisnis jual beli motor bekas. Aktivitas tersebut memperlihatkan usahanya untuk mencoba peluang lain di luar pekerjaan utama. Dengan menjalani beberapa kegiatan sekaligus, ia memiliki kesempatan untuk menambah pengalaman dan mempelajari dunia kerja maupun usaha secara langsung.

Perjalanan Yusuf Cahya memberikan gambaran tentang perjuangan anak muda dalam membangun kemandirian. Berbagai tantangan yang dihadapinya menjadi bagian dari proses belajar untuk menghadapi kehidupan. Kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda agar berani mencoba peluang, memanfaatkan waktu luang secara produktif, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kemandirian tidak selalu dimulai dari pencapaian besar, tetapi dapat tumbuh melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Penulis: Rasya Putra Agusti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme